Pengertian dan Jenis-Jenis Tembang Macapat Lengkap

Penulis kumparan
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembang macapat merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang sangat terkenal. Macapat termasuk dalam jenis karya sastra puisi bahasa Jawa yang disusun dengan aturan tertentu.
Sejarah tembang macapat sampai kini masih ditelusuri oleh para ahli sastra dan budayawan Jawa. Wafa Aldawamy dalam buku Filsafat Ku menyebutkan, tembang Macapat diciptakan oleh Prabu Dewasawasesa atau Prabu Banjaran Sari di Sigaluh pada 1279M.
Namun, beberapa orang mengatakan tembang macapat tidak hanya diciptakan satu orang, tetapi diciptakan beberapa orang yang disebut wali songo. Di antaranya Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, dan lain-lain.
Ada 11 jenis tembang macapat dan setiap tembang memiliki karakteristik masing-masing yang menggambarkan tahapan kehidupan manusia mulai dari dalam rahim ibu, masa kelahiran, anak-anak, dewasa, tua, sampai meninggal dunia. Semua tahapan tersebut dirangkai secara indah.
Lantas apa saja macam-macam tembang Macapat? Simak penjelasan artikel di bawah ini tentang pengertian tiap-tiap tembang Macapat.
Apa Itu Tembang Macapat?
Tembang macapat adalah puisi Jawa yang dilagukan atau dinyanyikan. Di dalamnya memuat unsur-unsur puisi seperti penggunaan rima dan gaya bahasa yang khas.
Berdasarkan buku Bukan “?” Madura dalam Sorotan Media oleh Munir, dkk., nama macapat diambil dari sistem pembacaan tempat dengan empat suku kata.
Jadi, kata macapat berasal dari kata maca papat-papat atau membaca empat-empat. Karena itu tembang ini dilagukan dengan empat-empat, yakni perhentian napas pada setiap empat suku kata.
Tembang macapat memiliki ciri khas yang membedakannya dari tembang lain, yaitu setiap baitnya terdiri dari baris kalimat yang disebut dengan gatra. Ada pula aturan bait satu dengan bait lainnya yang harus saling memiliki keterkaitan suku kata, yang disebut guru lagu.
Selain itu, setiap baris tembang macapat juga memiliki jumlah suku kata yang disebut guru wilangan. Susunan guru gatra, lagu, dan wilangan ini membuat tembang macapat semakin indah dan berbeda dari tembang lainnya.
Jenis Tembang Macapat
Menyadur dari buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang oleh Bram Palgunadi, berikut macam-macam tembang Macapat dalam bahasa Jawa yang menarik untuk diketahui:
1. Tembang Maskumambang
Nama maskumambang berasal dari kata mas yang artinya anak laki-laki dan kumambang yang memiliki arti mengambang. Tembang ini mengisahkan tentang perjalanan hidup manusia yang masih dalam bentuk embrio pada kandungan ibu.Watak dari tembang makumambang menggambarkan kesedihan, belas kasih, dan kasih sayang.
2. Tembang Mijil
Tembang ini menjelaskan tentang kehidupan anak manusia layaknya sebuah biji yang baru lahir ke dunia. Tembang ini menjadi gambaran mengenai awal mula manusia menjalani kehidupan yang masih bergantung dan membutuhkan bantuan orang lain.
Sifat tembang macapat mijil adalah welas asih, pengharapan, laku prihatin, dan tentang cinta. Tembang Mijil banyak digunakan sebagai media untuk memberi nasihat, cerita cinta, dan ajaran ke manusia untuk selalu kuat dan tabah dalam menjalani kehidupan
3. Tembang Kinanthi
Kata kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun. Tembang ini menggambarkan seorang anak yang tumbuh dan membutuhkan tuntunan dari orang dewasa. Tembang ini menggambarkan tentang kecintaan, kasih sayang, dan suasana menggembirakan.
4. Tembang Sinom
Sinom menggambarkan tentang kisah remaja yang mengalami fase pertumbuhan. Ia juga sedang mencari jati diri dan menemukan panutan untuk dijadikan contoh atau teladan. Tembang sinom memiliki karakter tentang kesabaran dan juga persahabatan.
5. Tembang Asmarandana
Tembang asmarandana merupakan tembang yang menggambarkan masalah asmara seseorang. Karena syairnya yang mayoritas berisi cinta, tembang asmarandana kerap disebut sebagai lagu kasmaran sehingga sering digunakan untuk menyatakan cinta ke seseorang.
Seperti namannya, tembang ini memiliki watak dan karakter yang menggambarkan cinta kasih, asmara, dan juga rasa pilu atau sedih ditinggal seseorang yang dicintai.
6. Tembang Gambuh
Tembang macapat gambuh memiliki arti tentang kisah hidup manusia yang telah menemukan kekasih. Keduanya dipertemukan untuk berjanji sehidup semati.
Beberapa kalangan ada yang memaknai kata gambuh sebagai sebuah kecocokan, sepaham, dan sikap bijaksana. Sikap yang terakhir itu berarti dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya, sesuai porsinya, dan mampu bersikap adil.
7. Tembang Dhandanggula
Tembang macapat selanjutnya, yaitu Dhandanggula. Tembang ini memiliki makna berupa harapan atau cita-cita. Tembang dhandanggula sering digunakan untuk mengilustrasikan perasaan sukacita.
Tembang ini biasanya digunakan sebagai media untuk memberi nasihat yang baik, cerita tentang kehormatan, contoh perbuatan baik, dan sifat-sifat baik yang dimiliki manusia.
8. Tembang Durma
Tembang ini menjelaskan karakter manusia yang berontak, amarah, dan memiliki semangat perang. Di samping itu, tembang ini juga menggambarkan keadaan manusia yang cenderung berbuat buruk, egois, dan ingin menang sendiri.
Di sisi lain, beberapa kalangan berpendapat bahwa tembang durma digunakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas nikmat yang diberikan, sehingga digunakan sebagai pengingat untuk selalu saling tolong menolong.
9. Tembang Pangkur
Tembang pangkur berisi gambaran manusia yang masuk di usia senja. Dalam fase tersebut seseorang yang telah menginjak lanjut usia mulai mengundurkan diri dari hal-hal duniawi. Oleh karena itu, tembang ini banyak berisi nasihat-nasihat ke generasi muda tentang rasa cinta ke anak, pendamping hidup, Tuhan, dan alam semesta.
10. Tembang Megatruh
Megatruh berasal dari kata megat dan ruh yang artinya terpisahnya nyawa dari jasad atau disebut dengan kematian. Sehingga karakter dari lagu ini menggambarkan rasa putus asa dan kehilangan harapan.
11. Tembang Pocung
Tembang ini bermakna tentang seseorang yang telah meninggal dunia. Tembang Pocung juga menjelaskan ajaran untuk membangun kehidupan bahagia lahir batin. Tembang ini memiliki watak kebebasan dan juga tindakan sesuka hati dan sering digunakan sebagai media lelucon dan berbagai nasihat.
Apa Saja Contoh Tembang Macapat?
Dirangkum dari buku Baboning Pepak Basa Jawa oleh Budi Anwar dan buku Filsafat KU oleh Wafa Aldawamy, berikut aturan 11 jenis-jenis tembang macapat dan contohnya syairnya yang menarik untuk diketahui:
1. Tembang Maskumambang
Guru Gatra: 4 barit setiap bait.
Guru Wilangan: 12, 6, 8,8
Guru Lagu: i, a, i, o.
Contoh syair tembang Maskumambang adalah sebagai berikut:
Kelek-kelek biyung sira aneng ngendi (12i)
Enggal tulungana (6a)
Awakku kecemplung warih (8i)
Gulagepan wus meh pejah (8o)
2. Tembang Mijil
Guru Gatra: 6 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 10, 6, 10, 10, 6, 6.
Guru Lagu: i, o, e, i, i, u.
Contoh syair tembang Mijl adalah sebagai berikut:
Dedakane guna lawan sekti (10i)
Kudu andhap asor (6o)
Wani ngalah dhuwur wekasane (10e)
Tumungkula yen dipundukani (10i)
Bapang den simpangi, (6i)
ana catur mungkur (6o)
3. Tembang Kinathi
Guru Gatra: 6 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 8, 8,8,8,8,8.
Guru Lagu: u,i,a,ia,i.
Contoh syair tembang Kinanthi adalah sebagai berikut:
Kukusing dupa kumelun (8u)
Ngeningken tyas kang apekik (8i)
Kawengku sagung jajahan (8a)
Nanging saget angikipi (8i)
Sang resi kaneka putra (8a)
Kang anjog saking wiyati (8i)
4. Tembang Sinom
Guru Gatra: 9 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.
Guru Lagu: a, i , a, i, i, u, a, i, a.
Contoh syair tembang sinom adalah sebagai berikut:
Anoman malumpat sampun (8u)
Prapteng witing nagasari (8i)
Mulat mangandhap katingal (8a)
Wanodya yu kuru aking (8i)
Gelung rusak wor lan kisma (8a)
Kang iga-iga kaeksi (8i)
5. Tembang Asmarandana
Guru Gatra: 7 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 8,8, 8, 8, 7, 8, 8.
Guru Lagu: a, i, e, a, a, u, a.
Contoh syair tembang Asamarandana yaitu:
Lumrah tumrap wong ngaurip (8i)
Dumunung sadhengah papan (8a)
Tan ngrasa cukup butuhe (8e)
Ngenteni rejeki tiba (7a)
Lamun tanpa makarya (8a)
Sengara bisa kepthuk (8u)
Kang mangkono bundhelana (8a)
6. Tembang Gambuh
Guru Gatra: 5 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 7, 10, 12, 8, 8.
Guru Lagu: u, u, i,u ,o.
Contoh syair tembang Gambuh yaitu:
Lan sembah sungkem ipun (7u)
Mring Hyang Sukma elinga sireku (10u)
Apan titah sadaya amung sadermi (12i)
Tan welangsira andhaku (8u)
Kabeh kagungan Hyang Manon. (8o)
7. Tembang Dhandhanggula
Guru gatra: 10 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, 7.
Guru Lagu: i, a, e, u, i, a, u, a, i , a.
Contoh syair tembang Dhandanggula yaitu:
Sinengkuyung sagunging prawali (10i)
Janma tuhu sekti mandra guna (10a)
Wali sanga nggih arane (8e)
Dhihin Syeh Magrib tuhu (7u)
Sunan ngampel kang kaping kalih (9i)
Tri sunan bonang ika (7a)
Sunan giri catur (6u)
Syarifudin sunan drajat (8a)
Anglenggahi urutan gangsal sayekti (12 i)
Iku ta warnanira (7a)
8. Tembang Durma
Guru Gatra: 7 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 12, 7, 6, 7, 8, 5, 7.
Guru Lagu: a, i , a, a, i , a, i .
Contoh syair dari tembang Durma yaitu:
Ayo kanca gugur gunung bebarengan (12a)
Aja ana kang mangkir (7i)
Amrih kasembadan (6a)
Tujuan pembangunan (7a)
Pager apik dalan resik (8i)
Latar gumelar (5a)
Wisma asri kaeksi (7i)
9. Tembang Pangkur
Guru Gatra: 8 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8.
Guru Lagu: a, i, u, a u, a, i.
Contoh dari tembang Pangkur adalah sebagai berikut:
Muwah ing sabarang karya (8a)
Ingprakara gedhe kalawan cilik (11i)
Papat iku datan kantun (8u)
Kanggo sadina-dina (7a)
Lan ing wengi nagara miwah ing dhusun (8i)
Kabeh kang padha ambegan (5a)
Papat iku nora lali (7i)
10. Tembang Megatruh
Guru Gatra: 5 baris tiap bait.
Guru Wilangan: 12, 8, 8, 8, 8.
Guru Lagu: u, i, u, i, o.
Contoh syair dari tembang megatruh adalah sebagai berikut:
Kabeh iku mung manungsa kang pinujul (12u)
Marga duwe lahir batin (8i)
Jroning urip iku mau (8u)
Isi ati klawan budi (8i)
Iku pirantine ewong (8o)
11. Tembang Pocung
Guru gatra: 4 baris setiap bait.
Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12.
Guru Lagu: u, a, i, a.
Contoh syair dari tembang Pocung yaitu:
Ngelmu iku kelakone kanthi laku (12u)
Lekase lawan kas (6a)
Tegese kas nyantosani (8i)
Setya budya pengekesing dur angkara (12a)
Demikian penjelasan tentang macam-macam tembang macapat beserta aturan dan contohnya. Tentunya, setiap jenis tembang dalam bahasa Jawa tersebut memiliki karakter dan kandungan makna yang berbeda-beda, sehingga dalam penggunaannya memiliki fungsinya masing-masing.
(DLA & IPT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang disebut tembang macapat?

Apa yang disebut tembang macapat?
Tembang macapat adalah puisi Jawa yang dilagukan atau dinyanyikan.
Apa ciri-ciri tembang macapat?

Apa ciri-ciri tembang macapat?
Tembang macapat ditulis dengan susunan yang mengikat, yaitu guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.
Apa isi tembang pangkur?

Apa isi tembang pangkur?
Tembang pangkur berisi gambaran manusia yang masuk di usia senja.
