Konten dari Pengguna

Definisi Okupasional dan Perbedaannya dengan Volunteer

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Okupasional adalah. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Okupasional adalah. Sumber: unsplash.com

Dalam ilmu sosiologi, individu yang ada dalam masyarakat terbagi menjadi berbagai kelompok. Contohnya seperti kelompok okupasional dan volunteer. Secara umum, okupasional adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari anggota dengan karakteristik dan tujuan yang sama.

Lantas, apa perbedaannya dengan kelompok volunteer? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Baca Juga: Pengertian Kelompok Formal dan Informal sebagai Kelompok Sosial

Definisi Kelompok Okupasional dan Volunteer

Okupasional adalah. Sumber: unsplash.com

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai definisi dan perbedaan antara kelompok okupasional dan volunteer yang dikutip dari buku Pengantar Sosiologi karya Trisni Andayani, Ayu Febryani, dan Dedi Andriansyah (2020:205).

1. Kelompok Okupasional

Kelompok okupasional adalah kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang dengan profesi sejenis. Umumnya, kelompok ini bisa muncul pada masyarakat yang heterogen. Hal ini terjadi karena adanya sistem pembagian kerja yang dibentuk berdasarkan spesialisasi antar individu.

Oleh karena itulah, akhirnya muncul kelompok-kelompok profesi yang terdiri dari kalangan profesional. Kemudian kelompok tersebut seolah-olah akan memiliki monopoli terhadap bidang ilmu maupun teknologi tertentu.

Adapun contoh dari kelompok okupasional di masyarakat adalah adanya kelompok profesi yang terdiri dari orang-orang dengan profesi yang sama. Misalnya, Ikatan Dokter Indonesia, Serikat Pekerja, asosiasi sarjana farmasi, dan lainnya.

2. Kelompok Volunteer

Kelompok volunteer adalah kelompok sosial yang mencakup orang-orang yang memiliki kepentingan sama, tetapi tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang daya jangkauannya luas. Kelompok ini mencoba untuk memenuhi kebutuhan setiap anggotanya dengan kemampuan yang mereka miliki. Dengan begitu, maka kehadiran kelompok volunteer tidak mengganggu kepentingan masyarakat secara luas.

Kelompok volunteer ini sangat mungkin terbentuk berdasarkan pada kepentingan primer yang mencakup berbagai faktor, seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan, keselamatan jiwa dan harta benda, mengembangkan potensi, harga diri, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, kepentingan primer pada kelompok volunteer juga mencakup berbagai kepentingan sekunder lainnya, seperti kebutuhan rekreasi. Hal inilah yang kemudian membentuk berbagai kelompok volunteer yang berkembang di antara kelompok-kelompok sosial lainnya.

Adapun contoh kelompok volunteer antara lain Palang Merah Indonesia, yayasan panti asuhan, kelompok amal, relawan internasional, pemerhati lingkungan, dan lainnya.

Itulah penjelasan mengenai kelompok okupasional dan volunteer dalam sosiologi. (Anne)