Konten dari Pengguna

Pengertian, Ketentuan, dan Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah. Sumber: matthew lakeland/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah. Sumber: matthew lakeland/unsplash

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan lagha (sia-sia) yang dilakukan di bulan Ramadan. Contohnya, seperti dosa akibat berkata kotor dan sia-sia, menggunjing, mencaci maki, dan sebagainya.

Selain untuk mensucikan diri, zakat fitrah juga memiliki tujuan lain. Rasulullah Saw. mensuratkan dua tujuan penting dari diwajibkannya mengeluarkan zakat fitrah dalam sebuah hadis.

Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah

Ilustrasi tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah. Sumber: pierre bamin/unsplash

Pengertian zakat menurut KBBI adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.

Ketentuan zakat fitrah adalah umat Islam yang memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idulfitri. Dan besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw bersabda:

"Dari Ibn Abbas ia berkata, Rasulullah saw. telah mewajibkan zakat fitrah, untuk mensucikan orang-orang berpuasa dari ucapan yang sia-sia dan perbuatan maksiat, serta untuk memberi makan pada orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikan zakat itu sebelum salat is maka zakatnya diterima (sebagai zakat fitrah), dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat is, maka zakatnya itu dihitung sebagai sedekah biasa saja." (HR. Abu Daud dan Ibn Majah.

Dari hadis Rasulullah saw. di atas, tersurat dua tujuan penting dari diwajibkannya mengeluarkan zakat fitrah. Mengutip buku Fiqih Kontroversi Jilid 2 Beribadah antara Sunnah dan Bid'ah, H.M Anshary (2013), tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah sebagai berikut.

1. Mensucikan Orang yang Berpuasa

Zakat fitrah bertujuan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan lagha (sia-sia) yang dilakukan di bulan Ramadan, seperti dosa akibat berkata kotor dan sia-sia, menggunjing, mencaci maki, dan sebagainya.

Zakat fitrah juga mensucikan orang yang berpuasa dari dosa karena berbuat rafats, yaitu suatu tindakan dalam bentuk bercumbu rayu antara suami-istri yang menyebabkan timbulnya napsu birahi.

2. Memberi Makan Fakir Miskin

Zakat fitrah bertujuan untuk memberi makan fakir miskin dalam menghadapi hari raya Idulfitri. Hal ini dilakukan agar mereka dapat merasakan bahagianya merayakan hari raya Idulfitri yang dijanjikan oleh Allah Swt. sebagai hari kemenangan.

Di mana setiap kaum muslim yang berhasil menjalankan ibadah puasanya dengan penuh iman dan mengharap keridhoan Allah Swt. akan disematkan kepadanya lencana predikat muttaqiin sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah ayat 184.

Baca Juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah mensucikan diri dan sebagai pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadan dengan memberi makan fakir miskin agar dapat merasakan bahagianya hari raya Idulfitri. Untuk itu, sebagai umat Islam, wajib mengeluarkan zakat fitrahnya nanti. (ARD)