Latar Belakang Telur Asin, Kudapan Gurih yang Disukai Banyak Orang

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telur asin merupakan salah satu kudapan favorit di Indonesia. Telur dengan rasa gurih cenderung asin tersebut adalah hasil proses pengawetan telur bebek dengan sejumlah garam. Latar belakang telur asin di Indonesia terjadi di Pulau Jawa.
Bukan hanya menjadi lokasi sejarah telur asin, Pulau Jawa pun mempunyai kota yang dengan julukan “Kota Telur Asin”. Kota tersebut adalah Kota Brebes di Jawa Tengah.
Latar Belakang Telur Asin, Kudapan Gurih dari Telur Bebek
Telur asin merupakan hasil pengawetan telur bebek sehingga mempunyai daya simpan lebih lama. Bahan makanan yang kerap menjadi kudapan, menu pendamping nasi, rawon, pecel, dan aneka masakan lainnya itu memiliki latar belakang yang menarik.
Latar belakang telur asin berlangsung sejak ratusan tahun silam. Dikutip dari buku Panduan Mudah dan Praktis Membuat Olahan dari Telur Asin yang Bergizi, Tri (2023: 3 – 4), etnis Tionghoa masuk ke Brebes sekitar abad ke-18, yakni satu abad sebelum pandai toko pertama telur asin ditancapkan ke tanah.
Perjalanan waktu membuat masyarakat Tionghoa pada masa itu mengenal berbagai makanan termasuk telur asin. Semula, telur asin merupakan suguhan dalam sesaji peribadatan warga Tionghoa. Telur asin bahkan menjadi menu yang wajib ada.
Masyarakat menjadikan telur asin sebagai simbol kesuburan untuk Dewa Bumi. Pada masa itu, pengasinan merupakan satu-satunya cara membuat makanan lebih awet.
Berawal dari sesaji, masyarakat Tionghoa kemudian menjadikan telur asin sebagai bagian dari kekuatan ekonomi pada masa transisi setelah kemerdekaan. Telur asin pun menjadi bagian perekonomian masyarakat Tionghoa.
Telur Asin Kian Menjamur di Pulau Jawa
Telur asin yang telah populer menjadi bagian perekonomian membuatnya terus bertransformasi. Masyarakat Brebes mulai mengenal telur asin sekitar tahun 1960-an.
Mengutip dari buku yang sama karya Tri (2023: 5), bukan hanya keturunan Tionghoa, masyarakat pribumi sudah bisa membuat telur asin secara mandiri. Masyarakat pribumi dan keturunan Tionghoa pun hidup rukun.
Sejak masa itu, Brebes menjadi wilayah yang terkenal sebagai penghasil telur asin. Walaupun banyak tersedia di Brebes, telur bebek dengan rasa gurih itu juga tersebar di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Beberapa bukti adalah telur asin kerap menjadi pelengkap hidangan khas Jawa, seperti soto ayam, rawon, dan nasi pecel. Padahal rawon bukan makanan khas Brebes, melainkan makanan khas Jawa Timur.
Baca juga: Cara Pembuatan Telur Asin Sendiri di Rumah yang Praktis
Latar belakang telur asin di Indonesia memiliki sejarah panjang. Makanan yang semula bagian dari sesaji tersebut bertransformasi menjadi nilai ekonomi. Telur asin kemudian menjadi pelengkap hidangan masakan Nusantara. (AA)
