Integrasi Sosial dalam Kelompok yang Tingkat Kemajemukannya Tinggi

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terjadinya integrasi sosial dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam kelompok yang tingkat kemajemukannya tinggi, integrasi sosial akan berbeda dengan kelompok homogen.
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat, sehingga menjadi satu kesatuan. Integrasi sosial akan terbentuk berdasarkan kesepakatan masyarakat.
Dalam Kelompok yang Tingkat Kemajemukannya Tinggi, Integrasi Sosial akan Sulit Dicapai, Ini Penjelasannya!
Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya integrasi sosial. Dalam kelompok yang tingkat kemajemukannya tinggi, integrasi sosial kemungkinan akan berjalan lebih lambat.
Diambil dari buku Sosiologi Jilid 2, Kun Maryati (2007:68), faktor-faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat terjadinya integrasi sosial adalah sebagai berikut.
1. Homogenitas Kelompok
Dalam kelompok atau masyarakat yang tingkat kemajemukannya rendah, integrasi sosial akan mudah dicapai. Sebaliknya, dalam kelompok atau masyarakat majemuk, integrasi sosial akan sulit dicapai dan memakan waktu yang sangat lama.
Semakin homogen suatu kelompok atau masyarakat, semakin mudah pula proses integrasi sosial. Contoh kelompok yang homogen adalah masyarakat dalam satu suku bangsa.
2. Jumlah Kelompok
Umumnya, dalam kelompok yang kecil tingkat kemajemukan anggotanya relatif rendah, sehingga integrasi sosialnya akan lebih mudah tercapai.
Hal ini disebabkan dalam kelompok kecil, hubungan sosial antaranggotanya terjadi secara intensif, sehingga komunikasi dan tukar-menukar budaya akan makin cepat.
Dengan demikian, penyesuaian atas perbedaan-perbedaan dapat lebih cepat dilakukan. Sebaliknya, dalam kelompok besar yang tingkat kemajemukannya relatif tinggi, integrasi sosial akan sulit dicapai.
3. Mobilitas Geografis
Anggota kelompok yang baru datang tentu harus menyesuaikan diri dengan identitas masyarakat yang ditujunya. Namun, semakin sering anggota masyarakat datang dan pergi, akan semakin sulit pula proses integrasi sosial.
Sementara itu, dalam masyarakat yang mobilitasnya rendah seperti daerah atau suku terisolasi, integrasi sosial dapat cepat terjadi.
4. Efektivitas Komunikasi
Efektivitas komunikasi yang baik dalam masyarakat juga dapat mempercepat integrasi sosial. Semakin efektif komunikasi berlangsung, semakin cepat integrasi sosial tercapai.
Sebaliknya, semakin tidak efektif komunikasi yang berlangsung antaranggota masyarakat, semakin lambat dan sulit integrasi sosial dapat tercapai.
Baca juga: 3 Bentuk Integrasi Sosial beserta Contohnya
Integrasi sosial dapat berlangsung secara singkat atau lambat. Dalam kelompok yang tingkat kemajemukannya tinggi, integrasi sosial akan sulit dicapai dalam waktu singkat. (DK)
