Food & Travel
·
14 September 2021 8:12
·
waktu baca 3 menit

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat dan Aksesoris Pelengkapnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat dan Aksesoris Pelengkapnya (110158)
searchPerbesar
Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat dan Aksesoris Pelengkapnya, Foto: Flickr
Keunikan pakaian adat Jawa Barat tak perlu diragukan lagi. Daerah yang sebagian besar dihuni oleh suku Sunda ini memiliki beberapa jenis pakaian adat dengan bentuk dan makna yang unik.
ADVERTISEMENT

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat

Dikutip dari buku Karnaval Pakaian Adat, Gilar Gandana, M.Pd., ‎ dkk., (2020:27), karena didiami suku Sunda, maka pakaian adat Jawa Barat adalah pakaian adat suku Sunda. Pada zaman dahulu, pakaian adat Jawa Barat didasarkan pada kelas atau strata sosial masyarakat Sunda sebagai berikut:
  • Baju Pangsi dan Kebaya Sunda & Kain Kebat untuk Kelas Bawah
Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat dan Aksesoris Pelengkapnya (110159)
searchPerbesar
Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat dan Aksesoris Pelengkapnya, Foto: Pixabay
Pakaian adat untuk kasta bahwa tampak sederhana dan bahkan usang. Para petani biasanya termasuk kelas bawah. Seperti pakaian adat pada umumnya, terdapat perbedaan antara pakaian adat laki-laki dan perempuan.
Para lelaki umumnya mengenakan celana besar alias celana komprang atau pangsi dan atasan berupa baju salontréng. Selain itu, para lelaki juga mengenakan sarung sebagai selempang. Untuk alas kaki, mereka menggunakan sandal tarumpah yang terbuat dari kayu.
ADVERTISEMENT
Para perempuan biasanya mengenakan kain batik panjang alias sarung kebat dan beubeur sebagai ikat pinggang yang dilengkapi dengan kamisol dan kebaya. Untuk alas kaki, mereka menggunakan sandal jepit teplek.
  • Kebaya dan Baju untuk Kelas Menengah
Pakaian kelas menengah tampak lebih rapi dan berwibawa. Kaum atas biasanya terdiri dari para pedagang atau saudagar.
Para lelaki umumnya mengenakan sejenis jas putih yang dinamai baju bedahan. Dipadukan dengan kain kebat yang disarungkan, mereka juga mengenakan sabuk serta ikat kepala yang dinamai bengker. Mereka juga sering memakai aksesoris berupa arloji dengan rantai keemasan untuk menunjukkan status sosial.
Para perempuan umumnya mengenakan atasan kebaya dengan aneka corak dan warna yang dipadukan dengan sanggul kepala, bawahan berupa kain kebat, ikat pinggang, dan selendang berwarna. Untuk alas kakinya, mereka mengenakan sandal kelom geulis. Mereka juga sering mengenakan gelang atau perhiasan lainnya sebagai aksesoris.
ADVERTISEMENT
  • Jas Beludru Sulam Benang Emas untuk Kaum Atas alias Bangsawan
Pakaian adat kaum bangsawan tentunya jauh lebih indah daripada pakaian adat kaum bawah dan kaum menengah.
Para lelaki mengenakan jas beludru hitam yang terbuat dari benang emas dan celana panjang dengan motif serupa serta sabuk emas. Mereka juga mengenakan bendo untuk menutup kepala sandal selop hitam sebagai alas kaki.
Para perempuan mengenakan kebaya berbahan beludru hitam yang disulam dengan tambahan manik-manik dan bawahan berupa kebat bermotif rereng. Mereka juga mengenakan selop beludru hitam sebagai alas kaki dan aksesoris berupa sanggul rambut dengan konde serta beberapa perhiasan.

Aksesoris Pelengkap Pakaian Adat Jawa Barat

Keunikan pakaian adat Jawa Barat tak lepas dari aksesoris pelengkap berikut:
ADVERTISEMENT
  1. Bendo sebagai penutup kepala para lelaki
  2. Beuber sebagai ikat pinggang perempuan, yang tebruat dari kain kebat
  3. Mahkota perempuan dan sandal kelom geulis untuk perempuan kelas menengah dan atas
Meskipun tidak setiap hari, tetapi keunikan pakaian adat Jawa Barat di atas masih digunakan pada acara-acara tertentu.(BRP)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white