Konten dari Pengguna

Pengertian dan Contoh Faktor Internal dalam Perubahan Sosial

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh faktor internal. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh faktor internal. Sumber: pexels.com

Secara umum, faktor internal merupakan faktor yang berasal dalam diri setiap individu. Faktor yang satu ini bisa berkaitan dengan banyak hal. Termasuk dalam perubahan sosial. Lantas, apa saja contoh faktor internal dalam perubahan sosial?

Meski perubahan sosial sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi tak banyak orang yang mengetahui faktor penyebabnya. Oleh karena itulah, sangat penting untuk mengetahui faktor penyebab tersebut. Tak terkecuali faktor internal ini.

Contoh Faktor Internal dalam Perubahan Sosial

Contoh faktor internal. Sumber: pexels.com

Mengutip dari Buku Ajar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Armen (2015:33), perubahan sosial merupakan gejala yang akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.

Sedangkan pengertian faktor internal sendiri adalah faktor-faktor yang asalnya berasal dari tiap individu atau masyarakat itu sendiri. Adapun empat faktor internal yang memengaruhi terjadinya perubahan sosial adalah sebagai berikut.

1. Penemuan Baru

Penemuan baru bisa terjadi karena adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap suatu hal. Dalam ilmu sosial, penemuan baru juga terbagi ke dalam tiga jenis, yakni discovery, invention, dan innovation dengan penjelasan sebagai berikut.

  • Discovery, yakni penemuan sesuatu yang sebenarnya sudah ada, tetapi belum diketahui oleh siapapun sebelumnya.

  • Invention, yakni penemuan yang benar-benar baru dan diciptakan oleh manusia. Artinya, sebelumnya tidak pernah ada hal tersebut.

  • Innovation, yakni pembaharuan atau pengembangan terhadap sesuatu yang sudah ada sebelumnya.

2. Konflik Sosial

Konflik sosial ini memang bisa menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Hal ini karena di dalamnya melibatkan masyarakat itu sendiri. Secara umum, konflik sosial terjadi karena tiga hal, yakni perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, dan juga kecemburuan sosial.

3. Pemberontakan

Pemberontakan atau revolusi merupakan sebuah usaha untuk menentang dan mengganti sistem atau tatanan yang telah lama berjalan. Pemberontakan bisa terjadi karena adanya kekecewaan terhadap suatu sistem atau tatanan.

Contohnya seperti pemberontakan yang dilakukan oleh Indonesia untuk mengusir penjajahan pada masa sebelum kemerdekaan. Hal ini dilakukan karena adanya perlakukan buruk dan tidak adil dari penjajah sekaligus menjadi usaha rakyat Indonesia untuk bisa memerdekakan diri.

4. Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk atau demografi merupakan berubahnya kondisi penduduk yang pada akhirnya bisa menyebabkan perubahan sosial di masyarakat. Faktor yang memengaruhinya pun terbagi menjadi tiga hal, yakni natalitas atau kelahiran, mortalitas atau kematian, dan migrasi atau perpindahan penduduk.

Baca Juga: Tanda-Tanda Perubahan Sosial dalam Masyarakat

Itu dia penjelasan mengenai contoh faktor internal yang dapat memengaruhi terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Semoga bermanfaat. (Anne)