Konten dari Pengguna

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan? Begini Penjelasannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
13 April 2024 17:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Artur
zoom-in-whitePerbesar
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Artur
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan? Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang dilakukan oleh umat Islam setelah selesai menjalani ibadah puasa Ramadan.
ADVERTISEMENT
Puasa Syawal terdiri dari enam hari yang dilaksanakan pada bulan Syawal. Berpuasa pada enam hari tersebut dianggap memiliki nilai pahala yang besar.

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan?

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Afiq
Puasa syawal adalah sebuah amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, datang setelah berakhirnya bulan Ramadan. Puasa ini dimulai pada tanggal 2 Syawal atau setelah merayakan Idul Fitri.
Namun, muncul pertanyaan "Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan?". Sebagian ulama menyatakan bahwa puasa Syawal tidak harus dilaksanakan secara berturut-turut, sehingga seseorang dapat berpuasa Syawal dengan cara yang tidak berurutan.
Puasa Syawal memiliki dasar hukum yang diperkuat oleh hadis Rasulullah saw. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw bersabda:
ADVERTISEMENT
Hadis ini menjadi landasan utama bagi umat Islam dalam melaksanakan puasa Syawal. Namun, dalam hadis tersebut tidak disebutkan secara eksplisit apakah puasa Syawal harus dilaksanakan secara berturut-turut atau tidak.
Dikutip dari situs resmi kemenag.go.id, mayoritas ulama sepakat bahwa puasa Syawal tidak harus dilaksanakan secara berturut-turut. Para ulama berpendapat bahwa puasa Syawal dapat dilakukan secara tidak berurutan sepanjang masih dalam bulan Syawal.
Pendapat ini didasarkan pada prinsip keleluasaan yang diberikan dalam melaksanakan ibadah sunah. Asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Puasa Syawal bukan hanya sekadar amalan ibadah, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam. Melalui puasa Syawal, umat Islam diberi kesempatan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan setelah berakhirnya bulan Ramadan yang penuh berkah.
ADVERTISEMENT
Selain itu, puasa Syawal juga menjadi sarana untuk menghapuskan dosa-dosa yang terjadi selama Ramadan. Puasa Syawal bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meningkatkan keimanan umat Islam.
Demikianlah penjelasan atas pertanyaan, "Bolehkah puasa Syawal tidak berurutan?". Oleh karena itu, umat Islam harus memanfaatkan kesempatan yang ada untuk terus beribadah dan memperbaiki diri di bulan yang penuh berkah ini. (Gin)