Konten dari Pengguna

Panduan Memilih Pupuk Organik Cair yang Tepat untuk Tanaman

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi panduan memilih pupuk organik cair. sumber: unsplash/hasan hasanzadeh
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi panduan memilih pupuk organik cair. sumber: unsplash/hasan hasanzadeh

Memahami panduan memilih pupuk organik cair mempermudah proses pemberian nutrisi tanpa merusak ekosistem tanah. Melalui Pupuk dan Pemupukan, Nur Indah Mansyur (2021:1) menjelaskan pupuk berfungsi untuk menopang perkembangan tanaman.

Daftar isi

Panduan Memilih Pupuk Organik Cair yang Sesuai

panduan memilih pupuk organik cair

Pupuk cair organik berasal dari bahan alami seperti ikan, limbah hijau, dan kotoran hewan. Nutrisi dalam bentuk cair memudahkan penyerapan oleh akar atau daun tanaman. Berikut panduan memilih pupuk organik cair yang bisa diterapkan.

  • Sesuaikan dengan jenis tanaman karena setiap tanaman membutuhkan nutrisi berbeda, pilih pupuk sesuai jenisnya. Cocokkan dengan karakter tanah, sebab tanah berpasir, lempung, atau liat memiliki kebutuhan pupuk yang tidak sama.

  • Perhatikan rasio NPK yang seimbang dengan memastikan komposisi Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) sesuai kebutuhan tanaman. Pilih yang berbahan organik tinggi yang dapat membantu memperkaya struktur tanah secara alami.

  • Cek sertifikasi resmi pupuk dengan memilih pupuk yang telah teruji kualitasnya dan bersertifikat dari lembaga terpercaya. Usahakan menghindari yang berbau menyengat seperti urine karena menandakan fermentasi yang belum sempurna.

Manfaat Mencampur Beberapa Jenis Pupuk dengan Pupuk Organik Cair

Menggabungkan pupuk cair dan padat bisa menambah manfaat bagi tanaman. Kombinasi yang tepat akan memberikan berbagai manfaat seperti berikut:

  • Nutrisi lebih lengkap dan seimbang karena tanaman dapat menyerap unsur mikro dan makro secara bersamaan. Gunakan pupuk yang kompatibel dan tidak saling bereaksi.

  • Menghemat biaya pembelian pupuk karena penggunaan pupuk campuran bisa menurunkan ketergantungan pada pupuk tunggal.

  • Meminimalkan kekurangan unsur hara yang menyebabkan tanaman kurang nutrisi. Contohnya mencampurkan pupuk NPK dengan pupuk cair organik, pupuk tunggal fosfat dengan pupuk kalium, atau pupuk cair dari kompos dengan pupuk padat alami.

Baca juga: Tips Memilih Pupuk Tanaman Hias dan Cara Menggunakannya

Kesimpulan

  • Panduan memilih pupuk organik cair mempermudah pemilihan pupuk organik cair yang mudah diserap dan ramah lingkungan. Pupuk jenis ini cocok digunakan pada lahan terbatas atau media tanam yang minim unsur hara

  • Perhatikan jenis tanaman, tanah, dan kandungan nutrisi. Hindari pupuk cair yang berbau menyengat.

  • Kombinasi pupuk cair dan padat bisa meningkatkan hasil tanaman. Selalu pilih pupuk bersertifikat untuk hasil yang aman dan optimal. (HAN)