Macam-macam Tanda Kecakapan Khusus dalam Pramuka di Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Dani dan Budi (2015: 39) dalam bukunya yang berjudul Buku Panduan Pramuka Siaga menjelaskan bahwa Pramuka adalah sebutan bagi anggota gerakan pramuka yang meliputi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega. Dalam pramuka, dan ada macam-macam tanda kecakapan khusus yang perlu diketahui.
Secara garis besar, kepramukaan merupakan sebuah sistem pendidikan. Kegiatan Pramuka mengajarkan anggotanya untuk disiplin, percaya diri, kerja sama, dan terampil. Oleh sebab itu, pada beberapa kesempatan ada Tanda Kecakapan Khusus (TKK) yang akan diberikan kepada anggota pramuka yang telah melakukan tugas tertentu.
Tanda Kecakapan Khusus yang Wajib dalam Pramuka
Pada pembahasan ini, kita akan mengulas tentang Tanda Kecakapan Khusus dalam Pramuka di Indonesia. Firmansyah (2014: 59) dalam bukunya yang berjudul Panduan Resmi Pramuka menjelaskan bahwa ada sepuluh Tanda Kecakapan Khusus yang wajib. TTK itu adalah sebagai berikut.
Gerak Jalan
Juru Kebun
Juru Masak
Keamanan Kampung
P.P.P.K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaaan)
Penabung
Pengamat
Pengatur Rumah
Penjahit
Sepuluh TKK wajib tersebut dapat diperoleh anggota Pramuka dengan menyelesaikan misi-misi tertentu. Adapun tiga contoh penyelesaian misi untuk mendapatkan TKK wajib, yaitu:
TKK Berkemah dapat diperoleh dengan berkemah atau bermalam di alam. Seorang Pramuka harus memiliki keterampilan dalam bidang membangun, mendirikan, dan merapikan tenda atau kemah yang ditempatinya.
TKK Gerak Jalan dapat diperoleh ketika seorang Pramuka mengikuti gerak jalan. Biasanya, gerak jalan ini juga menjadi salah satu rangkaian saat berkemah. Gerak jalan membutuhkan kesehatan yang baik, ketangkasan, serta kesesuaian tempo dalam berjalan sehingga tidak ada anggota yang tertinggal.
TKK Penjahit biasanya didapatkan ketika anggota Pramuka ditugaskan untuk menjahit selimut, baju, bendera, atau kain-kain lain yang sobek. Melalui keterampilan ini, seseorang akan terbiasa untuk memperbaiki barang yang masih bisa dipakai dan melatih motorik untuk bekerja secara rapi.
Jika dibayangkan sepuluh TKK tersebut memang memerlukan proses panjang dan tenaga. Namun, ingatlah hal positif dibaliknya, yaitu akan mendapatkan keterampilan, pengalaman, serta kiat manajemen diri yang baik melalui kegiatan kepramukaan.
Jika di sekolahmu sudah diperbolehkan berkegiatan Pramuka, tetaplah menerapkan protokol kesehatan 5 M dan vaksinasi, ya! Supaya diri dan orang sekitar tetap terlindungi dari bahaya penularan virus corona. (AA)
