60 Jenis Tanaman Toga Lengkap dengan Manfaatnya dalam Menyembuhkan Penyakit

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanaman obat keluarga atau toga merupakan tumbuhan yang perlu ditanam setiap keluarga agar terhindar dari berbagai penyakit. Terdapat 60 jenis tanaman toga yang memiliki manfaat besar terhadap kesehatan tubuh.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
60 Jenis Tanaman Toga dan Manfaatnya
Dikutip dari buku Tanaman Obat Keluarga oleh Husin Rayesh Mallaleng, dkk. (2022) tanaman obat keluarga atau toga adalah sekumpulan tanaman berkhasiat obat untuk kesehatan keluarga.
Tumbuhan ini ditanam dalam memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri.
Adapun 60 jenis tanaman toga dan manfaatnya adalah sebagai berikut:
Adas Sowa (Anethum sowa): menghilangkan kembung perut
Adem Ati (Houttuynia cordata): antiinflamasi, pereda nyeri, menghentikan perdarahan, mengobati diare, diabetes, radang usus, dan radang kulit
Ajag (Cissus javana): mengobati kudis
Ajeran (Bidens pilosa): peradangan dan infeksi
Akar Binasa (Erythrina variegata): mengobati demam, sakit gigi, dan cacingan
Akar Gambir (Uncaria gambir): obat sariawan, diare, dan disentri
Akar Manis (Glycyrrhiza glabra): mengobati batuk, sakit tenggorokan, dan demam
Akar Wangi (Vetiveria zizanioides): mengusir serangga, mengobati demam, dan nyeri otot
Alang-alang (Imperata Cylindrica): melancarkan air seni, mengobati panas dalam, dan hipertensi
Alim (Vitis amurensis): mengobati rematik dan demam
Andong (Cordyline fruticosa): menghentikan pendarahan, mengobati wasir, dan TBC
Anggrek Merpati (Dendrobium crumenatum): pereda demam dan sakit tenggorokan
Angsana (Pterocarpus indicus): mengobati sariawan dan disentri
Anting-anting (Acalypha indica): mengobati disentri, muntah, dan mimisan
Anyang-anyang (Elaeocarpus grandiflorus): mengobati demam, batuk, dan diare
Apel (Malus domestica): menjaga kesehatan jantung, pencernaan, dan mengobati diare
Aren (Arenga pinnata): obat cacing, demam, dan mengobati luka
Asam Jawa (Tamarindus indica): melancarkan pencernaan, mengobati batuk, dan demam
Avokad (Persea americana): mengobati hipertensi, diabetes, dan batu ginjal
Bakau (Rhizophora Apiculata): mengobati diare, disentri, dan pendarahan
Bakung Putih (Crinum asiaticum): mengobati bisul, bengkak, dan keseleo
Bandotan (Ageratum conyzoides): mengobati luka, bisul, dan kencing batu
Bangle (Zingiber purpureum) mengobati sakit kepala, susah buang air besar, dan nyeri perut
Baru Cina (Artemisia vulgaris): mengobati rematik, sakit perut, dan demam
Bawang Merah (Allium cepa): mengobati masuk angin, batuk, dan demam
Bawang Putih (Allium sativum): menurunkan kolesterol, hipertensi, dan mengobati flu
Bawang Sabrang (Eleutherine americana): mengobati diabetes, hipertensi, dan wasir
Bayam (Amaranthus sp.): melancarkan pencernaan dan mencegah anemia
Bayam Duri (Amaranthus spinosus): mengobati bisul, luka, dan mimisan
Begonia (Begonia sp.): mengobati batuk, demam, dan disentri
Belimbing Manis (Averrhoa carambola): menurunkan hipertensi, mengobati batuk, dan sariawan
Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi): mengobati batuk, sariawan, dan hipertensi
Beluntas (Pluchea indica): menghilangkan bau badan dan mengobati keputihan
Benalu (Loranthus sp.): mengobati tumor, kanker, dan darah tinggi
Bengang (Cassia occidentalis): mengobati rematik, demam, dan batuk
Beringin (Ficus benjamina): mengobati diare, sariawan, dan demam
Bidara Laut I (Strychnos ligustrina): mengobati malaria, demam, dan cacingan
Bidara Laut II (Calotropis gigantea): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal
Bidara Upas (Merremia mammosa): mengobati diabetes, TBC, dan kencing manis
Biduri (Calotropis gigantea): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal
Bintaro (Cerbera manghas): mengobati kudis dan gatal-gatal
Bisole (Ficus hispida): mengobati disentri, batuk, dan asma
Bligo (Benincasa hispida): mengobati batuk, asma, dan demam
Brawas (Tinospora crispa): mengobati demam, sakit kuning, dan kencing manis
Brojo Lintang (Curculigo orchioides): mengobati lemah syahwat, demam, dan sakit pinggang
Brokoli (Brassica oleracea): mencegah kanker dan menjaga kesehatan jantung
Brotowali (Tinospora crispa): mengobati demam, diabetes, dan penyakit kulit
Buah Makasar (Brucea javanica): mengobati diare, disentri, dan disentri
Buah Nona (Annona reticulata): mengobati diare, demam, dan sakit perut
Buah Tempayan (Lagenaria siceraria): mengobati demam, batuk, dan asma
Buncis (Phaseolus vulgaris): mengobati diabetes dan kolesterol
Bunga Kenop (Gomphrena globosa): mengobati batuk, asma, dan radang tenggorokan
Bunga Pukul Delapan (Turnera subulata): mengobati demam, batuk, dan sakit kepala
Bunga Tasbih (Canna indica): mengobati hepatitis, demam, dan radang usus
Bangle Hantu (Zingiber zerumbet): mengobati perut kembung, nyeri perut, dan mual
Bungur (Lagerstroemia speciosa): mengobati diabetes, darah tinggi, dan diare
Buni (Antidesma bunius): mengobati sariawan, diare, dan disentri
Buta-buta (Excoecaria agallocha): mengobati bisul, luka, dan gatal-gatal
Cariyu/Benying (Ficus fistulosa): mengobati demam, sakit perut, dan diare
Ceguk (Celastrus paniculatus): meningkatkan daya ingat dan mengobati rematik
Cara Menanam Tanaman Toga
Dalam menanam tanaman toga, perlu memperhatikan beberapa hal, yakni:
1. Perencanaan dan Pemilihan Lokasi
Tentukan jenis tanaman sesuai dengan kebutuhan dan kondisi iklim di rumah.
Siapkan lokasi untuk menanam di lahan terbuka, pot, atau menggunakan sistem hidroponik. Pastikan lokasi yang dipilih mendapatkan sinar matahari yang cukup (sekitar 6–8 jam per hari).
2. Persiapan Media Tanam
Gunakan campuran tanah yang subur dan gembur dengan campuran tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.
Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk. Jika menggunakan pot, pastikan ada lubang di bagian bawahnya.
3. Cara Menanam
Terdapat beberapa cara menanam tanaman toga yang bergantung pada jenis tanamannya, seperti:
Untuk tanaman seperti jahe, kunyit, dan kencur, gunakan tanam rimpang yang sudah memiliki tunas. Letakkan rimpang secara horizontal atau miring di media tanam, lalu tutup dengan tanah sekitar 3-5 cm.
Tanaman seperti serai, daun sirih, dan kencur bisa ditanam dengan stek batang. Potong batang yang sehat sepanjang 15–20 cm dan tancapkan di media tanam.
Tanaman seperti seledri dan kemangi bisa ditanam dari biji. Sebar biji di atas media tanam, lalu tutup dengan lapisan tipis tanah.
4. Perawatan
Siram tanaman secara teratur, terutama pada pagi atau sore hari.
Berikan pupuk organik setiap 2–3 bulan untuk menjaga kesuburan tanah.
Periksa tanaman secara rutin. Jika ada hama atau penyakit, gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau neem oil.
Jika ada tanaman yang mati, segera ganti dengan bibit yang baru.
Baca Juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Tanaman Toga
Kesimpulan
Ada banyak sekali tanaman toga yang dapat ditanam di rumah, seperti adas sowa, Adem Ati, Ajag, sampai ceguk.
Untuk menanam toga, perhatikan lokasinya yang mendapatkan sinar matahari cukup.
Perawatan tanaman toga cukup dengan menyiram pada pagi dan sore, memberikan pupuk setiap 2-3 bulan, dan menjaganya dari hama serta penyakit.
(MZM)
