Apa Pengertian Korosif dan Bagaimana Proses Terjadinya? Berikut Penjelasannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
26 Agustus 2023 17:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa itu korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Fernando Venzano
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Fernando Venzano
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Apa itu korosif dan bagaimana proses terjadinya dalam reaksi kimia? Suatu zat dikatakan korosif apabila zat tersebut dapat merusak atau menghancurkan zat lain secara kontak langsung melalui reaksi kimia.
ADVERTISEMENT
Korosi disebabkan adanya faktor kimia fisika, metalurgi, elektrokimia dan termodinamika. Dalam bahasa sehari-hari, korosif disebut perkaratan. Contoh korosif yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Pengertian Korosif

Apa itu korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ivan Bandura
Pengertian dari korosif (bahasa Belanda: corrosie, bahasa Inggris: corrosion) adalah kerusakan atau kehancuran material akibat adanya reaksi kimia di sekitar lingkungannya. Secara umum, korosif dibedakan menjadi korosif basah dan korosif kering.
Korosi dapat digolongkan menjadi delapan. Di antaranya korosi umum, korosif galvanik, korosif celah, korosif sumur, korosif batas butir, korosif selektif, korosif erosi, dan korosif tegangan.

Proses Terjadinya Korosif

Apa itu korosif. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Ivan Bandura
Dikutip dari buku berjudul Pengantar Korosi Perkapalan, Betty Ariani (2022, 3), pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat.
ADVERTISEMENT
Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. Korosif merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi itu yang bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
atau
Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi(III). Kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi.
Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode. Hal tersebut bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
ADVERTISEMENT
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih mineralnya.
Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk senyawa besi oksida atau Besi(II) sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan.
Selama pemakaian, baja tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi senyawa besi oksida). Deret Volta dan Hukum Persamaan Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi.
Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektrode lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.
ADVERTISEMENT
Itulah pengertian dari korosif, korosi, dan proses terjadinya korosi. Semoga hal tersebut dapat menambah wawasan para pembaca! (Gin)