Perbedaan Ketentuan Pembagian Daging Akikah dan Daging Kurban

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, telah diatur segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia seperti ketentuan akikah dan kurban yang dilaksanakan oleh umat muslim. Meski sekilas terlihat sama, nyatanya kedua ibadah tersebut memiliki ketentuan yang berbeda, lho. Lantas, bisakah Anda jelaskan perbedaan ketentuan pembagian daging akikah dan daging kurban?
Jika masih bingung, simak penjelasan selengkapnya tentang perbedaan ketentuan pembagian daging akikah dan daging kurban dalam artikel di bawah ini.
Baca Juga: Hukum Melaksanakan Akikah dan Kurban Menurut Para Ulama
Perbedaan Ketentuan Pembagian Daging Akikah dan Daging Kurban
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai perbedaan ketentuan pembagian daging akikah dan daging kurban yang dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya Ahmad Ahya dan Ahmad Najibullah (2021:22).
1. Ketentuan Pembagian Daging Akikah
Sebenarnya hewan yang digunakan untuk akikah mempunyai ketentuan yang sama dengan hewan kurban. Akan tetapi, daging akikah lebih dianjurkan dibagikan dalam keadaan matang. Meskipun ada beberapa umat muslim yang membagikan daging akikah dalam keadaan mentah.
Umumnya, masyarakat muslim di Indonesia akan mengundang keluarga dan masyarakat sekitar untuk membagikan daging akikah yang sudah matang tersebut. Adapun Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dalam HR. Al-Baihaqi yang berbunyi sebagai berikut.
“Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. lalu dimakan (oleh keluarganya) dan disedekahkan pada hari ketujuh.”
Dari hadist tersebut, bisa Anda simpulkan bahwa daging akikah sebaiknya dibagikan setelah dimasak terlebih dahulu dan dimakan oleh anggota keluarga. Baru setelahnya boleh dibagikan.
2. Ketentuan Pembagian Daging Kurban
Hewan kurban disembelih ketika Hari Raya Idul Adha, tepatnya setelah melaksanakan sholat idul fitri hingga sebelum matahari terbenam di tanggal 13 Dzulhijjah. Seorang muslim yang melaksanakan kurban berhak menerima daging kurban. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.
Adapun pembagian daging kurban ini juga bisa diberikan semuanya kepada fakir miskin. Sebab, sebagian daging kurban terdapat hak orang fakir miskin di dalamnya. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT pada Surat Al-Hajj ayat 28 yang artinya sebagai berikut.
“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Itulah ulasan tentang perbedaan ketentuan pembagian daging akikah dan daging kurban.
Baca juga: Pembagian Daging Kurban Berapa Kg? Ini Jawabannya
(Anne)
