kumparan
KONTEN PENGGUNA
23 Oktober 2018 15:17

Berita Terkini: Seperti The East Light, 3 Idol K-Pop Pernah Alami Kekerasan

The East Light, Seventeen dan Jungkook BTS. (Foto: Media Line Entertainment, Pledis Entertainment dan Big Hit Entertainment)
ADVERTISEMENT
Berita terkini banyak menceritakan seputar kontroversi kekerasan yang dialami para anggota band K-Pop, The East Light. Kontroversi kekerasan ini dimulai saat salah seorang anggota mengaku menjadi korban kekerasan dari produser hingga CEO agensinya, Media Line Entertainment.
Ia mengakui jika anggota kerap kali mendapat siksaan secara fisik hingga berbagai ancaman lain dari produser dan juga CEO agensi. Hingga kini, kontroversi tersebut masih terus bergulir dan memasuki babak lanjutan. Selain anggota The East Light, para artis K-Pop ini ternyata juga sempat menjadi korban kekerasan dari agensi.
1. Jay Park
Jay Park. (Foto: @JAYBUMAOM/Twitter)
Sebelum meraih sukses seperti sekarang, Jay Park pernah menjalani masa pelatihan dalam salah satu agensi besar di Korea Selatan, JYP Entertainment. Ia menjalani masa sulit saat pelatihan selama 3 tahun. Ia mengungkapkan, para peserta harus mengikuti segala arahan instruktur. Jika tidak sesuai, maka peserta harus siap menerima kekerasan fisik seperti dipukul ataupun ditampar. Ia menjelaskan jika budaya disana yang telah membuat hal itu terkesan biasa terjadi dan para peserta harus kuat fisik hingga mental untuk menghadapinya.
ADVERTISEMENT
2. Seventeen
Seventeen. (Foto: @pledis_17/Twitter)
Salah satu boyband terkenal, Seventeen juga pernah mengalami kekerasan dari para staf yang ada dalam agensi. Staf yang bekerja bahkan tak jarang akan memukul ataupun memaki para anggota meski hanya melakukan hal-hal sepele. Hal seperti ini bahkan sempat terekam dalam kamera hingga video itu dapat dilihat oleh para penggemar.
3. Jungkook BTS
Jungkook BTS. (Foto: @bts_bighit/Twitter)
Anggota termuda BTS, Jungkook juga diketahui pernah mendapat tindak kekerasan oleh manager. Hal ini tak sengaja terekam dalam kamera saat mengarah para salah seorang anggota lain yang sedang diwawancarai. Para penggemar yang mengetahui hal ini pun segera menuntut penjelasan dari pihak agensi. Hingga akhirnya, agensi langsung memberikan klarifikasi dan pernyataan jika staf terkait telah berhenti dari pekerjaannya.
ADVERTISEMENT
Follow akun Berita Terkini untuk mendapatkan informasi terbaru dari kumparan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan