Konten dari Pengguna

Persamaan dan Perbedaan Akulturasi dan Asimilasi serta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi! Sumber: vitaliy lyubezhanin/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi! Sumber: vitaliy lyubezhanin/unsplash

Jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi! Secara garis besar, persamaan keduanya adalah merupakan interaksi sosial yang bersifat positif dan perbedaan keduanya adalah dalam sisi penghilangan kebudayaan.

Akulturasi dan asimilasi adalah bentuk-bentuk dari interaksi sosial. Dalam interaksi sosial terjadi kontak dan komunikasi antara seorang individu dan individu lain, individu dan kelompok, individu dan masyarakat, kelompok dan kelompok, atau kelompok dan masyarakat.

Jelaskan Persamaan dan Perbedaan Akulturasi dan Asimilasi!

Ilustrasi jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi. Sumber: saksham gangwar/unsplash

Mengutip buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X 1, Kun Maryati dan Juju Suryawati (2006), akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan berbeda dan membentuk suatu kebudayaaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Contoh akulturasi adalah Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan kebudayaan Indonesia. Demikian juga musik keroncong yang merupakan perpaduan antara musik Portugis dan musik Indonesia.

Proses akulturasi dapat berjalan sangat cepat atau lambat, tergantung persepsi masyarakat setempat terhadap budaya asing yang masuk. Apabila budaya asing masuk melalui proses pemaksaan, maka akulturasi akan berjalan lama.

Sebaliknya jika budaya asing masuk melalui proses damai dan dapat diterima masyarakat dengan tangan terbuka maka sebuah akulturasi akan berjalan dengan cepat.

Asimilasi adalah usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan yang disepakati bersama.

Menurut Koentjaraningrat, suatu proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan. Kemudian individu dalam kelompok tersebut saling berinteraksi sehingga kebudayaan masing-masih berubah menyesuaikan diri.

Dalam asimilasi terjadi proses identifikasi diri dengan kepentingan-kepentingan dan tujuan kelompok. Apabila dua kelompok melakukan asimilasi, maka batas antar kelompok akan hilang dan melebur menjadi satu kelompok yang baru.

Setelah mengetahui pengertian akulturasi dan asimilasi, menjawab pertanyaan yang meminta untuk jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi. Uraian persamaan, perbedaan , dan contohnya adalah sebagai berikut:

1. Persamaan Akulturasi dan Asimilasi

  • Merupakan interaksi sosial yang bersifat positif.

  • Mengutamakan sikap menghargai kebudayaan yang telah ada.

  • Adanya toleransi dengan individu dan atau kelompok yang lain.

2. Perbedaan Akulturasi dan Asimilasi

  • Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan berbeda dan membentuk suatu kebudayaaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

  • Asimilasi adalah penerimaan kebudayaan asing dalam lingkungan kelompok masyarakat dengan menghilangkan kebudayaan yang telah ada sebelumnya melalui kebiasaan atau kesepakatan.

3. Contoh Akulturasi

  • Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan kebudayaan Indonesia.

  • Musik keroncong yang merupakan perpaduan antara musik Portugis dan musik Indonesia.

4. Contoh Asimilasi

  • Musik dangdut yang dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan India.

  • Perubahan tren berpakaian saat ini yang dipengaruhi oleh budaya K-Pop atau Barat.

Baca Juga: 4 Contoh Dampak Negatif Akulturasi Budaya dalam Kehidupan Masyarakat

Itulah uraian jawaban dari pertanyaan yang meminta untuk jelaskan persamaan dan perbedaan akulturasi dan asimilasi beserta contoh. Semoga kebudayaan yang ada saat ini selalu dapat bermanfaat positif bagi masyarakat.

(ARD)