Apa Itu Aksi Massa: Penjelasan Lengkap dan Contoh dalam Kehidupan

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi massa merupakan fenomena sosial yang sering muncul dalam dinamika politik modern. Pertanyaan apa itu aksi massa penting dijawab karena konsep ini kerap disalahpahami.
Gerakan kolektif ini biasanya hadir ketika masyarakat merasa kebijakan tidak berpihak kepada mereka. Dalam konteks tersebut, aksi massa menjadi wadah penyampaian aspirasi secara lebih terorganisasi.
Melalui Soekarno & Tan Malaka, Adji Nugroho (2020:354) menjelaskan aksi massa sebagai suatu perjuangan yang akan terus dapat dijaga. Di dalamnya terdapat pemimpin yang diperbolehkan jalan jauh untuk menuntut keadilan yang dirasa perlu.
Apa Itu Aksi Massa: Pengertian, Latar Belakang, dan Contohnya
Apa itu aksi massa adalah metode perjuangan yang memanfaatkan kekuatan kolektif demi menekan penguasa. Gerakan ini berfungsi mengubah kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
Karena bersifat aktif, aksi massa kerap menyesuaikan dengan dinamika sosial di masyarakat. Wujudnya menggambarkan kebutuhan untuk mendesakkan perubahan melalui tekanan publik terarah.
1. Latar Belakang dan Bentuk-Bentuk Aksi Massa
Lahirnya aksi massa adalah karena kerinduan masyarakat terhadap perubahan besar. Demonstrasi sering mewakili aspirasi tersebut dalam kehidupan sosial, yang didorong oleh kebutuhan biologis, sosial, dan spiritual menjadi unsur penting yang menuntut pemenuhannya.
Secara umum aksi massa dibedakan menjadi bentuk statis dan dinamis sesuai aktivitasnya. Aksi statis dilakukan di satu titik, sementara aksi dinamis berpindah mengikuti sasaran.
Rapat akbar, mimbar bebas, long march, atau panggung seni merupakan variasi bentuk aksi massa. Hampir selalu aksi ini direncanakan matang, mulai isu, massa, hingga perangkat pendukung.
2. Contoh Aksi Massa: Gerakan 1998
Menjelang runtuhnya Orde Baru, gerakan massa lahir dari kelompok demokratik dan reformis. Beberapa aktivis mengalami penangkapan, intimidasi, hingga penghilangan paksa sebagai akibat perjuangan.
Meskipun berbeda ideologi, berbagai elemen tetap bersatu melawan hegemoni politik saat itu. Reformasi akhirnya lahir, meskipun perubahannya tidak sepenuhnya mengubah struktur kekuasaan.
Elite reformis kemudian menguasai jabatan politik pasca runtuhnya kekuasaan Soeharto. Pandangan mereka berbeda dari kelompok progresif yang menuntut perubahan sistem menyeluruh.
Baca juga: Informasi Titik Demo 3 September 2025 di Indonesia
Apa itu aksi massa adalah refleksi kebutuhan masyarakat untuk menegakkan keadilan dan perubahan, yang tetap menjadi instrumen perjuangan politik dan sosial. Penting untuk memahami hakikat aksi massa agar masyarakat mendorong transformasi yang diinginkan. (HAN)
