Konten dari Pengguna

Kegiatan Terpadu untuk Menanggulangi Masalah Kurang Kalori Protein

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein. Foto: Pexels/cottonbro studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein. Foto: Pexels/cottonbro studio

Gizi merupakan salah satu kebutuhan manusia. Ada banyak sekali gizi yang diperlukan, salah satunya protein. Perlu diketahui, suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein disebut UPGK.

Adanya kegiatan tersebut untuk meningkatkan dan memperbaiki gizi seluruh keluarga. Sehingga, warga yang kekurangan gizi dapat dihindari.

Kegiatan Terpadu yang Bertujuan Terutama untuk Menanggulangi Masalah Kurang Kalori Protein

Ilustrasi suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein. Foto: Pexels/Monstera Production

UPGK adalah singkatan dari Usaha Perbaikan Gizi Keluarga, yakni kegiatan masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta masyarakat dan didukung kegiatan lintas sektoral.

Sedangkan dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP/MTs Kelas VII oleh Muhajir (2017), suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein disebut UPGK.

Adanya UPGK sendiri sebagai usaha keluarga untuk memperbaiki gizi seluruh keluarga bersama masyarakat dengan bimbingan petugas. Sedangkan tujuan khusus dari UPGK yakni:

1. Perbaikan Keadaan Gizi Keluarga

  • Balita naik berat badannya setiap bulan.

  • Tidak ada balita penderita Kekurangan Energi dan Protein (KEP)

  • Tidak ada ibu hamil menderita kurang darah

  • Tidak ada bayi lahir menderita Kretin atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

  • Tidak ada penderita Kekurangan Vitamin A (KVA)

  • Tidak ada lagi Wanita Usia Subur (WUS) menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang badanya sangat kurus.

2. Partisipasi dan Pemerataan Kegiatan

  • Semua anggota masyarakat ikut serta dalam kegiatan UPGK

  • Kegiatan meluas ke semua dukuh atau banjar, RT, RK, RW, kampung maupun dusun

  • UPGK dilakukan oleh, dari dan untuk masyarakat

Sasaran Utama UPGK

Ilustrasi sasaran utama UPGK. Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Sasaran utama dari UPGK terbagi menjadi dua golongan, sebagai berikut:

1. Sasaran Langsung

Sasaran langsung adalah perorangan atau keluarga untuk mewujudkan keluarga sadar gizi. Adapun segmentasi dari sasaran langsung yakni:

  • Wanita Usia Subur (WUS)

  • Ibu Hamil

  • Ibu Menyusui

  • Bayi

  • Ibu yang mempunyai Balita

  • Balita

2. Sasaran Tidak Langsung

Sasaran tidak langsung adalah perorangan atau institusi yang diharapkan dapat membantu secara aktif sebagai pengajar (motivator) maupun sebagai penyedia jasa UPGK. Pihak tersebut terdiri dari:

Kelompok yang mempunyai pengaruh dan menentukan dalam proses pengambilan keputusan seperti: pemuka masyarakat baik formal maupun informal (pemuka agama, kepala adat, dan lain-lain)

Kelompok/institusi masyarakat di tingkat desa, KPD, KWT, PKK, Pramuka, Karang Taruna, LSM, LKMD, Lembaga Agama, Kader dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kunci Jawaban PJOK Kelas 7 Halaman 306 Lengkap dengan Soal Latihannya

Nah, sekarang sudah mengetahui tentang suatu paket kegiatan terpadu yang bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein disebut UPGK bukan? Semoga penjelasan di atas bermanfaat dalam memahami usaha perbaikan gizi di Indonesia.(MZM)