Konten dari Pengguna

Sahabat yang Dipersaudarakan dengan Abu Bakar as Siddiq saat Hijrah ke Madinah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hijrahnya Kaum Muhajirin dari Makkah ke Madinah. Foto: Pixabay/Rauschenberger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hijrahnya Kaum Muhajirin dari Makkah ke Madinah. Foto: Pixabay/Rauschenberger

Pada awalnya, penyebaran agama Islam berada di Makkah. Namun dengan banyaknya pemberontakan dan membuat dakwah islam menjadi sulit, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya hijrah ke Madinah dan menjalin persaudaraan dengan Kaum Anshar. Misalnya saja saat hijrah ke Madinah, Abu Bakar as Siddiq dipersaudarakan dengan Kharijah bin Zuhair.

Sebenarnya bagaimana kisah di balik terjadinya persaudaraan sahabat nabi di Madinah dan dengan siapa saja Kaum Muhajirin bersaudara dengan Kaum Anshar di Madinah?

Baca Juga: Alasan Nabi Muhammad SAW dan Umat Islam Hijrah ke Madinah

Saat Hijrah ke Madinah, Abu Bakar as Siddiq Dipersaudarakan dengan Kharijah bin Zuhair

Ilustrasi persaudaraan Kaum Muhajirin dan Kaum Anshar. Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors

Pada saat Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk meninggalkan Makkah dan berhijrah ke Madinah tidak membawa seluruh harta. Padahal mereka akan menetap di tempat baru.

Di sisi lain, kondisi Madinah sangatlah berbeda dengan Makkah, di mana keahlian berdagang para sahabat di Makkah berbeda dengan masyarakat Madinah yang memiliki tanah yang subur.

Melihat kondisi kaum Muhajirin maka kaum Anshar tak membiarkan saudaranya dalam kesusahan. Kaum Anshar dengan pengorbanannya secara total dan sepenuh hati membantu mengentaskan kesusahan yang dihadapi kaum Muhajirin. Bahkan kisahnya diabadikan dalam Al-Quran Surat Al-Hasyr ayat 9,

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung”

Kemudian, Nabi Muhammad SAW membagi sahabat-sahabatnya dari golongan Muhajirin dan Anshar untuk bersaudara, di mana seorang Muhajirin bersaudara dengan seorang dari Anshar.

Di antara sahabat-sahabat yang disaudarakan yang dikutip dari buku Kelengkapan tarikh Nabi Muhammad oleh Moenawar Khalil (2006: 469).

  • Ja'far bin Abi Thalib dengan Mu'adz bin Jabal.

  • Abu Bakar ash-Shiddiq dengan Kharijah bin Zuhair.

  • Umar bin Khatthab dengan Itban bin Malik.

  • Amir bin Abdillah dengan Sa'ad bin Mu'adz.

  • Abdurrahman bin Auf dengan Sa'ad bin ar-Rabi'.

  • Zubair bin Awwam dengan Salamah bin Salamah.

  • Utsman bin Affan dengan Aus bin Tsabit.

  • Thalhah bin Ubaidillah dengan Ka'ab bin Malik.

  • Sa'ad bin Zaid dengan Ubayya bin Ka'ab.

  • Mush'ab bin Umair dengan Khalid bin Zaid.

  • Abu Hudzaifah bin Utbah dengan Ubbad bin Bisyr.

  • Ammar bin Yasir (Muhajifin) dengan Hudzaifah ibnul-Yaman.

  • Abu Dzarr al-Ghiffari dengan Mundzir bin Amr.

  • Bilal bin Rabah dengan Abu Ruwaihah.

  • Salman al-Farisi dengan Abud-Darda'.

Demikianlah penjelasan tentang persahabatan Muslim di Madinah yang mana Abu Bakar as Siddiq dipersaudarakan dengan Kharijah bin Zuhair. Dengan terjalinnya persaudaraan ini, Kaum Muhajirin dapat terbantu. Selain itu, hubungan antara Kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar semakin kuat.(MZM)