Konten dari Pengguna

60 Jenis Tanaman Toga Lengkap dengan Manfaatnya dalam Menyembuhkan Penyakit

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 60 jenis tanaman toga. Foto: Pexels/Chiaroscuro
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 60 jenis tanaman toga. Foto: Pexels/Chiaroscuro

Tanaman obat keluarga atau toga merupakan tumbuhan yang perlu ditanam setiap keluarga agar terhindar dari berbagai penyakit. Terdapat 60 jenis tanaman toga yang memiliki manfaat besar terhadap kesehatan tubuh.

Daftar isi

60 Jenis Tanaman Toga dan Manfaatnya

Dikutip dari buku Tanaman Obat Keluarga oleh Husin Rayesh Mallaleng, dkk. (2022) tanaman obat keluarga atau toga adalah sekumpulan tanaman berkhasiat obat untuk kesehatan keluarga.

Tumbuhan ini ditanam dalam memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri.

Adapun 60 jenis tanaman toga dan manfaatnya adalah sebagai berikut:

  1. Adas Sowa (Anethum sowa): menghilangkan kembung perut

  2. Adem Ati (Houttuynia cordata): antiinflamasi, pereda nyeri, menghentikan perdarahan, mengobati diare, diabetes, radang usus, dan radang kulit

  3. Ajag (Cissus javana): mengobati kudis

  4. Ajeran (Bidens pilosa): peradangan dan infeksi

  5. Akar Binasa (Erythrina variegata): mengobati demam, sakit gigi, dan cacingan

  6. Akar Gambir (Uncaria gambir): obat sariawan, diare, dan disentri

  7. Akar Manis (Glycyrrhiza glabra): mengobati batuk, sakit tenggorokan, dan demam

  8. Akar Wangi (Vetiveria zizanioides): mengusir serangga, mengobati demam, dan nyeri otot

  9. Alang-alang (Imperata Cylindrica): melancarkan air seni, mengobati panas dalam, dan hipertensi

  10. Alim (Vitis amurensis): mengobati rematik dan demam

  11. Andong (Cordyline fruticosa): menghentikan pendarahan, mengobati wasir, dan TBC

  12. Anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum): pereda demam dan sakit tenggorokan

  13. Angsana (Pterocarpus indicus): mengobati sariawan dan disentri

  14. Anting-anting (Acalypha indica): mengobati disentri, muntah, dan mimisan

  15. Anyang-anyang (Elaeocarpus grandiflorus): mengobati demam, batuk, dan diare

  16. Apel (Malus domestica): menjaga kesehatan jantung, pencernaan, dan mengobati diare

  17. Aren (Arenga pinnata): obat cacing, demam, dan mengobati luka

  18. Asam Jawa (Tamarindus indica): melancarkan pencernaan, mengobati batuk, dan demam

  19. Avokad (Persea americana): mengobati hipertensi, diabetes, dan batu ginjal

  20. Bakau (Rhizophora Apiculata): mengobati diare, disentri, dan pendarahan

  21. Bakung Putih (Crinum asiaticum): mengobati bisul, bengkak, dan keseleo

  22. Bandotan (Ageratum conyzoides): mengobati luka, bisul, dan kencing batu

  23. Bangle (Zingiber purpureum) mengobati sakit kepala, susah buang air besar, dan nyeri perut

  24. Baru Cina (Artemisia vulgaris): mengobati rematik, sakit perut, dan demam

  25. Bawang Merah (Allium cepa): mengobati masuk angin, batuk, dan demam

  26. Bawang Putih (Allium sativum): menurunkan kolesterol, hipertensi, dan mengobati flu

  27. Bawang Sabrang (Eleutherine americana): mengobati diabetes, hipertensi, dan wasir

  28. Bayam (Amaranthus sp.): melancarkan pencernaan dan mencegah anemia

  29. Bayam Duri (Amaranthus spinosus): mengobati bisul, luka, dan mimisan

  30. Begonia (Begonia sp.): mengobati batuk, demam, dan disentri

  31. Belimbing Manis (Averrhoa carambola): menurunkan hipertensi, mengobati batuk, dan sariawan

  32. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi): mengobati batuk, sariawan, dan hipertensi

  33. Beluntas (Pluchea indica): menghilangkan bau badan dan mengobati keputihan

  34. Benalu (Loranthus sp.): mengobati tumor, kanker, dan darah tinggi

  35. Bengang (Cassia occidentalis): mengobati rematik, demam, dan batuk

  36. Beringin (Ficus benjamina): mengobati diare, sariawan, dan demam

  37. Bidara Laut I (Strychnos ligustrina): mengobati malaria, demam, dan cacingan

  38. Bidara Laut II (Calotropis gigantea): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal

  39. Bidara Upas (Merremia mammosa): mengobati diabetes, TBC, dan kencing manis

  40. Biduri (Calotropis gigantea): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal

  41. Bintaro (Cerbera manghas): mengobati kudis dan gatal-gatal

  42. Bisole (Ficus hispida): mengobati disentri, batuk, dan asma

  43. Bligo (Benincasa hispida): mengobati batuk, asma, dan demam

  44. Brawas (Tinospora crispa): mengobati demam, sakit kuning, dan kencing manis

  45. Brojo Lintang (Curculigo orchioides): mengobati lemah syahwat, demam, dan sakit pinggang

  46. Brokoli (Brassica oleracea): mencegah kanker dan menjaga kesehatan jantung

  47. Brotowali (Tinospora crispa): mengobati demam, diabetes, dan penyakit kulit

  48. Buah Makasar (Brucea javanica): mengobati diare, disentri, dan disentri

  49. Buah Nona (Annona reticulata): mengobati diare, demam, dan sakit perut

  50. Buah Tempayan (Lagenaria siceraria): mengobati demam, batuk, dan asma

  51. Buncis (Phaseolus vulgaris): mengobati diabetes dan kolesterol

  52. Bunga Kenop (Gomphrena globosa): mengobati batuk, asma, dan radang tenggorokan

  53. Bunga Pukul Delapan (Turnera subulata): mengobati demam, batuk, dan sakit kepala

  54. Bunga Tasbih (Canna indica): mengobati hepatitis, demam, dan radang usus

  55. Bangle Hantu (Zingiber zerumbet): mengobati perut kembung, nyeri perut, dan mual

  56. Bungur (Lagerstroemia speciosa): mengobati diabetes, darah tinggi, dan diare

  57. Buni (Antidesma bunius): mengobati sariawan, diare, dan disentri

  58. Buta-buta (Excoecaria agallocha): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal

  59. Cariyu/Benying (Ficus fistulosa): mengobati demam, sakit perut, dan diare

  60. Ceguk (Celastrus paniculatus): meningkatkan daya ingat dan mengobati rematik

Cara Menanam Tanaman Toga

Ilustrasi 60 jenis tanaman toga.

Dalam menanam tanaman toga, perlu memperhatikan beberapa hal, yakni:

1. Perencanaan dan Pemilihan Lokasi

  • Tentukan jenis tanaman sesuai dengan kebutuhan dan kondisi iklim di rumah.

  • Siapkan lokasi untuk menanam di lahan terbuka, pot, atau menggunakan sistem hidroponik. Pastikan lokasi yang dipilih mendapatkan sinar matahari yang cukup (sekitar 6–8 jam per hari).

2. Persiapan Media Tanam

  • Gunakan campuran tanah yang subur dan gembur dengan campuran tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.

  • Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk. Jika menggunakan pot, pastikan ada lubang di bagian bawahnya.

3. Cara Menanam

Terdapat beberapa cara menanam tanaman toga yang bergantung pada jenis tanamannya, seperti:

  • Untuk tanaman seperti jahe, kunyit, dan kencur, gunakan tanam rimpang yang sudah memiliki tunas. Letakkan rimpang secara horizontal atau miring di media tanam, lalu tutup dengan tanah sekitar 3-5 cm.

  • Tanaman seperti serai, daun sirih, dan kencur bisa ditanam dengan stek batang. Potong batang yang sehat sepanjang 15–20 cm dan tancapkan di media tanam.

  • Tanaman seperti seledri dan kemangi bisa ditanam dari biji. Sebar biji di atas media tanam, lalu tutup dengan lapisan tipis tanah.

4. Perawatan

  • Siram tanaman secara teratur, terutama pada pagi atau sore hari.

  • Berikan pupuk organik setiap 2–3 bulan untuk menjaga kesuburan tanah.

  • Periksa tanaman secara rutin. Jika ada hama atau penyakit, gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau neem oil.

  • Jika ada tanaman yang mati, segera ganti dengan bibit yang baru.

Baca Juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Tanaman Toga

Kesimpulan

  • Ada banyak sekali tanaman toga yang dapat ditanam di rumah, seperti adas sowa, Adem Ati, Ajag, sampai ceguk.

  • Untuk menanam toga, perhatikan lokasinya yang mendapatkan sinar matahari cukup.

  • Perawatan tanaman toga cukup dengan menyiram pada pagi dan sore, memberikan pupuk setiap 2-3 bulan, dan menjaganya dari hama serta penyakit.

(MZM)