Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.95.1
Konten dari Pengguna
Mengenal Jangjawokan Sunda, Puisi Mantra Kebudayaan Sunda
1 Februari 2023 18:50 WIB
·
waktu baca 2 menitDiperbarui 18 Maret 2023 16:57 WIB
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Jangjawokan Sunda , istilah tersebut dapat kita temukan ketika mempelajari kebudayaan Sunda. Terutama saat kita mempelajari tentang bahasa Sunda. Jangjawokan Sunda itu sendiri merupakan sebuah puisi mantra yang ada dalam kebudayaan Sunda.
ADVERTISEMENT
Mahayana (2022: 34) dalam bukunya yang berjudul Sihir Mantra Antara Sakralitas dan Profanitas menjelaskan bahwa,
Berdasarkan uraian di atas, sudah jelas bahwa jangjawokan merupakan istilah atau sebutan mantra dalam kebudayaan Sunda. Bila ingin mengenal jangjawokan Sunda sebagai kebudayaan Sunda secara lebih dalam, mari simak uraian singkatnya di bawah ini.
Jangjawokan Sunda, Kebudayaan Sunda tentang Mantra
Semula, kita telah mengetahui bahwa jangjawokan merupakan puisi mantra dalam kebudayaan sunda. Namun, apakah mantra merupakan istilah asli dari kebudayaan Sunda?
Jawabannya adalah bukan. Dikutip dari laman elib.unikom.ac.id, diketahui bahwa mantra bukanlah istilah Sunda asli, melainkan berasal dari bahasa Sansekerta seperti yang disebutkan dalam Kamus Jawa Kuno – Indonesia bahwa mantra berarti jampi pesona atau doa dimantrai atau dijampi.
ADVERTISEMENT
Jadi, asal usul mantra itu adalah dari bahasa Sansekerta. Kemudian, dalam kebudayaan Sunda, sastra lisan yang berupa mantra itu adalah jangjawokan. Penjelasan yang lebih terperinci mengenai jangjawokan pernah Ajip Rosidi uraikan dalam bukunya yang berjudul Kamus Istilah Sastera Indonesia. Menurut Rosidi (2018: 102), jangjawokan, yaitu:
Itulah penjelasan singkat tentang jangjawokan Sunda. Hal yang perlu kita ingat adalah ketika mempelajari sebuah kebudayaan, penting bagi kita untuk menghargainya. Pasalnya, kebudayaan di Indonesia ini tidak akan lestari bila generasi muda tidak berupaya untuk menjaga dan mengenalnya.
ADVERTISEMENT
Namun, jangan pernah mencampuradukan antara ilmu pengetahuan sains, kebudayaan, serta keyakinan (agama), ya! Pasalnya, setiap ilmu ada porsinya.
Bila ingin mengetahui kebudayaan Sunda yang lainnya, Anda dapat melakukan klik pada judul di bawah ini. Selamat lanjut membaca. (AA)