Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Kita Harus Ikhlas beserta Contoh Tindakannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan mengapa kita harus ikhlas. Foto. dok. Kamonwan Wankaew (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan mengapa kita harus ikhlas. Foto. dok. Kamonwan Wankaew (Unsplash.com)

Ikhlas menjadi perilaku yang perlu diterapkan setiap individu dalam menjalankan semua amalan. Mengapa kita harus ikhlas? Mari kita simak jawaban lengkap alasan beserta contoh tindakan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Alasan Mengapa Kita Harus Ikhlas dan Contoh Perilakunya

Setiap amalan dan perlakuan yang kita lakukan setiap hari tentu perlu dijalankan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Ikhlas merupakan perbuatan yang dilakukan dengan niat murni hanya karena Allah tanpa ada niat dan harapan lainnya.

Ilustrasi alasan mengapa kita harus ikhlas. Foto. dok. Lemon_tm (Unsplash.com)

Penjelasan mengenai perilaku ikhlas juga dipaparkan dalam buku berjudul Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas Muhammad SAW yang ditulis oleh Amirulloh Syarbini, ‎Jumari Haryadi, ‎Ade Saeful Muslim (2010: 83) yang memaparkan bahwa secara bahasa ikhlas berasal dari bahasa Arab “khalasha” yang berarti murni, bersih, dan terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya.

Secara umum hakikat ikhlas adalah beribadah dan beramal semata-mata karena Allah bukan karena manusia. Dengan demikian orang yang ikhlas ialah orang yang memfokuskan tujuan dan maksud setiap amalannya hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Orang yang ikhlas tidak haus akan pujian dan tidak takut dengan cacian.

Baca juga: Arti Innamal A'malu Binniyat, Hadist tentang Betapa Pentingnya Niat

Ilustrasi alasan mengapa kita harus ikhlas. Foto. dok. PeopleImages (Unsplash.com)

Pembahasan mengenai perilaku ikhlas juga disebutkan dalam sebuah hadis shahih yang berbunyi:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim)

Dari penjelasan mengenai definisi ikhlas dan dalil yang membahasnya kita dapat menyimpulkan alasan mengapa kita harus ikhlas dalam menjalankan berbagai amalan dan ibadah karena dengan ikhlas hati kita akan menjadi lebih tenang dan terlepas dari pengharapan yang tak pasti dan berisiko menyakiti hati bahkan mengecewakan diri sendiri.

Ada banyak contoh penerapan perilaku ikhlas yang dapat kita teladani, antara lain:

  • Membantu orang lain yang kesusahan dengan tanpa syarat atau mengharapkan imbalan Memberikan sedekah pada orang yang membutuhkan tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun.

  • Berbuat baik kapanpun di manapun tanpa mengharap pujian dari orang lain.

Setelah mengetahui alasan mengapa kita harus ikhlas dapat menyadarkan kita akan pentingnya beramal dengan hati yang tulus dan ikhlas di mana saja dan kepada siapa saja. (DAP)