Konsep Bhinneka Tunggal Ika dan Contoh Pengamalannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep Bhinneka Tunggal Ika mengedepankan nilai luhur di masyarakat, khususnya mengenai keberagaman. Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.
Bagi bangsa Indonesia, semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Perwujudan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan cara hidup saling menghargai.
Konsep Bhinneka Tunggal Ika
Dikutip dari buku Indonesiaku Bhinneka Tunggal Ika, Isra Widya Ningsih, dkk (2022: 1), Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang penuh dengan keanekaragaman yang terdiri dari beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan, dan lain-lain.
Keberagaman ini dibingkai dalam sebuah semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Konsep Bhinneka Tunggal Ika mengedepankan nilai luhur di masyarakat, khususnya mengenai keberagaman.
Bhineka Tunggal Ika menggambarkan konsep bahwa meskipun Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan budaya, bangsa Indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keberagaman tersebut diakui, dihargai, dan disatukan dalam semangat persatuan.
Saat Indonesia merdeka, para pendiri bangsa mencantumkan kalimat Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia yang dapat dilihat pada lambang negara Garuda Pancasila.
Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Contoh Pengamalan Konsep Bhineka Tunggal Ika
Indonesia memiliki banyak sekali perbedaan, tetapi membuatnya terlihat harmonis, indah, dan kaya akan keberagaman. Hal ini menjadi daya tarik dan ciri khas tersendiri. Adapun contoh pengamalan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut:
Berteman dengan siapa saja tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun adat.
Toleransi antar umat beragama ketika perayaan hari besar keagamaan.
Bersedia memberi waktu kepada teman untuk menunaikan ibadah sesuai agama masing-masing di tengah kerja kelompok.
Menolong teman tanpa menbeda-bedakannya.
Bekerja sama menjaga persatuan seluruh anggota kelas.
Saling memahami dan toleransi satu sama lain.
Baca Juga: Perwujudan Bhinneka Tunggal Ika dalam Sila Pancasila
Itulah penjelasan mengenai konsep Bhinneka Tunggal Ika yang mengedepankan nilai luhur di masyarakat tanpa menghilangkan budaya-budaya setempat. (Umi)
