7 Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan dan Prinsip Pengelolaannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tingginya penggunaan bahan plastik akan seiring dengan bahaya yang ditimbulkannya. Belum adanya pengelolaan yang baik, menjadikan meningkatnya bahaya sampah plastik bagi lingkungan.
Sampah plastik sulit dikelola dan berbahaya bagi lingkungan hidup. Dibutuhkan waktu yang panjang, puluhan atau sampai ratusan tahun, agar plastik dapat terurai atau terdekomposisi dengan sempurna.
7 Bahaya Sampah Plastik bagi Lingkungan yang Perlu Diketahui
Bahaya sampah plastik berbanding lurus dengan fungsi dan penggunaannya sehari-hari. Diambil dari buku Sahabat Sampah: Alam Bersahabat, Hidup Menjadi Nyaman, Nenny Makmun (2019:109), bahaya sampah plastik bagi lingkungan adalah sebagai berikut.
Sampah kantong plastik akan mengganggu jalur air yang meresap ke dalam tanah.
Menurunkan kesuburan tanah, karena sampah plastik dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah.
Hewan-hewan dapat terjerat dan mati dalam tumpukan plastik.
Pembuangan sampah plastik di sungai akan menyumbat aliran sungai.
Setiap tahun, plastik telah membunuh hingga 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut dan jutaan ikan.
Banyak penyu di Kepulauan Seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur
Menghirup asap sampah plastik yang dibakar bisa menyebabkan kanker dan gangguan sistem pernapasan.
Prinsip dalam Pengelolaan Sampah Plastik
Penerapan pengelolaan sampah plastik dilakukan dengan menggunakan prinsip 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace.
Prinsip 5R yang menjadi metode sangat mudah dan murah sebagai solusi untuk memelihara kelestarian lingkungan hidup, dikutip dari buku Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik, Andi Yunus (2022:10), adalah sebagai berikut.
1. Refuse (Menolak)
Berani untuk menolak kantong plastik saat tidak mengetahui tujuan penggunaannya, tidak akan dipergunakan lagi, dan akan dibuang ke tempat sampah.
2. Reduce (Mengurangi)
Mengurangi sampah plastik banyak dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu.
Menghindari penggunaan produk barang sekali pakai.
Tidak menggunakan kantong plastik satu kali pemakaian dengan selalu membawa tas kain sendiri saat akan berbelanja.
3. Reuse (Memakai Kembali)
Menggunakan barang-barang yang dapat dipakai kembali, atau yang tetap digunakan sesuai kegunaan yang sama atau fungsi lainnya.
4. Recycle (Mendaur Ulang)
Barang yang tidak terpakai lagi, dapat didaur ulang kembali menjadi suatu barang baru, sehingga dapat digunakan kembali atau layak fungsi.
5. Replace (Menggantikan)
Mengutamakan pemakaian bahan tahan lama dan pemakaian bahan ramah lingkungan, dibanding bahan yang sulit terurai oleh organisme.
Baca juga: Alasan Sampah Plastik dapat Mencemari Lingkungan
Bahaya sampah plastik bagi lingkungan terjadi saat proses terurainya yang mencemari tanah dan air. Pembakaran sampah plastik juga menghasilkan gas beracun yang berbahaya.(DK)
