Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Bahan Ajar SD Lengkap untuk Referensi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dan Contoh Bahan Ajar SD, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dan Contoh Bahan Ajar SD, Foto: Unsplash.

Sebagai seorang pendidik, maka wajib membuat dan menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan sebagai panduan belajar. Untuk menyampaikan bahan ajar ini, pendidik menggunakan berbagai macam metode dan strategi yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar agar pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan. Agar lebih jelasnya di artikel ini akan diberikan contoh bahan ajar SD.

Jenis bahan ajar banyak sekali jenisnya mulai dari bahan ajar cetak, audio, visual dan multimedia interaktif. Pendidik dapat menggunakan proyektor, laptop, website, media sosial dan masih banyak lainnya. Setiap pendidik juga memiliki bahan ajar sesuai dengan gayanya masing-masing. Berikut adalah pengertian dan contoh bahan ajar SD yang bisa kamu gunakan sebagai referensi.

Baca Juga: Contoh Soal PJOK Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Jawabannya

Pengertian Bahan Ajar

Pengertian dan Contoh Bahan Ajar SD, Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Pengembangan Bahan Ajar karya Dr. E. Kosasih, M.Pd (2021: 1), bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat pula diartikan sebagai bahan yang harus dipelajari peserta didik sebagai sarana untuk belajar. Bahan ajar di dalamnya dapat berupa materi tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai peserta didik terkait kompetensi dasar tertentu.

Bahan ajar adalah sesuatu yang digunakan oleh guru atau peserta didik untuk memudahkan proses pembelajaran. Bentuknya bisa berupa buku bacaan, buku kerja (LKS), maupun tayangan. Mungkin juga berupa surat kabar, bahan digital, paket, makanan, foto, perbincangan langsung dengan mendatangkan penutur asli, instruksi-instruksi yang diberikan oleh guru, tugas tertulis, kartu atau juga bahan diskusi antarpeserta diidk. Dengan demikian, bahan ajar dapat berupa banyak hal yang dipandang dapat untuk meningkatkan pengetahuan dan atau pengalaman peserta didik.

Contoh Bahan Ajar SD

Bahan ajar dapat berupa berupa cetak (artikel, komik, infografis) maupun noncetak (audio dan video). Contoh yang dilampirkan pada artikel ini adalah Buku Murid, Buku Guru, atau Video.

Identitas Sekolah

Sekolah : SDN Jagakarsa 09

Kelas /Semester :1/1 (Satu)

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Elemen : Pancasila

Alokasi Waktu : 2 JP

A. Tujuan Pembelajaran

1. Menemukan informasi mengenai simbol-simbol Pancasila.

2. Menyebutkan simbol-simbol Pancasila dan Lambang Negara Garuda Pancasila.

3. Memahami hubungan simbol-simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila dari sila ke-1 sampai dengan sila ke-5.

B. Langkah-Langkah Pembelajaran

KEGIATAN Pendahuluan

Deskripsi:

1. Melakukan pembukaan dengan salam dan membaca doa dipimpin seorang peserta didik.

2. Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari dan pengalaman peserta didik.

3. Memberikan gambaran tentang tujuan pembelajaran, dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Waktu: 10 menit

KEGIATAN Kegiatan Inti

Deskripsi

1. Pendidik bersama peserta didik membaca bersama teks Pancasila.

2. Mendiskusikan makna setiap sila dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari (penguatan elemen akhlak kepada manusia dan elemen kepedulian).

3. Pendidik memberikan penjelasan akan pentingnya menghafal, memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

4. Pendidik mengajak peserta didik bermain kartu “Mencari Kata untuk Pancasila”. Kartu ini dapat didesain sendiri oleh Pendidik sesuai kreativitas untuk mempermudah mengenalkan kata pada setiap sila Pancasila (penguatan elemen berpikir kritis).

5. Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan menerapkan metode jigsaw. Setiap kelompok akan mencari kata dan menyusun setiap sila Pancasila (penguatan elemen kolaborasi).

6. Pendidik membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan aktivitas pembelajaran menyusun kalimat sila Pancasila.

7. Pendidik memandu setiap kelompok yang sudah mampu menyusun untuk dapat bergabung membentuk sila yang utuh (penguatan elemen berbagi).

8. Dipandu oleh pendidik, peserta didik membacakan kalimat sila yang telah disusun.

9. Pendidik memfasilitasi dan memotivasi peserta didik untuk membaca dan menghafal sila Pancasila kembali.

Waktu: 50 menit

KEGIATAN Penutup

Deskripsi:

1. Pendidik memberikan penguatan dengan pertanyaan “Bagaimana anak-anak, dapatkah anak-anak menghafal sila Pancasila?”. Guru meminta peserta didik untuk terus berlatih menyusun kalimat sila Pancasila di rumah.

2. Pendidik meminta peserta didik untuk membawa LKPD ke rumah masing-masing, dan meminta peserta didik untuk berlatih membaca teks Pancasila di rumah bersama orang tua/keluarga.

3. Ditutup dengan doa secara mandiri dan motivasi untuk bersemangat dalam belajar

Waktu: 10 menit

C. Asesmen

1. Asesmen Awal Pembelajaran: Menyebutkan simbol-simbol Pancasila sesuai kartu simbol Pancasila

2. Asesmen formatif: Observasi kelas atas partisipasi peserta didik dalam kerja kelompok.

3. Asesmen sumatif: Presentasi tugas

Nah itulah penjelasan mengenai pengertian dan contoh modul ajar SD yang perlu kamu ketahui. Modul ajar adalah panduan yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran. Modul ajar ini dalam Kurikulum 2023 disebut dengan RPP.