Konten dari Pengguna

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah beserta Bacaan Niatnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara umroh sesuai sunnah. Sumber: pexels/haydan assoendawy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara umroh sesuai sunnah. Sumber: pexels/haydan assoendawy

Saat melaksanakan umroh, jamaah akan dibantu dan dibimbing oleh petugas agen yang menemaninya. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui tata cara umroh sesuai sunnah agar saat di Makkah, jamaah sudah sedikit paham dengan tahapan umroh.

Umroh (عُمْرَةٌ) sendiri adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji dan biasa disebut dengan haji kecil.

Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Ilustrasi tata cara umroh sesuai sunnah. Sumber: pexels/mutahir jamil

Ibadah umroh menurut syara' adalah berkunjung ke Baitul Haram untuk mengerjakan thawaf dan sa'i. Jadi, rukun umroh adalah thawaf mengelilingi Ka'bah dan mengerjakan sa'i antara bukit Shafa dan Marwah.

Ibadah umroh adalah salah satu ibadah dalam Islam yang pahalanya sangat tinggi. Seperti mengutip buku Dahsyatnya Umrah: Rahasia Perjalanan Para Perindu Ibadah Umroh, DR. Khalid Abu Syadi (2010) dari Jabir bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

"Hendaklah kalian terus-menerus mengerjakan ibadah haji dan umroh. Sesungguhnya haji dan umroh menghapus kefakiran dan dosa. Ini seperti halnya tukang besi yang menghilangkan karat besi."

Apabila umat muslim berencana akan mengerjakannya, berikut adalah tata cara umroh sesuai sunnah yang dapat dipelajari.

1. Menuju Miqat dengan Pakaian Ihram

Miqat adalah waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk memulai pelaksanaan umrah. Jamaah wajib memakai pakaian Ihram dengan ketentuan pakaian ihram laki-laki berupa dua helai kain putih, dan salah satunya digunakan sebagai sarung.

Untuk pakaian perempuan tetap diperbolehkan menggunakan pakaian apapun dengan syarat tidak menunjukkan perhiasan sekaligus menghindari menyerupai laki-laki.

2. Berihram

Tata cara umroh sesuai sunnah selanjutnya adalah melakukan ihram sambil mengucapkan,

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Artinya: "Aku penuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umroh,"

Tidak ada ketentuan salat khusus ketika berihram. Apabila mendapati waktu salat fardhu sebelum berihram, maka lebih baik melakukan salat terlebih dahulu.

3. Mengucap Talbiah sampai dapat Melihat Ka'bah

Tata cara umroh yang ketiga adalah membaca talbiah. Setelah membaca "لَبَّيْكَ عُمْرَةً" maka dilanjutkan dengan membaca talbiah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika lak.

Artinya: "Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,"

Jamaah laki-laki disarankan untuk mengeraskan suaranya ketika bertalbiah. Sedangkan untuk wanita disarankan untuk melirihkan suaranya.

4. Memasuki Masjidil Haram

Jamaah disarankan untuk mandi sebelum menuju Makkah. Saat masuk ke Masjidil Haram, disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan seraya mengucapkan doa:

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu rahmat-Mu."

5. Menuju Ka'bah dan Melakukan Tawaf Sebanyak 7 Kali

Saat berada di Masjidil Haram, tata cara umroh selanjutnya adalah menuju Hajar Aswad seraya berkata "Allahuakbar" atau "Bismillahi Allahuakbar", lalu mengusap dengan tangan kanan dan menciumnya di setiap putarannya.

Jika tidak sanggup, maka cukup mengusap dan mencium tangan yang menyentuh Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan lagi, maka cukup memberi isyarat dengan tangan kanan dan tidak mencium tangan.

Tawaf dimulai di Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Pada tiga putaran pertama disunahkan untuk berlari-lari kecil. Sedangkan di empat putaran terakhir berjalan dengan biasa.

Jamaah lalu disunnahkan untuk salat sunnah tawaf sebanyak dua rakaat di belakang makam Ibrahim lalu kemudian meminum air zamzam dan menyiram kepala dengan air zamzam.

6. Sa'i

Sa'i adalah berjalan dari Bukit Safa ke Marwa. Ini merupakan tata cara umroh yang keenam.

Yang pertama dilakukan adalah berjalan menuju Bukit Safa. Jamaah disunahkan untuk membaca surat Al-Baqarah ayat 158 saat mendekati Bukit Safa.

Di atas Bukit Safa, jamaah disarankan untuk menghadap arah Ka'bah dan membaca doa berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: "Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian,"

Selanjutnya, jamaah berjalan menuju Bukit Marwa dengan berlari-lari kecil. Lalu kembali lagi ke Bukit Safa dan diulangi lagi sampai sebanyak tujuh kali putaran.

7. Tahallul

Tata cara umroh yang ketujuh adalah tahallul atau memotong rambut. Hal ini dilakukan seusai melakukan sa'i di Bukit Safa dan Bukit Marwa.

Untuk jamaah laki-laki, diutamakan untuk cukup gundul, sedangkan jamaah perempuan cukup dengan memotong rambut sepanjang satu ruas jari saja.

Baca Juga: Pengertian Badal Umroh dan Syarat Pelaksanaannya

Demikian uraian tentang tata cara umroh sesuai sunnah Rasulullah Saw. Semoga umat muslim dapat melaksanakan ibadah umroh ini di tengah lamanya masa tunggu ibadah haji. (ARD)