Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna dalam Siklus Hidup Hewan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan selama pertumbuhan dan perkembangan dari tahap larva hingga dewasa.
Dalam dunia biologi, metamorfosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Untuk mengetahui perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna secara lengkap, simak terus uraian ini hingga tuntas.
Pengertian Metamorfosis Sempurna
Merujuk buku Biologi SMA dan MA untuk Kelas XII karya Diah Aryulina, dkk, metamorfosis sempurna adalah jenis metamorfosis yang melalui empat tahap berikut:
Telur: Hewan betina bertelur di tempat yang sesuai dengan habitatnya.
Larva: Setelah menetas, larva memiliki bentuk yang sangat berbeda dari versi dewasanya. Misalnya, ulat pada kupu-kupu dan berudu pada katak.
Pupa (kepompong): Larva berubah menjadi pupa atau kepompong dan terjadi perubahan besar sebelum menjadi dewasa.
Imago (dewasa): Setelah melewati fase pupa, hewan keluar sebagai individu dewasa dengan bentuk yang sangat berbeda dari larva.
Pada proses ini, hewan mengalami perubahan bentuk yang sangat berbeda antara tahap awal dan tahap dewasa. Ciri-ciri metamorfosis sempurna, di antaranya:
Terdiri dari empat tahap perkembangan.
Bentuk tubuh saat larva sangat berbeda dengan bentuk dewasanya.
Memiliki tahap pupa (kepompong) sebagai fase transisi.
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, antara lain, kupu-kupu, katak, nyamuk, lalat, dan kumbang.
Baca Juga: Daur Hidup Lalat dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya
Pengertian Metamorfosis Tidak Sempurna
Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam terbitan Grasindo, metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk yang hanya terdiri dari tiga tahap berikut:
Telur: Hewan bertelur di tempat yang sesuai dengan lingkungannya.
Nimfa: Setelah menetas, nimfa memiliki bentuk yang hampir sama dengan hewan dewasa tetapi lebih kecil dan belum memiliki sayap atau organ reproduksi yang matang.
Imago (dewasa): Nimfa mengalami beberapa kali pergantian kulit (molting) sebelum menjadi hewan dewasa yang sempurna.
Pada jenis metamorfosis ini, hewan muda (nimfa) memiliki bentuk yang hampir sama dengan hewan dewasa, tetapi ukurannya lebih kecil dan belum memiliki organ tertentu seperti sayap. Ciri-ciri metamorfosis tidak sempurna, di antaranya:
Terdiri dari tiga tahap perkembangan.
Tidak mengalami tahap pupa atau kepompong.
Bentuk nimfa mirip dengan bentuk dewasa, hanya berbeda ukuran dan kematangan organ.
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, antara lain, belalang, kecoak, capung, jangkrik, dan rayap.
Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Berdasarkan penjabaran di atas, perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna terletak pada jumlah tahap perkembangan serta perubahan bentuk yang dialami hewan.
Metamorfosis sempurna memiliki empat tahap (telur, larva, pupa, imago), sedangkan metamorfosis tidak sempurna hanya memiliki tiga tahap (telur, nimfa, imago).
Selain itu, pada metamorfosis sempurna, larva memiliki bentuk yang sangat berbeda dari versi dewasanya. Sementara pada metamorfosis tidak sempurna, nimfa hanya mengalami pertumbuhan ukuran tanpa perubahan bentuk yang signifikan.
(NDA)
