Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 140 Kurikulum Merdeka tentang Kearifan Lokal

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latihan soal menjadi tugas PKN untuk siswa kelas 9. Kunci jawaban PKN kelas 9 halaman 140 Kurikulum Merdeka akan diberikan setelah soal selesai dikerjakan dengan baik.
Latihan soal akan menguji kemampuan siswa dalam memahami materi. Berdasarkan kunci jawaban, siswa dapat mengetahui kesalahannya dalam menjawab soal yang diberikan.
Soal dan Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 140 Kurikulum Merdeka
Kearifan Lokal adalah tema kunci jawaban PKN kelas 9 halaman 140 Kurikulum Merdeka. Diambil dari buku Pasti Bisa PKN untuk SMP/MTs Kelas IX, Tim Ganesha Operation (2019:71), kearifan lokal adalah gagasan, nilai, atau pandangan di suatu daerah yang diikuti dan dipercaya oleh masyarakatnya, serta diwariskan secara turun-temurun.
Soal dan kunci jawaban PKN halaman 140 Kurikulum Merdeka untuk siswa kelas 9 adalah sebagai berikut.
Soal:
Apakah dongeng memiliki peran dalam melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia?
Bagaimana tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dapat dilestarikan melalui dongeng?
Pada era modern saat ini bagaimana dongeng dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia?
Tulislah dongeng sederhana daerahmu. Kamu bebas menulis dongeng dengan tema apa pun!
Kunci Jawaban:
Dongeng memiliki peran dalam usaha melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya di Indonesia melalui budaya bertutur untuk merawat peradaban dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan turun-temurun.
Tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dapat dilestarikan melalui dongeng dengan menceritakannya kepada generasi muda.
Menceritakan kepada generasi muda untuk membangun keakraban sehingga anak dapat lebih terbuka.
Panen Pisang
Di suatu hari, Kura-kura dan Monyet ingin menanam pisang. Mereka tidak ingin kekurangan makanan jika musim kemarau tiba.
"Kapan kita menanamnya?" tanya Kura-kura. "Besok saja. Kita bertemu di kebun. Benihnya kita cari sendiri-sendiri." Esoknya, Kura-kura sudah menyiapkan makanan, cangkul, serta anak pohon pisang. Monyet membawa jantung pisang untuk ditanam.
"Kenapa jantungnya?" tanya Kura-kura. "Menanam pisang itu harus anaknya. Kalau anaknya yang ditanam, pasti lama. Kalau jantungnya, pasti cepat keluar buahnya."
Walaupun sudah diberi tahu, tapi Monyet tetap yakin dengan pendapatnya. Beberapa bulan kemudian, hati Kura-kura senang saat melihat pohon pisangnya sudah besar.
Jantung pisang punya Monyet sama sekali tidak tumbuh. "Dua hari lagi pisangnya sudah matang. Kalau mau membantu, nanti aku beri sebagian," kata Kura-kura.
Monyet yang iri segera berniat jahat. Pikiran liciknya muncul saat melihat pohon pisang Kura-kura. "Boleh, aku akan membantu,"
Dua hari kemudian, mereka pergi memanen pisang. Monyet langsung menghampiri pohon pisang, dan memetiknya dalam waktu singkat. Pisang yang dipetik terakhir dilemparkan ke bawah.
Monyet bermaksud mengalihkan perhatian Kura-kura. Saat Kura-kura memunguti pisang, Monyet kabur membawa karung berisi pisang.
Rupanya, karung yang diberikan ke Monyet sudah dilubangi. Pisang pun banyak yang berjatuhan. Monyet menyadari sesuatu yang ganjil. Karung yang dibawanya ringan. Ternyata, karungnya berlubang.
Pesan moral pada dongeng ini adalah orang yang serakah tidak akan pernah merasa cukup, meskipun memiliki harta yang sudah cukup banyak untuk dirinya sendiri.
Baca juga: Kunci Jawaban PPKN Kelas 9 Halaman 39 tentang Upaya dan Tujuan Indonesia
Demikian soal dan kunci jawaban PKN kelas 9 halaman 140 Kurikulum Merdeka. Siswa diharapkan dapat terbantu dalam memahami materi tentang Kearifan Lokal.(DK)
