Konten dari Pengguna

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal, Buku, Skripsi, Web, dan Artikel

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 11 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menulis Daftar Pustaka untuk Penelitian. Foto: fizkes/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menulis Daftar Pustaka untuk Penelitian. Foto: fizkes/Shutterstock

Dalam penulisan karya ilmiah, salah satu komponen yang penting untuk dicantumkan adalah daftar pustaka. Daftar ini berisi kompilasi buku atau sumber lainnya, seperti jurnal dan website yang dijadikan rujukan saat menyusun penelitian.

Fungsi utama daftar pustaka adalah untuk memperkuat argumen yang ditulis. Daftar ini juga menjadi pembuktian bahwa informasi yang disampaikan dalam artikel didukung oleh sumber-sumber ilmiah dan resmi.

Tidak hanya itu, menuliskan sumber atau referensi rujukan juga merupakan bentuk apresiasi terhadap penulis yang karyanya telah dijadikan acuan.

Lantas, bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal, buku, dan sumber lainnya secara benar? Simak panduannya di bawah ini!

Daftar isi

Daftar isi

chevron-down

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Ilustrasi Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal. Foto: Shutter Stock

Salah satu gaya penulisan daftar pustaka yang populer dan sering dijadikan rujukan di Indonesia adalah American Psychological Association (APA) Style. Gaya ini digunakan dalam hampir seluruh karya teknis dan ilmiah.

Nah, APA Style membedakan cara menulis daftar pustaka dari jurnal ke dalam beberapa jenis, berikut contoh beserta penjelasannya.

1. Penulisan Jurnal Biasa

Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), halaman.

Contohnya:

Grady, JS, Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emosi dalam buku cerita: Perbandingan buku cerita yang menggambarkan kelompok etnis dan ras di Amerika Serikat. Psikologi Budaya Media Populer, 8 (3), 207–217.

2. Penulisan Jurnal yang Memiliki Nomor

Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), nomor jurnal.

Contohnya:

Jerrentrup, A., Mueller, T., Glowalla, U., Herder, M., Henrichs, N., Neubauer, A., & Schaefer, JR (2018). Mengajarkan kedokteran dengan bantuan “Dr. House.” PLoS ONE , 13 (3), Jurnal e0193972.

3. Jurnal dengan Informasi yang Hilang

Penulisannya tidak jauh berbeda seperti penulisan jurnal biasa. Namun, berikut contoh konkrit penulisannya apabila informasi yang hilang adalah nomor volume:

Lipscomb, AY (2021). Mengatasi trauma dalam proses penulisan esai perguruan tinggi. Jurnal Penerimaan Mahasiswa Baru, (249), 30–33.

Apabila informasi yang hilang adalah nomor terbitan jurnal, Anda bisa menulisnya seperti ini:

Sanchiz, M., Chevalier, A., & Amadieu, F. (2017). Bagaimana orang dewasa yang lebih tua dan muda mulai mencari informasi? Dampak usia, pengetahuan domain, dan kompleksitas masalah pada berbagai langkah pencarian informasi. Komputer dalam Perilaku Manusia, 72 , 67–78.

Baca Juga: 5 Perbedaan Tinjauan Pustaka dan Daftar Pustaka

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

Ilustrasi menyusun daftar pustaka dari buku. Foto: DimaBerlin/Shutterstock

Mengutip dari laman APA Style, secara umum, penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku menggunakan format berikut:

Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul buku (edisi). Nama penerbit.

Format di atas berlaku untuk buku cetak maupun buku digital (e-book). Jika e-book yang dijadikan referensi memiliki Digital Object Identifier (DOI), Anda bisa mencantumkannya setelah nama penerbit.

Berikut beberapa contoh penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku:

  • Jackson, LM (2019). Psikologi Prasangka: Dari Sikap hingga Tindakan Sosial (edisi ke-2). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/0000168-000

  • Sapolsky, RM (2017). Berperilaku: Biologi Manusia pada Saat Terbaik dan Terburuk. Penguin Books.

  • Svendsen, S., & Løber, L. (2020). Gambaran Besar/Penulisan Akademis: Panduan Satu Jam (edisi digital ke-3). Hans Reitzel Forlag. https://thebigpicture-academicwriting.digi.hansreitzel.dk/

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Skripsi atau Karya Ilmiah Lain

Ilustrasi menyusun daftar pustaka dari skripsi atau karya ilmiah lain. Foto: Pexels

Skripsi atau karya ilmiah orang lain yang sudah pernah diterbitkan secara resmi juga bisa dijadikan referensi dalam penulisan karya ilmiah Anda. Berikut format penulisannya menurut APA Style:

Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul skripsi atau karya ilmiah (Nomor publikasi) [Deskripsi karya ilmiah serta nama lembaga]. Nama penerbit. Alamat URL jika ada.

Agar semakin paham dengan teknik penulisannya, simak sejumlah contoh berikut ini:

  • Kabir, JM (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan di jaringan restoran cepat saji hamburger: Hubungan antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan (Publikasi No. 10169573) [Skripsi, Universitas Wilmington]. ProQuest Dissertations & Theses Global.

  • Miranda, C. (2019). Menjelajahi pengalaman hidup anak asuh yang memperoleh gelar sarjana: Efikasi diri, ketahanan, dan dampak pada pengembangan identitas (Publikasi No. 27542827) [Disertasi doktoral, Pepperdine University]. PQDT Open. https://pqdtopen.proquest.com/doc/2309521814.html?FMT=AI

  • Zambrano-Vazquez, L. (2016). Interaksi antara kondisi dan sifat khawatir terhadap pemantauan respons pada mereka yang memiliki gejala khawatir dan obsesif-kompulsif [Disertasi doktoral, Universitas Arizona]. Repositori Kampus UA. https://repository.arizona.edu/handle/10150/620615

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Website

Ilustrasi menyusun daftar pustaka dari website. Foto: Pexels

Penulis diperbolehkan mengambil referensi dari website saat menyusun karya ilmiah. Namun, sumbernya harus tetap dicantumkan. Berikut panduan penulisannya dikutip dari laman APA Style.

1. Penulisan daftar pustaka berdasarkan nama penulis

Nama akhir penulis, Inisial nama depan. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Judul artikel. Nama situs. URL

Contohnya:

Greenhouse, S. (2020, 30 Juli). The coronavirus pandemic has intensified systemic economic racism against black Americans. The New Yorker. https://www.newyorker.com/news/news-desk/the-pandemic-has-intensified-systemic-economic-racism-against-black-americans

2. Penulisan daftar pustaka berdasarkan lembaga

Nama lembaga. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Judul artikel. URL

Contohnya:

World Health Organization. (2018, May 24). The top 10 causes of death. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death

3. Bagaimana jika tidak tercantum nama dan lembaga dalam website?

Dikutip dari laman Scribbr, jika pada website yang dijadikan referensi tak tercantum nama dan lembaga, Anda bisa menulis dengan format seperti ini:

Judul artikel. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Nama penerbit. URL

Contohnya:

The countdown: A prophecy, crowds and a TikTok takedown. (2020, 19 Oktober). BBC News. https://www.bbc.com/news/election-us-2020-54596667

Baca Juga: 5 Contoh Daftar Pustaka dari Website

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Artikel

Ilustrasi menyusun daftar pustaka dari artikel. Foto: Pexels

Merujuk pada laman APA Style, artikel yang dijadikan referensi dalam daftar pustaka ditulis sebagaimana penulisan jurnal. Berikut format umumnya:

Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), halaman.

Contohnya:

Jerrentrup, A., Mueller, T., Glowalla, U., Herder, M., Henrichs, N., Neubauer, A., & Schaefer, J. R. (2018). Teaching medicine with the help of “Dr. House.” PLoS ONE, 13(3), Article e0193972. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0193972

Namun, jika Anda mengambil artikel dari situs di internet, maka penulisannya sama seperti format website yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya, yakni:

Nama akhir penulis, Inisial nama depan. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Judul artikel. Nama situs. URL

Contohnya:

Greenhouse, S. (2020, 30 Juli). The coronavirus pandemic has intensified systemic economic racism against black Americans. The New Yorker. https://www.newyorker.com/news/news-desk/the-pandemic-has-intensified-systemic-economic-racism-against-black-americans

Contoh dan Cara Menulis Daftar Pustaka dari Koran dan Majalah

Ilustrasi menyusun daftar pustaka dari koran dan majalah. Foto: Pexels

Format penulisan daftar pustaka yang bersumber dari koran dan majalah berbeda. Berikut perbedaannya menurut APA Style.

1. Daftar Pustaka dari Koran

Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun, tanggal terbit). Judul artikel koran. Nama koran, halaman. URL jika koran digital.

Contohnya:

Carey, B. (2019, 22 Maret). Bisakah kita menjadi lebih baik dalam melupakan? The New York Times, 22-23. https://www.nytimes.com/2019/03/22/health/memory-forgetting-psychology.html

Harlan, C. (2013, 2 April). Korea Utara berjanji untuk menghidupkan kembali reaktor nuklir yang ditutup yang dapat menghasilkan plutonium bermutu bom. The Washington Post, 5-6.

2. Daftar Pustaka dari Majalah

Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun, tanggal terbit). Judul artikel majalah. Nama majalah, volume, halaman. URL jika majalah digital.

Contohnya:

Lyons, D. (2009, 15 June). Don’t ‘iTune’ us: It’s geeks versus writers. Guess who’s winning. Newsweek, 153(24), 27.

Schaefer, N. K., & Shapiro, B. (2019, 6 September). New middle chapter in the story of human evolution. Science, 365(6457), 981–982. https://doi.org/10.1126/science.aay3550

Baca Juga: Hal-Hal yang Tidak Perlu Ditulis dalam Penulisan Daftar Pustaka

Cara Membuat Daftar Pustaka Secara Otomatis

Ilustrasi membuat daftar pustaka secara otomatis. Foto: Pexels

Untuk membuat daftar pustaka pada karya ilmiah, Anda tak perlu mengetik sumbernya satu demi satu lagi. Ada cara praktis yang bisa dilakukan, berikut panduannya:

1. Menggunakan Microsoft Word

Merujuk penjelasan pada laman Support Microsoft, berikut langkah-langkah membuat daftar pustaka secara otomatis di Microsoft Word.

1. Buka tab References yang terdapat di Word.

2. Pada grup Citations & Bibliography, klik tanda panah di samping Style, lalu pilih gaya penulisan yang Anda inginkan, seperti APA atau MLA.

3. Klik menu Reference dan Insert Citation, kemudian lakukan salah satu hal berikut:

  • Untuk menambahkan informasi sumber, klik Add New Source, lalu pilih Create Source pada kotak dialog. Klik tanda panah di samping Type of Source, lalu pilih jenis sumber yang ingin Anda gunakan, misalnya buku atau situs web.

  • Untuk menambahkan placeholder agar dapat membuat kutipan dan mengisi informasi sumber nanti, klik Add New Placeholder.

4. Untuk menambahkan informasi lebih lanjut tentang suatu sumber, klik Show All Bibliography Fields.

5. Klik OK setelah semua selesai. Sumber tersebut akan ditambahkan ke dalam daftar pustaka.

2. Menggunakan Mendeley

Merangkum laman Mendeley, begini cara menambahkan daftar pustaka secara otomatis menggunakan Mendeley.

  1. Pada tab References di Mendeley Cite, centang kotak referensi pustaka yang ingin Anda masukkan.

  2. Pilih Insert Citation untuk memasukkan referensi itu ke dalam dokumen Anda.

  3. Jika Anda ingin memasukkan beberapa referensi, cukup centang kotaknya. Kutipan akan secara otomatis diperbarui dengan format yang benar.

  4. Pilih menu More dan klik tombol Insert Bibliography untuk membuat daftar pustaka.

3. Menggunakan Zotero

Dikutip dari laman American University Washington DC, berikut cara menambahkan daftar pustaka di Microsoft Word menggunakan Zotero:

  1. Pastikan Zotero telah beroperasi perangkat Anda lalu buka dokumen Word.

  2. Klik Zotero pada menu bar.

  3. Arahkan kursor ke teks yang memuat sumber.

  4. Klik tombol Add/Edit Citation dan tunggu hingga kotak merah muncul.

  5. Mulailah mengetik informasi terkait sumber Anda di kotak merah itu, bisa berupa penulis, judul, dan sebagainya.

  6. ​Tambahkan informasi lain ke referensi Anda, seperti tanggal, nomor halaman, atau catatan.

  7. Referensi itu akan secara otomatis masuk ke dalam daftar pustaka Anda.

Baca Juga: Cara Mengurutkan Daftar Pustaka Sesuai Abjad di Word

Style Penulisan Daftar Pustaka

Ilustrasi membuat daftar pustaka. Foto: Pexels

Ada banyak gaya penulisan daftar pustaka yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, berikut beberapa di antaranya:

1. APA Style

Mengutip laman APA Style, ini adalah format pengutipan sumber yang dipatenkan oleh American Psychological Association (APA). Gaya ini ditemukan pada 1929 dan umumnya digunakan untuk sumber di bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial.

Contoh pengutipan sumber jurnal menggunakan APA Style adalah:

Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), halaman.

Grady, JS, Her, M., Moreno, G., Perez, C., & Yelinek, J. (2019). Emosi dalam buku cerita: Perbandingan buku cerita yang menggambarkan kelompok etnis dan ras di Amerika Serikat. Psikologi Budaya Media Populer, 8 (3), 207–217.

2. ASA Style

Merujuk laman American Sociological Association, ASA Style adalah format pengutipan yang dibuat khusus untuk penelitian dalam bidang Sosiologi. Gaya ini disusun oleh American Sociological Association dan memiliki format pengutipan jurnal seperti berikut:

Penulis 1 (nama belakang ditaruh di depan), Penulis 2 (nama belakang tetap di belakang), dan Penulis 3. Tahun terbit. “Judul jurnal.” Nama penerbit Nomor volume: halaman.

Aseltine, Robert H., Jr. and Ronald C. Kessler. 1993. “Marital Disruption and Depression in a Community Sample.” Journal of Health and Social Behavior 34(3):237-51.

3. Chicago Style

Menurut laman Uchicago News, Chicago Style adalah panduan gaya dan penggunaan Bahasa Inggris-Amerika yang diterbitkan secara berkelanjutan oleh University of Chicago Press sejak tahun 1906. Saat ini, panduan ini digunakan secara luas dalam banyak disiplin akademis, khususnya di wilayah Amerika.

Berikut format penulisan sumber jurnal menggunakan Chicago Style dikutip dari laman Chicago Manual of Style:

Nama penulis, "Judul artikel jurnal,” Nama penerbit Nomor volume (Tahun): Halaman, DOI.

Hyeyoung Kwon, “Inclusion Work: Children of Immigrants Claiming Membership in Everyday Life,” American Journal of Sociology 127, no. 6 (2022): 1842–43, https://doi.org/10.1086/720277

Tujuan Penulisan Daftar Pustaka

Ilustrasi menulis daftar pustaka. Foto: Amnaj Khetsamtip/Shutterstock

Neeraja Sankaran, Ph.D dalam laman Falcon Scientific Editing menjelaskan bahwa tujuan penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut.

1. Alat Pemeriksaan Fakta

Ketepatan sangatlah penting dalam setiap tulisan, terutama ketika tulisan tersebut berbentuk karya ilmiah. Dengan adanya daftar pustaka, pembaca bisa langsung memeriksa fakta terkait data yang disampaikan atau bagian yang diparafrase.

2. Menunjukkan Kredibilitas Anda sebagai Peneliti

Daftar pustaka merupakan kompilasi berbagai sumber yang telah dibaca. Dengan mencantumkannya dalam penelitian, orang-orang bisa percaya bahwa Anda adalah peneliti yang berwawasan luas.

Hal tersebut juga secara tidak langsung membangun membangun kredibilitas Anda di mata pembaca. Semakin akurat penelitian dan argumen yang didokumentasikan, semakin baik pula reputasi Anda.

3. Menghindari Plagiarisme dan Menghargai Penulis yang Dijadikan Rujukan

Mengutip laman Guides Library UNK, dengan menulis daftar pustaka, Anda dianggap mengakui bahwa ide atau kutipan yang ditulis berasal dari pemikiran orang lain. Jadi, tak akan tuduhan plagiarisme dari pembaca.

Selain itu, ini juga cara untuk menghargai karya ilmiah dari penulis lainnya. Mengutip penelitian mereka tanpa mencantumkan namanya sama dengan mencuri dan tidak menghargai jerih payah mereka dalam menciptakan karyanya.

Baca Juga: Fungsi Daftar Pustaka dan Tujuan Pembuatannya

Cara Menulis Kutipan

Ilustrasi membuat daftar pustaka. Foto: Pexels

Menambahkan kutipan dari sumber lain saat menulis karya ilmiah memiliki format tersendiri. Berikut contoh-contohnya:

1. APA Style

Dalam beberapa kasus, tingkat hierarki tempat karyawan bekerja secara signifikan memengaruhi perilaku mereka dalam kelompok kerja (Mellers, Ortiz, & Smoot, 2006).

2. ASA Style

Dalam penelitian ilmiahnya, Dr. Seuss (2007) mengamati bahwa “rubah coklat yang gesit melompati anjing pemalas.”

3. Chicago Style

Meskipun beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang dengan terjadinya insiden amukan di jalan (Butters 2005, Ashbridge, 2006), satu penelitian (Fierro, Moreales, dan Alvarez, 2011) menemukan "tidak ada variabel yang berhubungan dengan konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang yang berhubungan dengan pengalaman menjadi korban amukan di jalan." (421).

(DEL)