Cara Pengklasifikasian pada Tumbuhan dan Hewan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengklasifikasian tumbuhan dan hewan adalah pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, seperti morfologi, anatomi, dan fisiologi.
Tujuan dari pengklasifikasian tumbuhan dan hewan ialah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari keanekaragaman setiap makhluk hidup.
Cara pengklasifikasian pada tumbuhan dan hewan dikenal juga dengan sebutan taksonomi. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, simak terus uraian ini hingga tuntas.
Dasar Pengklasifikasian pada Tumbuhan dan Hewan
Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Alam 1 untuk SMK dan MAK Kelas X karangan Tia Mutiara, klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada sistem taksonomi. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus pada abad ke-18.
Sistem taksonomi menggunakan hierarki tertentu untuk mengelompokkan makhluk hidup, mulai dari tingkat yang paling umum hingga yang paling spesifik. Tingkatan taksonomi meliputi:
Kingdom (Kerajaan)
Phylum (Filum)
Class (Kelas)
Order (Ordo)
Family (Famili)
Genus
Species
Baca Juga: Daur Hidup Nyamuk dari Awal sampai Akhir
Cara Pengklasifikasian pada Tumbuhan dan Hewan
Dijelaskan dalam buku Biologi: Jilid 1 tulisan Diah Aryulina, dkk., makhluk hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologinya.
Cara pengelompokan ini disebut sebagai klasifikasi sistem alami. Jika penggolongan tersebut juga memperhatikan sejarah evolusi suatu makhluk hidup, sistem klasifikasinya disebut sistem filogeni.
Selain itu, makhluk hidup juga dapat diklasifikasikan dengan sistem buatan, yaitu pengelompokkan berdasarkan persamaan ciri morfologi yang mudah dilihat.
Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan bersama. Misalnya, kelompok pohon yang berbuah dan buahnya dapat dimakan seperti pohon nangka, pohon jeruk, dan pohon jambu.
Klasifikasi pada Tumbuhan
Tumbuhan diklasifikasikan berdasarkan berbagai karakteristik, seperti struktur tubuh, cara reproduksi, dan jenis jaringan. Zahlul Ikhsan menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Keanekaragaman Hayati Tumbuhan, berikut klasifikasi pada tumbuhan:
1. Berdasarkan Struktur Tubuh
Tumbuhan Non-Vaskular: Tidak memiliki jaringan pembuluh untuk mengangkut air dan nutrisi, seperti lumut (Bryophyta).
Tumbuhan Vaskular: Memiliki jaringan pembuluh, seperti paku-pakuan (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
2. Berdasarkan Cara Reproduksi
Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae): Biji tidak dilindungi oleh buah, seperti pohon pinus.
Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae): Biji dilindungi oleh buah, seperti mangga dan padi.
3. Berdasarkan Jenis Jaringan
Tumbuhan Monokotil: Memiliki satu kotiledon (daun lembaga), seperti jagung dan kelapa.
Tumbuhan Dikotil: Memiliki dua kotiledon, seperti kacang tanah dan mangga.
Klasifikasi pada Hewan
Hewan diklasifikasikan berdasarkan karakteristik seperti struktur tubuh, jenis rangka, dan cara reproduksi. Berikut klasifikasi pada hewan selengkapnya:
1. Berdasarkan Struktur Tubuh
Invertebrata: Hewan tanpa tulang belakang, seperti cacing, serangga, dan ubur-ubur.
Vertebrata: Hewan dengan tulang belakang, seperti ikan, burung, dan mamalia.
2. Berdasarkan Habitat
Hewan Air: Hidup di air, seperti ikan dan lumba-lumba.
Hewan Darat: Hidup di daratan, seperti harimau dan gajah.
Hewan Amfibi: Dapat hidup di air dan darat, seperti katak.
3. Berdasarkan Cara Reproduksi
Ovipar: Berkembang biak dengan bertelur, seperti ayam dan burung.
Vivipar: Melahirkan anak, seperti kucing dan manusia.
Ovovivipar: Telur menetas di dalam tubuh induk, seperti beberapa jenis ikan hiu.
4. Berdasarkan Sistem Peredaran Darah
Darah Terbuka: Darah tidak sepenuhnya mengalir dalam pembuluh, seperti pada serangga.
Darah Tertutup: Darah mengalir dalam pembuluh darah, seperti pada mamalia.
(NDA)
