Mengenal Rasa, Struktur Batin yang Krusial bagi Seorang Penyair

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya disebut rasa. Benarkah demikian? Yuk, simak uraian lengkap tentang rasa dalam sebuah puisi!
Baca juga: 4 Puisi Bulan Februari Karya Penyair Tanah Air
Rasa, Sikap Penyair terhadap Pokok Permasalahan dalam Puisinya
Apa benar bahwa rasa adalah sebutan untuk sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya? Yups! Rasa adalah sebutan yang benar. Hal ini sebagaimana penjelasan Wibowo (2019: 59) dalam bukunya yang berjudul Apresiasi Sastra Puisi, Prosa, dan Drama, yakni:
Rasa (feeling) adalah sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat puisinya.
Jadi, sudah jelas bahwa memang benar rasa adalah sebutan yang menunjukkan sikap penyair terhadap pokok permasalahan dalam puisinya. Berdasarkan hal ini, kita juga dapat memahami bahwa rasa memiliki peran yang krusial dalam sebuah puisi.
Mengapa Rasa Memiliki Peran Krusial dalam Sebuah Puisi?
Alasan krusialnya rasa dalam sebuah puisi memiliki kaitan dengan arti serta fungsi dari puisi. Arti puisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu:
Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Berdasarkan arti puisi menurut KBBI, dapat dipahami bahwa puisi adalah gubahan bahasa yang katanya dipilih dan ditata secara cermat. Selain itu, puisi juga dibuat untuk membangkitkan tanggapan.
Hal tersebut memiliki kaitan dengan fungsi puisi. Mengutip dari buku karya Harun (2018: 15) yang berjudul Pembelajaran Puisi untuk Mahasiswa, fungsi puisi adalah sebagai berikut.
Untuk menyampaikan berbagai informasi;
Untuk menyampaikan pemikiran atau gagasan;
Untuk menyampaikan pengalaman;
Untuk menyampaikan perasaan penyair;
Sebagai sarana memberikan kenikmatan estetik; dan
Sebagai sarana yang menggerakkan kreativitas pembaca.
Berdasarkan penjelasan tentang arti dan fungsi puisi, jelas bahwa rasa adalah sisi yang krusial dalam puisi. Pasalnya, sikap penyair baik itu dalam memilih maupun menyusun kata sangat berpengaruh terhadap pokok permasalahan pada puisinya.
Bagaimana pembaca dapat menafsirkan masalah dari sebuah karya puisi, bila penyair tidak memberikan ‘rasa’ dalam puisi yang ia tulis? Jadi, rasa adalah unsur krusial untuk memaksimalkan fungsi dari puisi. Khususnya, sebagai sarana menyampaikan perasaan penyair dan memberikan kenikmatan estetik. (AA)
