Tata Cara Tablig dan Contohnya sesuai Ajaran Islam

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara tablig perlu dipahami bagi umat muslim yang ingin menerapkan metode dakwah ini. Tablig merujuk pada aktivitas yang mengajak orang-orang pada kebaikan. Kegiatan ini sudah cukup familiar di kalangan umat muslim Indonesia.
Tablig biasa dilakukan kala Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi, perayaan tahun baru Islam, dan lain-lain. Memahami tata cara melakukan tablig sangat penting agar pesan yang disampaikan dapat dipahami audiens.
Tata Cara Tablig
Mengutip buku Pendidikan Agama Islam, Bachrul Ilmy (2008), tablig artinya menyampaikan ajaran yang sesuai tuntunan Allah. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalankan tablig. Adapun tata cara tablig sesuai ajaran Islam yakni adalah sebagai berikut.
Menggunakan bahasa yang santun dan mudah dimengerti oleh kyalayak umum.
Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama.
Materi dakwah yang disampaikan hendaknya mempunyai landasan hukum yang jelas.
Senantiasa melibatkan akal dan melibatkan Allah Swt.
Tidak meminta bayaran dari kegiatan dakwah yang dijalankan.
Tidak membandingkan atau menjelek-jelekkan orang lain.
Menyampaikan pesan kebaikan dengan sabar, ikhlas, dan pada waktu serta orang yang tepat.
Tidak menghasut audiens melakukan permusuhan atau perselisihan dengan orang lain.
Dakwah yang dilakukan harus disertai dengan amalan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Tablig sesuai Ajaran Islam
Agar lebih paham dengan implementasi tablig dalam kehidupan sehari-hari, simak contohnya di bawah ini:
1. Tablig dalam Menyatakan Kebenaran
Sebagai umat Rasulullah, sudah selayaknya setiap mubaligh menyampaikan dakwah sesuai kebenaran. Dalam berdakwah, kejujuran adalah hal yang utama dan tidak boleh ditutup-tutupi.
2. Tablig dalam Mengajar
Setiap guru dan dosen perlu memiliki sifat tablig dalam menyampaikan seluruh wawasan yang dimilikinya pada setiap murid. Guru yang baik tidak akan takut jika siswa atau mahasiswanya lebih pintar dari dirinya. Justru, ia akan senang dan bangga jika anak didiknya mampu melampaui kepandaian dirinya
3. Tabligh dalam Melarang Kemungkaran
Sifat tablig tidak hanya untuk menyampaikan dakwah, tetapi juga melarang kemungkaran yang terjadi di kalangan masyarakat. Biasanya, perbuatan ini cukup berat dilakukan oleh seorang da’i. Oleh karena itu, penting sekali untuk menyeru pada kebaikan dan melarang perbuatan buruk yang terjadi di sekitar.
Baca juga: 3 Substansi Dakwah Rasulullah di Madinah yang Penting untuk Diketahui
Tata cara tablig dan contohnya yang dibahas di atas perlu diimplementasikan dalam kehidupan. Dengan begitu, setiap mubaligh atau dai dapat mengikuti sunnah Rasulullah dalam menyampaikan ajaran kebaikan. (DLA)
