Ulasan tentang Monomer dari Nilon dan Jenis-Jenisnya dalam Kimia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nilon merupakan salah satu jenis senyawa yang tidak asing bagi masyarakat umum. Meski begitu, ternyata masih banyak yang belum mengetahui senyawa penyusun nilon.
Sebenarnya, dalam kimia monomer dari nilon adalah asam adipat dan 1,6-diaminoheksana. Nah, jika Anda tertarik ingin tahu lebih banyak tentang kedua monomer tersebut, simak artikel ini sampai akhir, ya.
Baca Juga: Negara yang Pertama Kali Mengolah Serat Alam dan Penjelasannya
Monomer dalam Kimia dan Jenis-Jenisnya
Secara umum, nilon merupakan kain yang terbuat dari pengolahan senyawa yang terdapat di minyak bumi melalui proses polimerisasi hingga membentuk rantai senyawa yang bisa dimanfaatkan sebagai serat kain. Polimerisasi inilah yang kemudian mengubah senyawa-senyawa tunggal atau monomer menjadi rantai berikatan (polimer).
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa monomer dari nilon adalah asam adipat dan 1,6-diaminoheksana. Mengutip dari buku Mudah Belajar Kimia karya Syarifuddin (2021:197), berikut ini adalah penjelasan singkat tentang asam adipat dan 1,6-diaminoheksana.
1. Asam Adipat
Asam adipat merupakan senyawa organik yang mempunyai dua gugus fungsi karboksilat (-COOH) sehingga disebut sebagai kelompok dikarboksilat. Dengan nama senyawa IUPAC asam heksadekanoat, asam adipat memiliki rumus struktur sebagai berikut.
O O
|| ||
C - CH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - C
| |
OH OH
atau dapat ditulis: HOOC(CH₂)₄COOH
2. 1,6-diaminoheksana
1,6-diaminoheksana merupakan senyawa heksana atau senyawa hidrokarbon ikatan tunggal dengan 6 atom karbon yang mempunyai dua buah gugus fungsi amino (-NH2) yang berada pada atom karbon ke-1 dan ke-6. Adapun rumus struktur senyawa ini adalah sebagai berikut.
NH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - CH₂ - NH₂
atau dapat ditulis: NH₂(CH₂)₆NH₂
Adapun nilon sendiri terbagi ke dalam dua jenis yang dapat Anda pahami. Berikut adalah penjelasannya.
1. Nilon 6.6
Nilon 6.6 merupakan formula nilon yang paling umum dalam proses produksi. Variasi ini terdiri dari heksametilena diamina, enam atom karbon, dan juga asam adipat.
Bukan hanya itu, nilon 6.6 juga memiliki karakteristik yang tahan terhadap sinar matahari, ketahanan abrasi yang superior, hingga titik lebur yang tinggi.
2. Nilon 6
Nilon 6 merupakan formula yang umum digunakan karena karakteristiknya yang mudah diwarnai, mempunyai ketahanan terhadap benturan yang lebih tinggi, dan juga penyerapan kelembaban yang cepat. Bahkan nilon 6 ini juga dapat meningkatkan elastisitas dan fitur pemulihan elastis.
Demikian ulasan singkat tentang monomer dari nilon dan jenis-jenisnya. (Anne)
