Konten dari Pengguna

Faktor Penghambat Integrasi Nasional dan Pendorongnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi faktor penghambat integrasi nasional. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor penghambat integrasi nasional. Foto: Unsplash

Integrasi nasional merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara serta perlu senantiasa diupayakan. Kegagalan mewujudkan integrasi masyarakat, dapat diartikan sebagai ketidakmampuan pemerintah untuk membangun kejayaan nasional.

Kondisi tersebut dapat mengancam kelangsungan hidup berbangsa dan negara yang bersangkutan. Terhambatnya integrasi nasional dapat terjadi karena beberapa faktor. Simak pembahasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Ilustrasi faktor penghambat integrasi nasional. Foto: Unsplash

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga tercipta keserasian dan keselarasan secara nasional. Perbedaan tersebut dapat berupa adat, budaya, suku, bahasa, agama, dan hal lain yang ada dalam suatu bangsa.

Tiap pihak yang membawa identitas dari unsur-unsur tersebut kemudian meleburkan diri dalam suatu kesatuan identitas baru bernama identitas nasional. Namun, tujuan ini tidak dapat terwujud jika terdapat penghalang yang bisa berasal dari individu maupun kelompok dalam masyarakat.

Mengutip buku berjudul Konsep Dasar dan Pengembangan Pembelajaran PPKn untuk MI/SD karya Galih Puji Mulyoto, dkk., berikut faktor penghambat terwujudnya integrasi nasional.

1. Kurangnya Penghargaan

Masyarakat Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku bangsa. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan dari pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri dapat membuat hal itu terkikis secara perlahan-lahan.

Akhirnya, ini dapat memunculkan sikap-sikap apatis terhadap peemerintah dan menumbuhkan benih-benih radikalisme, serta melunturkan integrasi nasional.

2. Kurangnya Toleransi

Kurangnya toleransi terhadap keberagaman dan kemajemukan yang ada di masyarakat menjadi salah satu penyebab konflik sosial. Dampak dari konflik sosial tersebut akan mengurangi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, kurangnya toleransi terhadap perbedaan secara terus-menerus akan membuat sebuah bangsa hancur dengan sendirinya sehingga integrasi nasional sulit terwujud.

3. Kurangnya Kesadaran Diri

Faktor lain yang menghambat terwujudnya integrasi nasional ialah kurangnya kesadaran dalam masyarakat. Di era globalisasi, masyarakat menjadi lebih individualistis dan cenderung tidak memedulikan kondisi dan situasi di sekitarnya.

Kesadaran diri yang berkurang akibat globalisasi akan makin mempersulit terwujudnya integrasi nasional, sehingga perlu segera dicegah.

Baca Juga: Kapan dan di Mana Istilah Bhineka Tunggal Ika Ditemukan? Ini Asal-usulnya

Faktor Pendorong Integrasi Nasional

Ilustrasi faktor pendorong integrasi nasional. Foto: Unsplash

Selain faktor penghambat yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat faktor pendukung yang mewujudkan integrasi nasional di Indonesia.

1. Rasa Senasib dan Seperjuangan

Faktor sejarah menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan dalam masyarakat. Kemerdekaan yang dinikmati sekarang juga merupakan berkat perjuangan para pejuang dengan budaya yang berbeda-beda.

2. Pemaknaan Ideologi Nasional

Sebagai ideologi NKRI, Pancasila mengandung nilai-nilai yang berakar dari masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai-nilai di dalamnya tidak bertentangan dengan nilai positif yang ada di Indonesia.

Untuk itu, pemaknaan ideologi nasional dilakukan melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan integrasi nasional.

3. Keinginan untuk Bersatu

Keanekaragaman dan segala perbedaan membuat masyarakat Indoensia memiliki keinginan untuk menyatukannya. Hal ini tercermin dari peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

4. Antisipasi Ancaman dari Luar

Adanya ancaman yang berasal dari luar seperti radikalisme dan terorisme membuat masyarakat sadar bahwa mereka harus berusaha mempertahankan keutuhan NKRI dari ancaman yang ada.

(SA)