Pengertian Bleep Test dalam Olahraga dan Tata Caranya yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bleep test adalah salah satu tes yang dilakukan untuk mengukur kebugaran seseorang. Biasanya, siswa di sekolah juga akan mendapatkan tes ini dalam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan atau PJOK.
Hal ini karena bleep test menjadi salah satu materi yang juga diajarkan di sekolah. Oleh karena itulah, penting bagi para siswa untuk memahami tes tersebut dengan baik. Mulai dari pengertian hingga tata cara melakukannya.
Pengertian Bleep Test dalam Olahraga dan Tata Caranya
Mengutip dari buku Kapasitas Fisik dan Gizi Siswa-Atlet di Sekolah Khusus Olahraga, Setiyo Hartoto, Awang Firmansyah, dan Bayu Budi Prakoso (2023:24), pengertian bleep test adalah tes yang dilakukan dengan lari menempuh jarak 20 meter bolak-balik yang dimulai dari pelan-pelan secara bertahap, hingga nantinya semakin lama akan semakin cepat.
Secara umum, tujuan dilakukannya tes ini adalah untuk mengetahui daya tahan aerobik melalui tes berlari dengan mengikuti suara beep atau ketukan sebagai isyarat. Selain itu, tes ini juga dilakukan untuk mengukur kesanggupan kerja jantung dan paru-paru secara maksimal melalui prediksi Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Biasanya, tes ini dilakukan untuk olahraga, seperti bola basket, sepak bola, bola voli, dan masih banyak lagi. Adapun tata cara melakukan bleep test yang benar adalah sebagai berikut.
Tes ini dilakukan dengan berlari terus menerus di antara dua garis yang berjarak 20 meter selama terdengar suara ‘beep’ yang sudah direkam sebelumnya.
Kemudian peserta tes diharapkan bisa sampai ke ujung yang berlawanan bertepatan dengan suara ‘beep’, yakni sesuai dengan irama pada kaset atau rekaman.
Setiap kali suara ‘beep’ berbunyi, maka peserta harus sudah sampai di salah satu ujung lintasan lari yang ditempuhnya.
Peserta tes dilarang untuk mendahului berlari meninggalkan garis batas sebelum suara ‘beep’ berbunyi. Nantinya, di sini petugas wajib mengingatkan agar peserta tes menunggu suara ‘beep’ berbunyi untuk melanjutkan berlari ke garis batas berikutnya.
Apabila ada peserta yang gagal mencapai tanda 20 meter sebelum suara ‘beep’, ia akan mendapat peringatan dan harus tetap berlari hingga mencapai tanda sekaligus memacu kecepatannya agar tidak telat pada bunyi berikutnya.
Apabila peserta mengalami dua kali kegagalan secara berturut-turut, maka ia dianggap tereliminasi dari beep test dan tanda yang dicapai terakhir kali menjadi akhir skor dari tes ini.
Baca Juga: Tata Cara Melakukan Kombinasi Jalan Cepat dalam Pembelajaran Olahraga
Bisa diketahui bahwa bleep test adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mengukur kinerja jantung dan paru-paru dengan cara melakukan gerakan lari secara bolak-balik. Semoga bermanfaat. (Anne)
