Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis beserta Artinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti menjalankan ibadah puasa pada umumnya, umat muslim yang akan melaksanakan puasa Syawal juga harus membaca niat terlebih dahulu. Apalagi jika ibadah puasa tersebut dibarengi dengan puasa Senin-Kamis. Sudah pasti bacaan niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis akan berbeda.
Oleh karena itu, umat muslim sangat perlu mengetahui bacaan niat yang benar. Baru dengan begitu, umat muslim dapat menjalankan ibadah sunah ini dengan maksimal dan mendapat keberkahan dari Allah Swt.
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis
Mengutip dari buku The Miracle of Puasa Senin Kamis, Ubaidurrahim El-Hamdy dan Manshur El-Mubarok (2014:60), berikut ini adalah bacaan niat puasa sunah Syawal yang dapat diamalkan umat muslim.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Swt.”
Sedangkan bacaan niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis yang perlu diamalkan adalah sebagai berikut.
Nawaitu shauma yaumil istnaini (aw yaumil khamis) wa syahri syawal sunnatan lillaahi ta’ala.
Artinya, "Saya niat puasa pada hari Senin (hari Kamis: jika kebetulan hari Kamis) dan puasa bulan Syawal, sunah karena Allah."
Adapun tata cara melaksanakan ibadah puasa sunah Syawal yang benar sesuai dengan tuntunan adalah sebagai berikut.
1. Dilakukan Selama 6 Hari
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari, sesuai dengan HR Muslim yang berbunyi, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”
2. Diutamakan Dilakukan Sehari setelah Idulfitri
Waktu terbaik untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal adalah sehari setelah Idulfitri. Meski begitu, umat muslim juga tetap diperbolehkan untuk mengawali puasa sunah di hari lain, selagi masih berada di bulan Syawal.
3. Diutamakan Secara Berurutan
Selanjutnya, ibadah puasa Sunah juga dianjurkan untuk dikerjakan secara berturut-turut. Akan tetapi, umat muslim tetap bisa melaksanakannya secara terpisah atau tidak berurutan.
4. Diutamakan Mengqadha Puasa Ramadan Terlebih Dahulu
Terakhir, bagi umat muslim yang masih ada utang puasa Ramadan, maka dianjurkan untuk mengqadha puasa Ramadan terlebih dahulu. Baru setelahnya bisa melaksanakan ibadah puasa Syawal sesuai dengan ketentuan.
Hal ini perlu dilakukan karena mengganti puasa Ramadan adalah wajib. Oleh karena itu, pelaksanaannya lebih diutamakan daripada puasa sunah Syawal.
Baca Juga: Tata Cara Bersuci dari Najis dan Hadas
Demikian bacaan niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis dan artinya yang bisa diamalkan. (Anne)
