Konten dari Pengguna

Prinsip Pengembangan Kurikulum Fleksibilitas dalam Pendidikan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prinsip Pengembangan Kurikulum Fleksibilitas, Sumber Unsplash/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prinsip Pengembangan Kurikulum Fleksibilitas, Sumber Unsplash/National Cancer Institute

Kurikulum pendidikan dikembangkan dengan menggunakan beberapa prinsip. Salah satunya prinsip pengembangan kurikulum fleksibilitas.

Kurikulum adalah mata pelajaran yang harus diselesaikan siswa dalam pendidikan. Kurikulum terus dikembangkan untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman.

Prinsip Pengembangan Kurikulum Fleksibilitas dan Prinsip Lainnya

Ilustrasi Prinsip Pengembangan Kurikulum Fleksibilitas, Sumber Unsplash/Kenny Eliason

Selain prinsip pengembangan kurikulum fleksibilitas, terdapat prinsip integritas, kontinuitas, dan tujuan. Berdasarkan buku Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah Dasar, Yayah Huliatunisa (2022:72), penjelasan prinsipnya adalah sebagai berikut.

1. Prinsip Fleksibilitas

Fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum, yaitu adanya ruang gerak kegiatan oleh pelaksana kurikulum di lapangan. Guru diberikan kebebasan dalam memilih materi pelajaran yang sesuai, serta memilih strategi dan metode pengajaran.

Prinsip fleksibilitas juga terkait dengan adanya kebebasan siswa dalam memilih program studi. Artinya, pengembang kurikulum atau sekolah harus mampu menyediakan berbagai program pilihan bagi siswa.

Siswa diperkenankan memilih sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, dan kebutuhannya. Prinsip ini sejalan dengan menghormati hak siswa sebagai pelajar.

2. Prinsip Berorientasi pada Tujuan

Prinsip ini menegaskan bahwa tujuan merupakan arah bagi pengembangan kurikulum. Tujuan kurikulum harus dapat dipahami dengan jelas oleh para pelaksana kurikulum.

Guru harus mampu menjabarkan tujuan kurikulum secara spesifik dan operasional. Tujuan pengembangan kurikulum juga harus komprehensif, yakni meliputi berbagai aspek domain tujuan, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor.

3. Prinsip Kontinuitas

Prinsip kontinuitas dimaksudkan bahwa perlu ada kesinambungan materi kurikulum pada jenis dan jenjang program pendidikan. Kurikulum perlu dikembangkan secara berkesinambungan mulai dari jenjang SD, SLTP, SMU/SMK sampai ke Perguruan Tinggi.

Kontinuitas juga perlu diperhatikan antara berbagai mata pelajaran. Hal ini untuk menghindari terjadinya tumpang tindih materi antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran lainnya.

Untuk menghindari hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyusun scope dan sequence setiap mata pelajaran pada jenis dan jenjang program pendidikan. Scope artinya ruang lingkup, sedangkan sequence artinya urutan atau sistematika.

4. Prinsip Integritas

Prinsip ini menekankan bahwa kurikulum harus dirancang untuk mampu membentuk manusia yang utuh, dan pribadi yang memiliki integritas.

Integritas artinya, manusia yang berkemampuan selaras dengan lingkungan hidup sekitarnya, dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan.

Baca juga: Makna Prinsip Kontinuitas dalam Pengembangan Kurikulum Pembelajaran

Prinsip pengembangan kurikulum fleksibilitas tidak saja berlaku bagi guru, tetapi juga siswa. Masing-masing pihak diberi kebebasan dalam menentukan dan melaksanakan kurikulum pendidikan.(DK)