Menyimak Dampak Kolonialisme dan Imperialisme bagi Masyarakat Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak kolonialisme dan imperialisme bagi masyarakat Indonesia meliputi berbagai sektor, baik itu sosial, budaya, maupun politik. Hal tersebut dapat terjadi karena Indonesia mengalami masa penjajahan yang sangat lama, yakni sekitar 350 tahun.
Salah satu dampak dari kolonialisme dan imperialisme pada sektor sosial adalah adanya pelapisan sosial dalam masyarakat. Hal tersebut kemudian memicu terjadinya berbagai tindakan diskriminasi terhadap masyarakat.
Dampak Kolonialisme dan Imperialisme bagi Indonesia
Setiap peristiwa tentu mempunyai pengaruh atau dampak bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya. Demikian pula dengan kolonialisme dan imperialisme yang mempunyai dampak bagi masyarakat Indonesia.
Seiring dengan lamanya masa penjajahan di Indonesia, dampak kolonialisme dan imperialisme pun meliputi berbagai macam sektor kehidupan. Beberapa contoh sektor yang mengalami dampak tersebut adalah sektor sosial, budaya, serta politik.
Berikut penjelasan lengkapnya mengenai dampak dari kolonialisme serta imperialisme di Indonesia, mulai dari sektor sosial, budaya, sampai dengan politik.
1. Dampak pada Sektor Sosial
Dikutip dari buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI, Tim Ganesha Operation (2019: 21), penjajahan mengakibatkan berkembangnya pelapisan sosial di daerah Jawa, Maluku, dan Sulawesi Utara.
Pelapisan tersebut membagi masyarakat pribumi menjadi tiga lapisan berdasarkan ekonominya. Pelapisan tersebut turut memicu terjadinya praktik diskriminasi ras dan intimidasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.
2. Dampak pada Sektor Budaya
Dampak penjajahan kolonial Belanda pada sektor budaya adalah dihilangkannya upacara adat di istana-istana kerajaan. Penjajah mengganti upacara tersebut dengan tradisi pemerintah kolonial Belanda.
Selain itu, kebiasaan pemerintah kolonial Belanda menggunakan bahasa Belanda pun turut memengaruhi kosakata bahasa Indonesia. Salah satu contoh adalah kata apotek yang berasal dari kata apotheek.
3. Dampak pada Sektor Politik
Salah satu dampak yang paling menonjol dari imperialisme dan kolonialisme pada sektor politik adalah hilangnya kekuasaan politik para penguasa Indonesia. Pasalnya, kekuasaan tersebut beralih ke tangan Belanda.
Dikutip dari buku Sejarah 2 SMA Kelas XI Program Ilmu Sosial, Sardiman (2008: 168), berikut adalah beberapa bukti dampak dari imperialisme dan kolonialisme pada sektor politik di Indonesia.
Belanda mempunyai pengaruh yang besar dalam menentukan kebijaksanaan politik kerajaan karena intervensinya dengan berbagai kerajaan di Indonesia.
Kekuasaan raja semakin merosot dan bergantung kepada kekuasaan asing. Bahkan, sebagian diambil alih atau di bawah kekuasaan kolonial.
Hak-hak penguasa pribumi diperkecil. Bahkan, beberapa ada yang dihapus. Misalnya, status bupati sebagai penguasa tradisional dihapus dan dijadikan pegawai pemerintah yang digaji sehingga tanah-tanah lungguh semakin hilang.
Baca juga: Sejarah Sistem Sewa Tanah yang Berlangsung pada Masa Pemerintahan Raffles
Demikian dapat dipahami bahwa ada banyak dampak kolonialisme dan imperialisme bagi Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat masa kini untuk senantiasa menghargai jasa pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. (AA)
