Konten dari Pengguna

Beberapa Ketentuan dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa pada Masa Penjajahan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sebutkan Beberapa Ketentuan dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa, Sumber Unsplash Beth Macdonald
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sebutkan Beberapa Ketentuan dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa, Sumber Unsplash Beth Macdonald

Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dalam waktu yang lama. Berbagai kebijakan diterapkan selama masa ini. Misalnya tanam paksa dengan ketentuannya. Sebutkan beberapa ketentuan dalam pelaksanaan sistem Tanam Paksa!

Jawaban dari pertanyaan tersebut perlu diketahui oleh siswa. Jadi, siswa bisa memahami apa yang terjadi di masa penjajahan.

Beberapa Ketentuan dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa

Ilustrasi Sebutkan Beberapa Ketentuan dalam Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa, Sumber Unsplash Redicul Pict

Tanam Paksa adalah sistem yang diterapkan pada tahun 1830 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Johannes Van Den Bosch. Tujuan dari adanya sistem ini adalah untuk menunjang perekonomian Belanda yang sedang krisis

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VIII Edisi 4, Sugiharsono, dkk (2008: 56), ada beberapa ketentuan dalam pelaksanaan sistem Tanam Paksa. Berikut penjelasannnya menurut Staatblat (Lembaran Negara) Tahun 1834, No. 22.

  1. Berdasarkan persetujuan, penduduk menyediakan sebagian dari tanahnya untuk tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran dunia.

  2. Tanah yang disediakan penduduk untuk Tanam Paksa tak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.

  3. Waktu dan pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan atau ekspor (jenis tanaman untuk Tanam Paksa) tak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.

  4. Tanah yang disediakan untuk tanaman dagangan dibebaskan dari pembayaran pajak

  5. Semua hasil tanaman dagangan itu wajib diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Jika harga atau nilai hasil tanaman dagangan yang ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayarkan oleh rakyat, maka taksiran kelebihannya akan dikembalikan kepada rakyat.

  6. Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan rakyat menjadi tanggungan pemerintah

  7. Penduduk desa bekerja di berbagai tanah untuk pelaksanaan Tanam Paksa itu di bawah pengawasan langsung oleh para penguasa pribumi, sedang pegawai-pegawai Eropa melakukan pengawasan umum.

Jika dilihat dari berbagai ketentuan di atas, Tanam Paksa seharusnya menjadi sistem yang tak terlalu memberatkan rakyat. Namun akhirnya, ada berbagai penyelewengan sehingga menjadi sistem yang menyengsarakan rakyat.

Baca juga: Alasan Rakyat Pribumi Mengartikan Cultuurstelsel dengan Sebutan Tanam Paksa

Beberapa ketentuan dalam pelaksanaan sistem Tanam Paksa pada masa penjajahan bisa menjadi bahan diskusi bersama guru dan teman. Dengan demikian, pemahaman siswa dapat meningkat. (LOV)