Makna Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kontinuitas adalah salah satu prinsip dalam mengembangkan kurikulum pembelajaran. Prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna yang berkaitan dengan prinsip lainnya.
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan. Fungsi asas atau landasan pengembangan kurikulum adalah seperti fondasi suatu bangunan yang harus dibuat dengan kukuh.
Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Memiliki Makna Berkelanjutan
Pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran. Berdasarkan buku Kurikulum dan Pembelajaran, Wina Sanjaya (2008:41), prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna sebagai berikut.
1. Prinsip Kontinuitas
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa perlu dijaga saling keterkaitan dan kesinambungan antara materi pelajaran pada berbagai jenjang dan jenis program pendidikan.
Untuk menjaga agar prinsip kontinuitas itu berjalan, perlu ada kerja sama antara pengembang kurikulum pada setiap jenjang pendidikan.
2. Prinsip Efektivitas
Prinsip efektivitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan, dan dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. Terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu pengembangan kurikulum.
Pertama, efektivitas yang berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas. Kedua, efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar.
3. Prinsip Efisiensi
Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, sarana, dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.
Kurikulum dikatakan memiliki tingkat efisiensi yang tinggi apabila dengan sarana, biaya yang minimal dan waktu yang terbatas, dapat memperoleh hasil yang maksimal.
4. Prinsip Relevansi
Kurikulum merupakan rel-nya pendidikan untuk membawa siswa agar dapat hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
Pendidikan juga membekali siswa, baik dalam bidang pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat.
Oleh sebab itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disusun dalam kurikulum harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
5. Prinsip Fleksibilitas
Kurikulum harus bersifat lentur atau fleksibel. Artinya, kurikulum itu harus bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. Prinsip fleksibilitas memiliki dua sisi, yaitu.
Fleksibel bagi guru, yang artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada.
Fleksibel bagi siswa, artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa.
Baca juga: Mengenal Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar
Prinsip kontinuitas dalam pengembangan kurikulum memiliki makna berkesinambungan. Tujuannya agar tidak terjadi pengulangan materi yang membuat pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien.(DK)
