Konten dari Pengguna

Urutan Tata Cara Sembahyang Agama Hindu

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 6 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara sembahyang agama Hindu. Foto: Unsplash/Artem Beliaikin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara sembahyang agama Hindu. Foto: Unsplash/Artem Beliaikin

Dalam agama Hindu, sembahyang Tri Sandhya menjadi ibadah yang rutin dilakukan. Akan tetapi, banyak yang bertanya tentang urutan tata cara sembahyang agama Hindu.

Terlebih ibadah Tri Sandhya dilaksanakan pada pagi, siang, dan sore. Di sisi lain, Tri Sandhya dapat mendatangkan keselamatan dan perlindungan dari Sang Hyang Widhi.

Tata Cara Sembahyang Agama Hindu

Ilustrasi tata cara sembahyang agama Hindu. Foto: Unsplash/Hakan Nural

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, I Ketut Darta dan Duwijo (2017), Tri Sandhya berasal dari dua kata, yaitu “tri” yang artinya tiga dan “sandhya” atau “sandi” yang berarti hubungan.

Sehingga Tri Sandhya mengandung makna tiga kali berhubungan dengan Sang Hyang Widhi Wasa dalam satu hari.

Tri Sandhya memiliki makna sebagai proses penyucian diri untuk menyingkirkan sifat-sifat negatif yang disebabkan oleh “guna-guna” dan meningkatkan sifat-sifat positif dalam diri manusia. Sehingga tercapai keharmonisan dan keseimbangan sesama makhluk dan alam semesta.

Sebagaimana yang tercantum dalam kitab Hindu berikut ini.

“Pergunakanlah dengan sebaik-baiknya kesempatan menjelma menjadi manusia ini, kesempatan yang sungguh sulit diperoleh, yang merupakan tangga untuk pergi ke sorga: segala sesuatu yang menyebabkan agar tidak jatuh lagi, itulah hendaknya dilakukan.”

Adapun tata cara sembahyang agama Hindu yang berupa Tri Sandhaya, yakni:

1. Membersihkan Badan

Langkah pertama yang dilakukan sebelum melakukan sembahyang adalah membersihkan badan dengan cara mandi secara bersih. Jika tidak bisa, maka dapat dengan mencuci kaki, tangan, dan berkumur.

2. Pakaian

Pakaian yang digunakan untuk bersembahyang adalah pakaian sopan, seperti baju bersih serta pakai udeng, kamben, dan kentang. Jika tidak memungkinkan dapat dengan pakaian biasa asalkan sopan, bersih, dan menggunakan sentang.

3. Persiapan Sembahyang

Untuk melakukan sembahyang, siapkan bunga dan bunga untuk masuk ke pura. Setelah itu, gunakan sikap duduk yang sekiranya membuat nyaman.

4. Langkah Sembahyang

Latihan mengatur napas atau Pranayama dengan sikap tangan Amustikarana, yakni tangan di posisi setinggi ulu hati dengan ibu jari kanan menyatu dengan ibu jari tangan kiri serta ditempelkan di depan ulu hati.

Langkah berikutnya adalah dengan menarik napas: Om Ang namah (Ya Tuhan, hamba puja Engkau sebagai pencipta dan sumber dari segala kekuatan, anugrahi hamba kekuatan batin).

Kemudian tahan napas: Om Ung namah (Ya Tuhan, hamba puja Engkau sebagai pemelihara dan sumber kehidupan anugrahi hamba ketenangan batin).

Setelah itu, keluarkan napas: Om Mang namah (Ya Tuhan, hamba puja Engkau sebagai pelebur segala yang tidak berguna dalam kehidupan, anugrahi hamba kesempurnaan batin).

Langkah berikutnya adalah Karasoddhana atau pembersihan tangan dan diri, yakni:

  • Tangan kanan: Om Soddha mam svaha (Ya Tuhan, sucikanlah seluruh badan jasmani hamba).

  • Tangan kiri: Om Ati soddha mam svaha (Ya Tuha, sucikanlah seluruh badan rohani hamba).

5. Puja Tri Sandhya

Om bhùr bhuvah svah

tat savitur varenyam

bhargo devasya dhimahi

dhiyo yo nah pracodayàt

(Om Sang Hyang Widhi, kami menyembah kecemerlangan dan kemahamuliaan Sang Hyang Widhi yang menguasai bumi, langit dan sorga, semoga Sang Hyang Widhi menganugrahkan kecerdasan dan semangat pada pikiran kami.)

Om Nàràyana evedam sarvam

yad bhùtam yac ca bhavyam

niskalanko nirañjano nirvikalpo

niràkhyàtah suddo deva eko

Nàràyano na dvitìyo'sti kascit

(Om Sang Hyang Widhi, Nàràyana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa Nàràyana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua.)

Om tvam sivah tvam mahàdevah

ìsvarah paramesvarah

brahmà visnusca rudrasca

purusah parikìrtitah

(Om Sang Hyang Widhi, Engkau disebut Siwa yang menganugrahkan kerahayuan, Mahadewa (dewata tertinggi), Iswara (mahakuasa). Parameswara (sebagai maha raja diraja), Brahma (pencipta alam semesta dan segala isinya), Visnu (pemelihara alam semesta beserta isinya), Rudra (yang sangat menakutkan) dan sebagai Purusa (kesadaran agung))

Om pàpo’ham pàpakarmàham

pàpàtmà pàpasambhavah

tràhi màm pundarikàksa

sabàhyàbhyàntarah sucih

(Om Sang Hyang Widhi, hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba ini papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.)

Om ksamasva màm mahàdeva

sarvapràni hitankara

màm moca sarva pàpebyah

pàlayasva sadà siva

(Om Sang Hyang Widhi, ampunilah hamba, Sang Hyang Widhi yang maha agung anugrahkan kesejahteraan kepada semua makhluk. Bebaskanlah hamba dari segala dosa lindungilah hamba Om Sang hyang Widhi.)

Om ksàntavyah kàyiko dosah

ksàntavyo vàciko mama

ksàntavyo mànaso dosah

tat pramàdàt ksamasva màm

(Om Sang Hyang Widhi, ampunilah dosa yang dilakukan oleh badan hamba, ampunilah dosa yang keluar melalui kata kata hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelalaian hamba.)

Om Santih, Santih, Santih, Om

(Om Sang Hyang Widhi anugrahkanlah kedamaian, kedamaian, kedamaian selalu).

6. Kramaning Sembah

  • Tanpa Bunga

Om Atma Tattvatma Soddha Mam Svaha” (“Om Atma atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba”)

  • Menyembah Sangyang Widhi Wesa sebagai Sahyang Aditya dengan Bunga

Om Adityasyaparam jyotih Rakta teja namo’stute Svetapangkaja madhyasthah Bhaskarayo namo’stute

(“Om Sanghyang Widhi Wasa, sinar Surya Yang Maha Hebat, Engkau bersinar merah, hormat padaMu, Engkau yang beradah ditengah-tengah teratai putih, hormat padaMu pembuat sinar”).

  • Menyembah Sanghyang Widi Wasa sebagai Ista Dewata dengan Bunga

Om namo devaya adhistanaya Sarva vyapi vai sivaya Padmasana eka prathistaya Ardhanaresvarya namah svaha”.

(“Om Sanghyang Widhi Wasa, hormat kami kepada Dewa yang bersemayam di tempat utama kepada Siwa yang sesungguhnya berada di mana-mana, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai sebagai satu tepat, kepada Ardhanaresvarya hamba menghormat”.)

  • Menyembah Sanghyang Widhi Wasa sebagai pemberi Anugrah dengan Bunga

Om nugrahaka manohara, Deva dattanugrahaka, Arcanam sarva pujanam, Namah sarvanugrahaka, Om Deva devi mahasiddhi yajnangga nirmalatmaka, Laksmi siddhisca dirgahayuh Nirvighna sukha vrddhisca”.

(“Om Sanghyang Widhi Wasa,, engkau yang menarik hati, pemberih anugerah anugerah pemberian Dewa, pujaan dalam semua pujian, hormat padaMu pemberih semua anugerah. Kemahasidian Dewa dan Dewi, berwujud Yajna, pribadi suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, kegembiraan dan kemajuan”.)

  • Menyembah Tanpa Bunga

Om Deva Suksme Paramacintya Namag Svaha

(“Om Sanghyang Widhi Wasa, hormat pada Dewa yang tak terpikirkan yang maha tinggi, yang maha gaib”.)

6. Pemercikan Tirta

  • Doa ketika metirtha:

Om Ang Brahma amrta ya namah

Om Ung Visnu amrta ya namah

Om Mang Isvara amrta ya namah

(Ya Tuhan, dalam wujud Brahma. Ya Tuhan , dalam wujud Visnu. Ya Tuhan, dalam wujud Isvara. Anugrahkan air suci kepada hamba)

  • Doa minum tirtha:

Om Om sarira ya namah

Om Om sadasiva ya namah

Om Om paramasiva ya namah

(Ya Tuhan sebagai Siva, Sadasiva, Paramasiva, anugrahilah badan dan rohani ini air suci)

  • Doa ketika meraup tirtha:

Om Om sarira purna ya namah

Ang Ung Mang gangga amrta ya namah

Sarira suddha parama teja ya namah

Om Ang sama sampurna ya namah

(Ya Tuhan, sempurnakanlah badan ini, Ya Tuhan sebagai perwujudan gangga amrta, anugrahilah diri kami kesucian, sinar yang maha suci, yang maha sempurna)

7. Memasang Bija

  • Bija untuk Dahi

Om Sriyam Bhavantu” (“Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga kebahagian meliputih hamba”).

  • Bija di Bawah Tenggorokan

Om Sukham Bhavantu” (“Oh Sanghyang Widhi Wasa, semoga kesenangan selalu hamba peroleh”.)

  • Bija untuk Ditelan atau Langit-Langit Mulut

Om Purnam Bhavantu, Om Ksama Sampurna ya Namah Svaha”.

(“Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga kesempurnaan meliputi hamba, Oh Hyang Widhi semoga semuanya bertambah menjadi bertamba sempurna”.)

8. Meninggalkan Tempat Suci

Om Santi santi santi Om

(“Om Sanghyang Widhi Wasa, semoga damai di hati, damai di dunia dan damai selalu”).

Baca Juga: Mengenal Mantram Tri Sandya, Ibu dari Segala Mantram Umat Hindu

Demikianlah penjelasan dari tata cara sembahyang agama Hindu. Semoga penjelasan di atas bermanfaat. (MZM)