Memahami 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten di Masa Lampau

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
27 Oktober 2023 17:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Jelaskan 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten. Sumber: Unsplash/Will van Wingerden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten. Sumber: Unsplash/Will van Wingerden
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jelaskan 4 penyebab runtuhnya Kerajaan Islam Banten di masa lampau! Instruksi seperti itu biasanya muncul dalam pembahasan sejarah, khususnya sejarah kerajaan Islam yang ada di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Islam Banten terletak di Provinsi Banten. Kerajaan yang berdiri pada tahun 1526 M itu terbilang sukses dalam menyebarkan agama Islam. Namun, kerajaan tersebut mengalami keruntuhan setelah peperangan hebat di tahun 1681 M.

Sejarah Kerajaan Islam Banten

Ilustrasi Jelaskan 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten. Sumber: Unsplash/Stefan Steinbauer
Keberadaan Kerajaan Islam Banten merupakan salah satu catatan sejarah yang selalu melekat bagi Indonesia. Kerajaan tersebut berdiri sekitar tahun 1526 M, yakni ratusan tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.
Kerajaan Islam Banten didirikan oleh Sunan Gunung Jati dengan bantuan Fatahillah. Kerajaan yang terletak di Provinsi Cirebon itu termasuk kerajaan yang berkembang.
Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Murodi (2016: 33), berkembangnya Kerajaan Islam Banten didorong oleh banyaknya kapal dagang yang lewat di perairan Banten.
ADVERTISEMENT
Layaknya sebuah kerajaan, pemimpin dari Kerajaan Islam Banten pun silih berganti. Pergantian tersebut terjadi dari generasi ke generasi. Salah satu contoh adalah pergantian dari Sultan Hasanuddin kepada putranya, Maulana Yusuf di tahun 1570 M.
Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, Kerajaan Islam Banten mulai melakukan penyebaran agama Islam ke wilayah Pajajaran. Setelah sukses menguasai wilayah Jawa Barat, Maulana Yusuf meninggal dunia pada tahun 1580 M.
Kepemimpinan pun diteruskan oleh anaknya yang bernama Maulana Muhammad. Alur kepemimpinan Kerajaan Islam Banten terus berganti hingga tiba pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.
Sultan Ageng Tirtayasa merupakan tokoh yang sangat anti Belanda. Namun, sikapnya tidak disetujui oleh anaknya yang bernama Abdul Kahar (Sultan Haji).
Selisih paham antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji menjadi cikal bakal runtuhnya kerajaan tersebut. Mengutip dari buku yang sama, Murodi (2016: 35), Sultan Haji dimanfaatkan oleh Belanda untuk menyerang Banten.
ADVERTISEMENT
Sultan Haji pun meminta bantuan kepada Belanda untuk melawan ayahnya hingga terjadi peperangan hebat di tahun 1681 M. Sultan Haji menang karena mendapat bantuan Belanda, sedangkan Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Belanda pada tahun 1683 M.
Setelah Sultan Ageng Tirtayasa meninggal di tahun 1692 M, pemerintahan berada di tangan Sultan Haji yang pro terhadap Belanda. Namun, pemerintahan tidak berkembang karena selalu diatur oleh Belanda.
Kerajaan tersebut akhirnya dihapuskan oleh Gubernur Jenderal Daendels. Sejak saat itu, kabar Kerajaan Islam Banten tidak terdengar lagi di Nusantara.

Jelaskan 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten di Masa Lampau!

Ilustrasi Jelaskan 4 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Islam Banten. Sumber: Unsplash/Peter Herrmann
Setelah menyimak sejarah Kerajaan Islam Banten secara singkat, dapat diketahui bahwa kerajaan tersebut pernah ada di Indonesia ratusan tahun lalu. Sejak awal berdiri di tahun 1526 hingga tahun 1600-an kerajaan tersebut pernah berjaya.
ADVERTISEMENT
Namun, kerajaan Islam yang ada di Banten itu mengalami keruntuhan pada masa Sultan Haji. Jelaskan 4 penyebab runtuhnya Kerajaan Islam Banten di masa lampau! Empat faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan tersebut, yaitu
Jadi, jawaban dari jelaskan 4 penyebab runtuhnya Kerajaan Islam Banten adalah konflik internal, peperangan, campur tangan Belanda, dan penghapusan kerajaan. Faktor tersebut bermula dari pertentangan Sultan Haji dengan Sultan Ageng Tirtayasa. (AA)
ADVERTISEMENT