Konten dari Pengguna

Cara Membuat Terrarium Bioaktif untuk Reptil

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membuat Terrarium Bioaktif, sumber gambar unsplash/Mamun Srizon
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membuat Terrarium Bioaktif, sumber gambar unsplash/Mamun Srizon

Terrarium bioaktif adalah habitat buatan yang bisa digunakan untuk memelihara reptil. Cara membuat terrarium bioaktif perlu memperhatikan pemilihan wadah, peletakan drainase, hingga perawatan rutinnya. Adapun langkah-langkahnya yakni sebagai berikut:

  1. Gunakan wadah yang tepat: Gunakan terrarium kaca, terrarium akrilik, atau akuarium dengan tutup ventilasi. Sesuaikan ukuran tempat dengan ukuran maupun aktivitas reptil.

  2. Siapkan lapisan terrarium: Urutan lapisan dari bawah ke atas yaitu lapisan drainase berupa batu kerikil atau lava rock, lapisan separator berupa jaring plastik atau geotextile, dan lapisan substrat bioaktif berupa campuran tanah organik bebas pupuk, sphagnum moss, cocopeat, dan pasir (untuk tanah kering).

  3. Jaga habitat: Tambahkan daun kering atau serpihan kayu untuk menjaga kelembapan dan melindungi mikroorganisme.

  4. Masukkan pengurai alami: Agar ekosistem dapat berjalan, masukkan organisme pengurai, seperti isopoda (kutu kayu) yang memakan daun dan sisa kotoran atau springtail (ekor loncat) yang memakan jamur dan sisa-sisa organik.

  5. Tambahkan tanaman hidup: Masukkan tanaman untuk membantu menyaring udara. Pilih tanaman yang aman untuk reptil dan sesuai dengan kondisi habitat:

  6. Dekorasi tempat persembunyian: Untuk memperindah terrarium, tambahkan batang kayu kering, batuan alami, tempat persembunyian dari tempurung kelapa, tempat air, dan kolam mini.

Daftar isi

Jenis Tanaman Apa yang Cocok Digunakan dalam Terrarium Bioaktif?

Ilustrasi Cara Membuat Terrarium Bioaktif, sumber gambar unsplash/Nielsen Ramon

Tanaman yang digunakan harus tahan dengan kondisi terrarium dan aman untuk reptil yang dipelihara. Misalnya, seperti sansevieria, sirih gading, philodendron, atau pakis kecil. Tanaman tersebut membantu menyerap kelembapan, menyaring udara, dan memberikan tempat berlindung untuk reptil.

Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Sebelum Memasukkan Reptil ke dalam Terrarium Bioaktif?

Biarkan terrarium bioaktif tanpa penghuni selama 1-2 minggu. Tujuannya agar mikroorganisme dan pengurai bisa membentuk ekosistem yang stabil terlebih dahulu. Kemudian, reptil dapat dimasukkan dengan aman di terrarium.

Cara Mengatur Suhu dan Kelembapan di dalam Terrarium Bioaktif

Cara mengatur suhu dan kelembapan di terrarium bioaktif yakni dengan memakai termometer dan hygrometer. Tujuannya untuk mengecek kondisi suhu maupun kelembapannya.

Pasang lampu UVB dan pemanas sesuai dengan kebutuhan reptil yang dipelihara. Agar selalu lembap, semprotkan air secara berkala dan tambahkan tanaman penyerap air.

Manfaat Terrarium Bioaktif bagi Reptil

Membuat terrarium bioaktif memiliki banyak manfaat untuk reptil, di antaranya yaitu:

  • Menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan alami bagi reptil.

  • Mengurangi stres pada reptil.

  • Meningkatkan aktivitas reptil.

  • Meningkatkan kualitas udara dan kebersihan habitat melalui siklus biologis alami.

Baca juga: Terrarium Terbuka dan Tertutup, Mana yang Lebih Bagus untuk Tanaman?

Kesimpulan

  • Cara membuat terrarium bioaktif yaitu dengan menyiapkan wadah, lapisan terrarium, memasukkan pengurai alami dan tanaman hidup, serta menjaga habitat.

  • Jenis tanaman yang cocok untuk terrarium bioaktif yaitu sansevieria, sirih gading, philodendron, atau pakis kecil.

  • Cara mengatur suhu dan kelembapan di terrarium bioaktif dengan memakai termometer dan hygrometer.

  • Manfaat terrarium bioaktif yaitu menciptakan lingkungan alami, meningkatkan kualitas udara, dan aktivitas reptil. (DLA)