Konten dari Pengguna

Niat Umroh dan Tata Caranya sesuai Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Umroh. Sumber: Unsplash/mahdiya aqila
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Umroh. Sumber: Unsplash/mahdiya aqila

Merencanakan perjalanan ibadah ke tanah suci membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang syarat, rukun termasuk niat umroh dan haji. Sebab, setiap jenis haji dan umrah memiliki keunikan dan tata cara tersendiri yang harus dipahami dengan baik termasuk niatnya oleh umat beragama Islam.

Selain itu, keikhlasan niat menjadi langkah pertama yang krusial dalam memastikan ibadah diterima oleh Allah Swt. Dengan begitu, umat muslim dapat melaksanakan ibadah dengan baik.

Niat Umrah dan Artinya

Ilustrasi Niat Umroh. Sumber: Unsplash/Windi Setyawan

Dikutip dari laman quran.nu.or.id, berikut adalah niat umroh.

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى

nawaitul ‘umrata wa aḫramtu bihî lillâhi ta‘âlâ

Artinya: Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah ta‘ala.

Setelah berniat ihram umrah, dilanjutkan dengan membaca talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni'mata laka wal mulk. Laa syarika laka

Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi- Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."

Tata Cara Umrah

Ilustrasi Niat Umroh. Sumber: Unsplash/Windi Setyawan

Adapun tata cara umrah sesuai ajaran Islam adalah sebagai berikut.

  1. Mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan hadas kecil dan besar, kemudian dilanjutkan dengan berwudu, bersisir, dan memakai wangi-wangian.

  2. Memakai pakaian ihram, melakukan salat sunah ihram dua rakaat, dan membaca niat umrah.

  3. Bertolak ke Makkah untuk menuju ke Masjidil Haram dengan mengucapkan talbiyah sepanjang perjalanan.

  4. Memasuki Masjidil Haram dengan melangkahkan kaki kanan seraya membaca doa masuk masjid.

  5. Berhenti membaca talbiyah dan memulai tawaf sebanyak 7 kali dimulai dari Hajar Aswad. Posisi Kakbah selalu berada di sebelah kiri.

  6. Disunahkan untuk mencium Hajar Aswad apabila memungkinkan atau cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya dari jauh seraya mengucapkan "bismillaah, wallaahu Akbar. Allaahumma iimaanan bika, wa tashdiiqan bi kitaabika, wa wafaa'an bi 'ahdika wat-tibaa'an li sunnati nabiyyika Muhammadin Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam", artinya: Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah. (kami berthawaf) karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad saw.

  7. Setelah tawaf kemudian menutupkan kain ihram ke bahu kanan dan disunahkan untuk melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

  8. Selanjutnya melaksanakan sa'i sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa menuju bukit Marwa. Ketika menaiki bukit Shafa, disnnahkan membaca doa seraya mengangkat tangan dan menghadap ke arah kiblat. Doa yang dibaca, yaitu "laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syaiin qadiir. laa ilaaha illallahu wahdahu, Shadaqa wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal Ahzaaba wahdahu", artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya bagi-Nya kerajaan, hanya bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata, Allah telah menepati janji- Nya, telah menolong hamba-Nya dan telah mengalahkan musuh-musuh yang bersekutu sendirian."

  9. Setelah selesai sa'i kemudian melakukan tahallul, yaitu memotong rambut paling sedikit tiga helai. Tahalul menandai selesainya ibadah umrah sehingga jemaah yang berumrah boleh memakai pakaian biasa kembali setelahnya.

Baca Juga: Cara Mengambil Miqat Saat Ibadah Haji atau Umrah

Demikianlah niat umroh yang perlu dipahami dan lafazkan oleh umat Islam. Dengan memahami ini, semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah umrah. (Adm)