Konten dari Pengguna

3 Contoh Resensi Buku Non Fiksi dan Langkah-langkah Menyusunnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh resensi buku non fiksi. Foto: unsplash.com/epicantus
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh resensi buku non fiksi. Foto: unsplash.com/epicantus

Pernahkan kamu diminta mengerjakan tugas untuk membuat resensi buku? Resensi merupakan suatu ringkasan dan penilaian singkat dari suatu buku.

Meresensi buku tidak sebatas novel atau buku cerita saja. Buku-buku non fiksi juga bisa kamu resensikan. Nah, berikut 3 contoh resensi buku non fiksi dan langkah-langkah menyusunnya dengan benar.

Baca juga: Pengertian, Contoh, dan Sistematika Resensi

Pengertian Resensi

Ilustrasi buku puisi. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari buku Keterampilan Menulis karya Dr. H. Dalman, M.Pd. (2021:228), resensi diambil dari bahasa Latin, recensere yang artinya menimbang. Sedangkan secara istilah, resensi adalah sebuah tulisan ilmiah yang membahas isi sebuah buku, termasuk kelemahan dan kelebihannya yang diberitahukan kepada pembaca.

Maka dari itu, seorang penulis resensi haruslah seorang yang jujur dan paham terhadap isi buku. Selain itu mengetahui langka-langkah menyusunya adalah sebuah kewajiban seorang penulis resensi.

3 Contoh Resensi Buku Non Fiksi dan Langkah-langkah Menyusunnya

Ilustrasi buku puisi. Foto: Shutter Stock

Pada dasarnya, meresensi sebuah buku merupakan hal yang mudah. Kamu hanya perlu mengetahui langkah-langkah dalam menyusun resensi buku, yakni:

1. Menentukan Buku

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan buku yang akan kamu resensi. Buku yang sebaiknya untuk diresensi adalah:

  • Terbitan baru

  • Berisi hal-hal yang ada di masyarakat

  • Belum pernah diresensi

  • Berkualitas

2. Menuliskan Identitas

Sama halnya dengan orang, menulis buku untuk resensi juga harus menuliskan identitasnya, seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, dan lainnya.

3. Menulis Poin-Poin Penting

Menuliskan poin-poin penting dapat membantu kamu dalam membuat resensi. Cari juga kelebihan dan kelemahan dari buku yang kamu resensi. Namun, kamu harus objektif dalam menuliskannya.

Ilustrasi buku-buku untuk diresensi. Foto: unsplash.com/sharonmccutcheon

Contoh Pertama

Judul: Agar Menulis-Mengerang Bisa Gampang

Karya: Andrias Harefa

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun TerbitL 2002

Sinopsis Singkat

Aktivitas menulis sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh seseorang. Tidak selamanya bakat bisa membuat aktivitas tulis menulis menjadi selancar dan semudah apa yang kita bayangkan.

Banyak pakar ahli menyatakan bahwa menulis adalah pelajaran dasar yang sudah kita peroleh semenjak di bangku sekolah dasar dan bahkan di taman anak-anak.

Mengarang bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, juga bukan merupakan suatu hal yang sulit untuk dikerjakan. Jika komitmen itu senantiasa dijaga, maka proses menulis dan mengarang menjadi lebih mudah.

Kelebihan

Dalam buku non fiksi ini, penulis memberikan semangat pada pembaca untuk dapat berkarya, yaitu dengan cara menulis dan mengarang. Selain itu, buku ini juga mampu menyajikan ide-ide kreatif dan motivasi dalam proses belajar menulis dan mengarang.

Kekurangan

Buku ini masih ditulis kurang maksimal dan terkesan mahal.

Contoh Kedua

Judul: The Magic Smile “SENYUM”

Karya: Athif Abul’id

Penerbit: Al-Jadid

Sinopsis Singkat

Senyum memperlihatkan perilaku sederhana, tapi jika dilihat pada hakikatnya, senyum mempunyai perilaku kompleks yang dapat memikat dan menarik perhatian orang. Secara psikis senyum itu terdiri dari banyak makna dan arti. Ada senyum jujur, senyum palsu, dan senyum yang lainnya.

Terdapat tiga bagian dalam buku ini. Bagian pertama menjelaskan tentang jenis-jenis senyum, bagian kedua menjelaskan kemampuan senyuman jujur yang dapat mempengaruhi orang lain, bagian ketiga mengajak tentang manfaat senyuman, bagian keempat menjelaskan senyuman bagi psikologi seseorang, dan bagian kelima membahas tentang senyum dalam keluarga.

Kelebihan

Buku ini sangat memotivasi bagi siapa saja yang membacanya. Ketika membaca buku ini, ekspresi wajah kita pasti akan senyum-senyum sendiri. Selain itu, buku ini memiliki ilustrasi cerita pengalaman seseorang yang mampu menarik perhatian yang menambah nilai jual.

Kekurangan

Kurangnya ilustrasi yang membuat para pembaca merasa jenuh, terutama bagi orang yang kurang gemar membaca.

Contoh Ketiga

Judul: Algoritma & Pemrograman dengan C++

Karya: Andri Kristanto

Penerbit: Graha Ilmu

Tahun Terbit: 2013

Sinopsis Singkat

Algoritma adalah salah satu langkah dasar dalam memulai sebuah pemrograman. Algoritma pemrograman adalah langkah langkah terstruktur yang tepat terperinci yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dalam proses perancangan sebuah program komputer.

Berbagai langkah harus diperhatikan dalam melakukan pemrograman seperti mencari masalah, solusi, identifikasi, testing, dokumentasi, dan pemeliharaan.

Kelebihan

Dalam buku ini, penulis menerangkan pemrograman dengan jelas dan cukup detail. Sehingga para pembaca akan mudah memahaminya.

Kekurangan

Tidak disertai gambar-gambar yang menarik memuat para pembaca cepat bosan, terlebih pembahasannya yang cukup kompleks, yang menambah kejenuhan para pembaca.

Baca juga: Cara Merangkum Buku dengan Cepat dan Efektif

Langkah-langkah dalam Meresensi Buku non-Fiksi

Ilustrasi buku puisi. Foto: Shutter Stock

Pada dasarnya, langkah-langkah dalam meresensi buku non-fiksi dan fiksi sama saja. Dirangkum dari buku Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI karya Sri Sutarni, dkk., berikut uraiannya:

1. Memilih buku yang akan diresensi

Pertama-tama, Anda perlu memilih buku yang akan diresensi. Sesuaikan tema, judul, dan isi buku yang Anda sukai dan kuasai. Ini dapat membantu Anda lebih lancar dalam meresensi buku tersebut.

2. Membaca buku secara cermat

Biasanya, buku non-fiksi disusun dengan tata bahasa yang baku dan ilmiah. Terkadang ini membuat sebagian orang merasa kesulitan memahami keseluruhan isi buku. Oleh karena itu, sebaiknya baca buku dengan cermat agar tidak ada informasi yang terlewatkan.

3. Menyusun kerangka resensi

Sebelum membuat paragraf resensi, Anda bisa menyusun kerangkanya terlebih dahulu. Cara ini dapat memudahkan Anda memetakan bagian-bagian yang ingin diresensi. Sehingga, hasilnya pun menjadi lebih terstruktur dan maksimal.

4. Mengembangkan kerangka menjadi resensi utuh

Pada tahapan ini, Anda memerlukan konsentrasi yang ekstra. Sebab tidak mudah mengembangkan kerangka menjadi paragraf resensi yang utuh. Dibutuhkan keahlian dalam menyusun kalimat, mengarang, meringkas, dan lain-lain.

5. Mengedit resensi

Setelah selesai dibuat, resensi sebaiknya diedit terlebih dahulu. Anda bisa melakukan proof reading dengan membaca keseluruhan resensi secara seksama. Kemudian, perbaiki apabila terdapat kesalahan.

(MZM)

Frequently Asked Question Section

Apa itu resensi?
chevron-down

Resensi adalah pertimbangan atau atau pembicaraan tentang suatu buku atau ulasan buku.

Apa saja buku yang bisa diresensi?
chevron-down

Tanpa batas, bisa buku fiksi maupun non-fiksi.

Bagaimana cara membuat resensi buku?
chevron-down

Menentukan buku, menuliskan identitas, dan menuliskan poin-poin penting di dalamnya.