Konten dari Pengguna

Listrik Statis dan Dinamis: Pengertian dan Perbedaannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggaris dan Sobekan Kertas Contoh Listrik Statis Foto: dok Sciencelens
zoom-in-whitePerbesar
Penggaris dan Sobekan Kertas Contoh Listrik Statis Foto: dok Sciencelens

Listrik statis dan listrik dinamis adalah salah satu materi yang ada di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Biasanya materi ini dikenalkan kepada siswa saat mereka mulai duduk di bangku kelas 4 SD. Namun ketika SMP kamu juga akan menemukan materi ini dengan bahasan yang lebih luas.

Listrik statis dan listrik dinamis merupakan pembagian jenis listrik berdasarkan keadaan muatannya. Listrik statis dan listrik dinamis adalah listrik yang dapat kita temui dengan mudah dan dengan contoh yang sederhana. Nah, agar bisa memahami materi listrik statis dan dinamis lebih dalam, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Listrik Statis dan Listirk Dinamis?

Ilustrasi Listrik Statis dan Listirk Dinamis. Foto: Unsplash

Sesuai dengan namanya, listrik statis memiliki jumlah muatan listrik yang tetap (statis). Jika didefinisikan, listrik statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah yang statis atau bisa disebut listrik yang diam. Muatan listrik dapat berupa positif atau negatif.

Sementara itu, Listrik dinamis bertolak belakang dengan listrik statis. Jika listrik statis disebut dengan listrik yang diam maka listrik dinamis disebut listrik yang dapat bergerak.

Singkatnya, definisi listrik dinamis adalah suatu gejala listrik yang ditimbulkan oleh pergerakan muatan listrik. Pergerakan listrik dinamis berupa posisi yang muatan elektronnya tinggi menuju muatan elektron yang rendah.

Persamaan dan Perbedaan antara Listrik Statis dan Dinamis

Ilustrasi Persamaan dan Perbedaan antara Listrik Statis dan Dinamis. Foto: gurupendidikan

Di atas sudah dijelaskan masing-masing pengertian listrik statis dan listrik dinamis. Lantas apa persamaan dan perbedaan dari keduanya? Nah, biar tidak bingung, silahkan perhatikan informasinya di bawah ini.

Persamaan Listrik Statis dan Dinamis

Disadur dari buku Pintar Fisika Tanpa Bimbel, SMA X, XI, XII karya Asih Novitasari, S.Si., (2015:25), berikut adalah persamaan antara listrik statis dan listrik dinamis:

  1. Listrik statis dan listrik dinamis sama-sama mempunyai inti atom.

  2. Daya magnet yang ada pada listrik statis dan listrik dinamis saling tarik menarik.

  3. Listrik statis dan listrik dinamis samas-sama terjadi karena terdapat perpindahan atau aliran muatan listrik, sehingga harus ada 2 material yang saling terhubung.

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Setelah mengetahui persamaan antara listrik statis dan listrik dinamis, kamu juga perlu mengetahui perbedaannya. Secara singkat, listrik statis dan dinamis memiliki beberapa perbedaan, yakni sebagai berikut:

  • Penyebab terjadinya listrik statis yaitu gesekan antara dua benda. Sementara itu listrik dinamis terjadi sebab perbedaan muatan listrik dan adanya arus searah maupun bolak balik.

  • Listrik statis disebut sebagai listrik yang diam atau tidak mengalami pergerakan muatan listrik. Sedangkan listrik dinamis mengalami pergerakan muatan listrik atau arus listrik.

  • Pada listrik statis, sulit untuk diukur dalam parameter (tidak ada penentunya). Sedangkan listrik dinamis lebih mudah untuk diukur karena terdapat parmeternya seperti arus, tegangan, hambatan maupun daya listrik yang terjadi di suatu rangkaian.

  • Listrik dinamis hanya bisa mengalir melalui bahan-bahan konduktor atau pengantar panas seperti logam. Sedangkan aliran listrik statis bisa mengalir lewat isolator atau nonlogam.

Apa Saja Contoh Listrik Statis?

Ilustrasi Contoh Listrik Statis. Foto: atmosferku.com

Pada listrik statis terdapat fenomena perpindahan muatan. Saat proses penggosokan dua benda, kondisi muatan didasarkan pada perpindahan muatan. Ketika salah satu benda kehilangan elektron, maka benda lain mendapat muatan elektron.

  • Menggosokkan penggaris ke rambut

Sebagai contoh sederhana, listrik statis dapat kita temukan ketika kita menggosokan penggaris pada rambut. Secara teknis, dapat dijelaskan bahwa setelah penggaris digosokkan ke rambut, maka rambutmu bisa tertarik oleh daya listrik dari sisir.

Hal itu karena penggaris tersebut menjadi bermuatan negatif dan rambut menjadi bermuatan positif. Pelepasan muatan saat menggosokkan kedua bahan tersebut membuat bahan-bahan dialiri atau bermuatan listrik.

  • Menggosokkan penggaris ke robekan kertas kecil

Contoh lainnya untuk melihat aliran listrik statis ialah dengan cara menggosokan penggaris plastik secara cepat lalu arahkan ke robekan kertas kecil.

Setelah beberapa kali digosokan, maka kertas akan menempel pada penggaris tersebut dalam waktu tertentu. Hal ini terjadi akibat timbulnya muatan listrik yang menarik kertas pada penggaris.

Apa Saja Contoh Listrik Dinamis?

Contoh Listrik Statis Foto: dok Tutorialspoint

Contoh dari aplikasi listrik dinamis yang sederhana, bisa juga kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari, berikut di antaranya:

  • Penggunaan baterai atau dinamo untuk menggerakkan mobil-mobilan, motor-motoran, dan lainnya

Contoh listrik dinamis yang pertama yaitu penggunaan baterai atau dinamo untuk menggerakkan mainan, misalnya mobil-mobilan. Nantinya listrik akan mengalir ketika sakelar yang ada di mobil-mobilan dinyalakan. Ujung baterai mobil-mobilan yang memuat listrik akan terhubung dengan mobil listrik, karena itulah mainan tersebut bisa bergerak.

  • Penggunaan baterai pada laptop, remot, atau perangkat lainnya

Perangkat elektronik, misalnya laptop, dapat berfungsi karena di dalamnya terdapat baterai. Di dalam baterai tersebut ada aliran elektron yang berpindah ke laptop. Ketika baterai laptop habis dan bahkan mati, artinya aliran elektron berhenti mengalir.

  • Penggunaan bel listrik

Bel listrik bisa berbunyi karena adanya aliran elektron dari beterai dan pindah ke bel melewati kawat penghantar. Jika kamu perhatikan pada bentuk fisik baterai, di sana tertera ikon kutub positif dan kutub negatif.

Kutub positif ditandai dengan tonjolan kecil pada ujung baterai atau adanya ikon +. Sedangkan ujung baterai berkutub negatif adalah rata atau ditandai dengan ikon - . Jika dua kutub ini dihubungkan dengan kabel, maka elektron akan mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif.

  • Penggunaan power bank

Contoh listrik dinamis lain terletak pada sebuah power bank. Aliran listrik dinamis akan terjadi saat listrik di penyimpanan daya mengalir menuju baterai ponsel.

Seperti itulah listrik statis dan dinamis yang telah dijelaskan di atas. Setelah disebutkan contoh dan perbedaannya, semoga dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasanmu ya!

(DA & ZHR)