Konten dari Pengguna

Listrik Dinamis: Pengertian dan Istilah-istilahnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi listrik dinamis. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi listrik dinamis. Sumber: www.unsplash.com.

Listrik dinamis adalah aliran listrik yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak. Listrik dinamis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Contoh rangkaian listrik dinamis adalah laptop, ponsel, kipas angin, bahkan saat ini termasuk kendaraan.

Memahami listrik dinamis tidak hanya berlaku untuk siswa dalam mata pelajaran Fisika tapi juga untuk mendukung kesadaran hemat energi. Ada banyak sumber penghematan dalam rangkaian listrik dinamis yang belum diketahui masyarakat.

Pengertian Listrik Dinamis

Dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX (2018) yang ditulis oleh Ziti Zubaidah dan kawan-kawan, ada 3 hal penting dalam memahami listrik dinamis, yaitu:

  1. Arus listrik

  2. Hantaran listrik

  3. Rangkaian listrik

Untuk menghasilkan arus listrik dibutuhkan sumber energi listrik yang berasal dari matahari, air, angin dan bioenergi dan sebagainya. Sumber energi listrik yang didapatkan lalu diubah menjadi sumber aliran arus listrik melalui pembangkit listrik yang dapat berupa generator, baterai, aki dan buah-buahan yang mengandung asam.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada 3 jenis bahan yang sifatnya berhubungan dengan hantaran listrik, yaitu:

  1. Konduktor, yaitu penghantar listrik terbaik karena memiliki hambatan terkecil.

  2. Isolator, yaitu bahan yang memiliki hambatan terbesar, bahkan tidak bisa menghantarkan listrik.

  3. Semikonduktor, yaitu bahan yang dapat bersifat konduktor maupun isolator penambahan bahan lain.

Mudah atau tidaknya arus listrik mengalir melalui suatu bahan dinyatakan dalam hukum Ohm. Bunyi hukum Ohm adalah kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial di kedua ujung pernghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya.

Jika ditulis dalam rumus adalah I = V/R.

  • I: kuat arus (Ampere/A)

  • V: beda potensial (Volt/I)

  • R: hambatan (Ohm/Ω)

Sedangkan rangkaian listrik dalam listrik dinamis ada 2, yaitu: seri dan paralel.

Baca juga: Persamaan dan Perbedaan antara Listrik Statis dan Listrik Dinamis

Istilah-istilah dalam Listrik Dinamis

Ilustrasi listrik dinamis. Sumber: www.unsplash.com.

Berikut adalah istilah-istilah lain yang muncul jika membahas listrik dinamis, yaitu:

  • Ohm: satuan untuk besaran hambatan atau resistor dengan symbol Ω.

  • Ohmmeter: alat pengukur resistensi.

  • Simon George Ohm: penemu hubungan arus listrik dengan beda potensial.

  • AC: Alternating Current, yaitu sumber arus bolak-balik.

  • DC: Direct Current, yaitu sumber arus bolak-balik.

  • Hukum Kirchhoff: arus listrik yang keluar masuk melalui titik cabang penghantar kawat tersebut besarnya sama.

  • Bioenergi: energi yang berasal dari biomassa, yaitu bahan organik yang berasal dari makhluk hidup

Dengan memahami listrik dinamis, maka masyarakat harus berhati-hati jika berada dekat dengan peralatan elektronik agar tidak tersetrum. Masyakarat juga harus makin hemat listrik dengan mematikan seluruh rangkaian listrik yang tidak perlu. (LUS)