Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme dalam Ilmu Sejarah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan pengertian kolonialisme dan imperialisme! Pertanyaan tersebut dapat dijumpai dalam pelajaran sejarah tingkat SMP hingga SMA. Sekilas, kolonialisme dan imperialisme memang terlihat serupa, tetapi sebenarnya berbeda.
Kolonialisme ialah pengembangan kekuasaan pemerintah di luar batas negaranya untuk mengeruk keuntungan. Adapun imperialisme bersifat dinamis, tetapi lebih menghakimi secara politik. Memahami pengertian keduanya sangat penting bagi generasi di masa kini.
Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
Pengertian kolonialisme dan imperialisme perlu dipahami karena keduanya berbeda. Kolonialisme dan imperialisme sama-sama berasal dari Bahasa Latin.
Mengutip buku Konstruksi Pengelolaan Keuangann Daerah berbasis Pancasila, Tantri Bararoh, (2022), kolonialisme berasal dari kata "colonia" yang berarti tanah pemukiman jajahan. Sementara itu, imperialisme berasal dari kata "imperare" yang artinya memerintah.
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan negara melalui pembentukan pemukiman di luar wilayah negaranya yang selanjutnya dinyatakan sebagai wilayah negara tersebut.
Adapun imperialisme merupakan taktik untuk menguasai dunia untuk kepentingan negara penjajah dengan menduduki sekaligus menanamkan pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan di wilayah yang dijajahnya.
Jenis-Jenis Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme dan imperialisme terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.
1. Jenis-Jenis Kolonialisme
Jenis-jenis kolonialisme terbagi menjadi tiga jenis, yakni koloni penduduk, koloni eksploitasi, dan koloni deportasi. Koloni penduduk merupakan penguasaan wilayah dengan cara menyingkirkan penduduk asli untuk digantikan dengan para pendatang.
Koloni eksploitasi merupakan penguasaan wilayah yang bertujuan untuk mengeksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut. Adapun koloni deportasi merupakan penguasaan wilayah yang digunakan untuk tempat "pembuangan" bagi orang-orang marjinal atau narapidana yang tidak bisa ditangani oleh negara yang membuangnya.
2. Jenis-Jenis Imperialisme
Jenis-jenis imperialisme terbagi menjadi tiga, yakni imperialisme kuno, modern, dan ultramodern. Imperialisme kuno berlangsung pada zaman kuno hingga revolusi industri.
Imperialisme modern berlangsung usai pada abad ke-19 sampai akhir Perang Dunia II. Sementara itu, imperialisme ultramodern berlangsung usai Perang Dunia II sampai sekarang.
Baca juga: Sejarah Penjajahan Jepang di Indonesia dan Tujuannya
Pengertian kolonialisme dan imperialisme dalam sejarah menggambarkan bahwa keduanya mempunyai persamaan dalam menaklukkan bangsa atau negara lain. Kedua bentuk penjajahan tersebut hanya menguntungkan pihak penguasa dan merugikan negara yang terjajah. (DLA)
