Konten dari Pengguna

Makna Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Memiliki Makna Berkelanjutan  Sumber Unsplash/Joanna Kosinska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Memiliki Makna Berkelanjutan Sumber Unsplash/Joanna Kosinska

Kontinuitas adalah salah satu prinsip dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran. Prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna yang berkaitan dengan prinsip lainnya.

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Fungsi asas atau landasan pengembangan kurikulum adalah seperti fondasi suatu bangunan yang harus dibuat dengan kukuh.

Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Memiliki Makna Berkelanjutan

Ilustrasi Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Memiliki Makna Berkelanjutan Sumber Unsplash/Ivan Aleksic

Pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran. Berdasarkan buku Kurikulum dan Pembelajaran, Wina Sanjaya (2008:41), prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna sebagai berikut.

1. Prinsip Kontinuitas

Prinsip ini mengandung pengertian bahwa perlu dijaga saling keterkaitan dan kesinambungan antara materi pelajaran pada berbagai jenjang dan jenis program pendidikan.

Untuk menjaga agar prinsip kontinuitas itu berjalan, perlu ada kerja sama antara pengembang kurikulum pada setiap jenjang pendidikan.

2. Prinsip Efektivitas

Prinsip efektivitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan, dan dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu pengembangan kurikulum.

Pertama, efektivitas yang berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Kedua, efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar.

3. Prinsip Efisiensi

Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, sarana, dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.

Kurikulum dikatakan memiliki tingkat efisiensi yang tinggi apabila dengan sarana, biaya yang minimal dan waktu yang terbatas, dapat memperoleh hasil yang maksimal.

4. Prinsip Relevansi

Kurikulum merupakan rel-nya pendidikan untuk membawa siswa agar dapat hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

Pendidikan juga membekali siswa, baik dalam bidang pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat.

Oleh sebab itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disusun dalam kurikulum harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

5. Prinsip Fleksibilitas

Kurikulum harus bersifat lentur atau fleksibel. Artinya, kurikulum itu harus bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. Prinsip fleksibilitas memiliki dua sisi, yaitu.

  1. Fleksibel bagi guru, yang artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada.

  2. Fleksibel bagi siswa, artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa.

Baca juga: Mengenal Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar

Prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna berkesinambungan. Tujuannya agar tidak terjadi pengulangan materi yang membuat pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien.(DK)