Konten dari Pengguna

5 Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia Foto:Unsplash

Agama menjadi agama mayoritas di Indonesia. Faktor penyebab Islam berkembang pesat di Indonesia adalah syarat yang mudah.

Islam masuk saat masyarakat Indonesia telah menganut agama lain. Kerajaan Hindu dan Budha masih memimpin Nusantara saat pedagang Islam datang ke daerah pesisir. Pada masa itu, bahkan sebagian penduduk masih menganut animisme dan dinamisme.

Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia

Ilustrasi Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia Foto:Unsplash

Syarat masuk Islam cukup dengan mengucapkan kalimat dua syahadat. Syarat yang mudah dan menjadi faktor penyebab Islam berkembang pesat di Indonesia . Simak faktor lainnya melalui penjelasan berikut ini.

Agama Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad VII. Pedagang Islam memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Sampai kemudian lahirlah tokoh-tokoh Islam dari Indonesia yang turut berjasa mengembangkan agama tersebut hingga kini.

Adapun 5 faktor penyebab Islam berkembang pesat di Indonesia adalah sebagai berikut,

Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan

Masuk agama Islam tidak membutuhkan persyaratan apapun kecuali mengucapkan dua kalimat syahadat. Ajaran Islam juga mudah dipahami dan sesuai dengan fitrah manusia. Upacara keagamaan dalam Islam juga termasuk sederhana dan tidak memberatkan umatnya.

Baca juga: Bagaimana Penyebaran Agama Islam pada Masa Daulah Umayyah?

Kedatangan agama Islam di Nusantara tidak membawa pertentangan atau permusuhan

5 Faktor Penyebab Islam Berkembang Pesat di Indonesia Foto:Unsplash

Islam masuk ke Indonesia lewat jalur damai melalui perdagangan. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam, bahkan Islam berhasil masuk dalam akulturasi kebudayaan Hindu dan Budha.

Kesetaraan dalam agama Islam

Dalam ajaran Islam tidak mengenal kasta, bahkan agama tersebut mengajarkan untuk saling berbagi kepada mereka yang lemah melalui zakat dan sedekah.

Cara penyebaran Islam menyesuaikan dengan kebudayaan bangsa Indonesia.

Islam disebarkan melalui seni seperti tarian tradisional dan adat tradisi dari daerah lainnya. Seperti yang dikutip dari buku Dirasah Islamiyah Kelas IX, yang disusun oleh Al Mubdi'u, Agus Indra Kurniawan (2022:28), cara penyebaran Islam melalui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang yang dilakukan Sunan Kalijaga.

Runtuhnya kerajaan Hindu dan Budha

Runtuhnya kerajaan Majapahit dan Sriwijaya juga turut membantu dalam penyebaran Islam di Indonesia. Terutama saat terjadinya kejayaan kerajaan-kerajaan Islam.

Faktor penyebab Islam berkembang pesat di Indonesia adalah syaratnya yang mudah. Di tengah kesulitan hidup dan jumlah rakyat biasa yang cukup besar saat itu, tentu kemudahannya langsung menarik perhatian.

Baca juga: Peninggalan Sunan Kudus dalam Penyebaran Islam yang Masih Bisa Kita Saksikan

Penyebaran Islam di Asia Tenggara

Ilustrasi anak Islam membaca Al-Quran. Foto: Shutter Stock

Sejarah penyebaran Islam di Asia Tenggara tak lepas dari masuknya agama tersebut ke wilayah Nusantara. Menurut buku Sejarah untuk Kelas XI oleh Nana Supriatna, ada beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia, yakni:

1. Teori Gujarat

Teori ini dicetuskan oleh Pijnappel, seorang profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Menurut teori Gujarat, Islam pertama kali dibawa masuk ke Indpnesia oleh orang Gujarat pada abad ke-13.

Pada dasarnya, teori ini mengemukakan bahwa Islam menyebar di wilayah Nusantara berkat hubungan dagang antara orang Indonesia dan India. Teori ini juga didukung oleh Snouck Hurgronye, W.F. Strutterheim, dan Bernar H.M. Vlekke.

2. Teori Persia

Teori Persia menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13. Menurut teori ini, kesamaan budaya antara Persia (Iran) dan tradisi di Indonesia membuat agama Islam semakin menyebar.

Beberapa bukti teori Persia adalah ditemukannya perkampungan Islam Leran di Gresik dan adanya kesamaan penggunaan istilah bahasa Iran dengan sisem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda mengeja bunyi harakat.

Baca juga: Teori Penyebaran Islam di Indonesia Lewat Perdagangan

3. Teori Makkah

Ilustrasi Ka'bah. Foto: Pixabay

Berbeda dengan dua teori sebelumnya, Teori Makkah justru menyatakan bahwa agama Islam sudah dibawa bangsa Arab ke Indonesia sejak abad ke-7. Teori ini didukung oleh beberapa tokoh, seperti Hamka, van Leur, dan T.W. Arnold.

Teori Makkah didasarkan pada pernyataan bahwa pada abad ke-7 ditemukan perkampungan Islam Arab serta berkembangnya mazhab Syafi'i di Kerajaan Samudra Pasai.

Setelah masuk ke Indonesia, Islam mulai menyebar ke wilayah Asia Tenggara lainnya. Mengutip buku Sejarah Islam Asia Tenggara tulisan Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., Islam masuk ke Asia Tenggara secara damai tanpa terjadi peperangan.

Proses tersebut tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan, melainkan berlangsung selama berabad-abad. Lokasinya pun tidak langsung merata di seluruh tempat.

Menurut berbagai sumber, masuknya Islam ke wilayah Asia Tenggara disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari faktor perdagangan, perkawinan, juga berkat penyiaran Islam yang dilakukan para sufi dan pengembara di wilayah tersebut.

(DK)

Frequently Asked Question Section

Mengapa agama Islam mudah diterima bangsa Indonesia?
chevron-down

Beberapa faktornya yaitu Islam adalah agama yang memudahkan dan tidak menyebabkan permusuhan.

Apa saja teori masuknya agama Islam ke Indonesia?
chevron-down

Di antaranya teori Gujarat, teori Persia, dan teori Makkah.

Apa bukti dari teori Persia?
chevron-down

Salah satu bukti teori Persia adalah ditemukannya perkampungan Islam Leran di Gresik.