Alasan Mengapa Konsep Wilayah Penting untuk Dipelajari

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa konsep wilayah penting untuk dipelajari? Jika diperhatikan, daerah hutan tentu berbeda dengan wilayah pertanian. Begitu pula dengan wilayah pesisir yang tidak sama dengan wilayah pegunungan.
Suatu wilayah dikatakan berbeda dengan wilayah lain karena ketampakan tertentu. Mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan region lainnya. Oleh karena itu, penting sekali mempelajari konsep wilayah.
Mengapa Konsep Wilayah Penting untuk Dipelajari?
Mengapa konsep wilayah penting untuk dipelajari? Mengutip buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta, Hartono (2007), ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika mempelajari perwilayahan atau regionalisasi. Beberapa manfaat bagi masyarakat di antaranya sebagai berikut.
Meratakan pembangunan di seluruh wilayah agar dapat meminimalisir kesenjangan antarwilayah.
Memantau berbagai perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.
Mengurutkan dan menyederhanakan informasi terkait gejala atau fenomena keanekaragaman di permukaan bumi.
Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan di setiap daerah.
Berguna untuk melakukan identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah.
Macam-macam Pembagian Wilayah
Secara umum, wilayah digolongkan menjadi dua, yakni wilayah formal dan fungsional. Adapun perbedaan di antara keduanya, yakni sebagai berikut.
1. Wilayah Formal (Uniform Region)
Wilayah formal diidentifikasikan berdasarkan homogenitas atau keseragaman tertentu. Contohnya, berdasarkan kriteria sosial budaya dan kriteria fisik atau alam.
Berdasarkan kriteria fisik, wilayah formal dilihat dari segi kesamaan topografi, iklim, jenis batuan, dan vegetasi. Contohnya, wilayah pegunungan kapur (karst), wilayah vegetasi mangrove, dan wilayah beriklim dingin.
Sementara itu, contoh wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya yaitu wilayah suku Banjar, wilayah pertanian sawah basah, wilayah industri tekstil, dan lainnya.
2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)
Wilayah fungsional digolongkan berdasarkan kegiatan yang saling berkaitan antar beberapa pusat kegiatan dari segi fungsionalitasnya. Contohnya, wilayah Jabodetabek secara fisik heterogen, tetapi secara fungsional saling berkaitan satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan hidup di masing-masing wilayah.
Baca juga: Pengertian, Pembagian Wilayah, dan Kata Lain yang Identik dengan Flora
Itulah jawaban dari alasan mengapa konsep wilayah penting untuk dipelajari. Masing-masing wilayah memiliki kriteria yang berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan budaya penduduknya. (DLA)
