Konten Media Partner

AHCC Siap Skrining Mammografi Gratis untuk 310 Kader PKK Surabaya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu kader PKK Surabaya yang mendapat fasilitas mammografi gratis dari AHCC. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu kader PKK Surabaya yang mendapat fasilitas mammografi gratis dari AHCC. Foto: Masruroh/Basra

Jumlah kasus kanker dan kasus meninggal karena kanker fluktuatif selama tiga tahun terakhir (2018 – 2020), akan tetapi trennya mengalami kenaikan. Dari ribuan penderita kanker di Surabaya di dominasi kasus kanker payudara dengan 1073 kasus, diikuti kanker serviks 279 kasus.

Berdasarkan kasus tersebut serta dalam rangka menyambut peringatan Bulan Kanker Payudara di bulan Oktober, Adi Husada Cancer Center (AHCC) sebagai layanan kanker terintegrasi swasta pertama di Indonesia Timur, dalam ulang tahunnya ke-5 dan mengambil peran kepedulian masyarakat dengan edukasi melalui sosialisasi di 31 kecamatan di Surabaya mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara dan risikonya dan melakukan CSR mammografi.

"Ini sebagai upaya dalam meningkatkan kesadaran akan risiko dan menekan kasus kanker payudara di Surabaya. Apalagi 50 persen penderita kanker payudara yang datang ke tempat kami sudah dalam stadium lanjut," ujar Emmy Ariani, General Manager AHCC, Kamis (18/8) sore.

Emmy mengatakan, sebelum menjalani mammografi gratis, para kader PKK tersebut telah mengikuti screening dan sosialisasi SADARI/SADANIS di 31 kecamatan di Surabaya.

"Untuk kriteria penerima bantuan, kami memiliki kriteria utama yaitu usia di atas 40th, memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga (salah satu faktor risiko) dan memang bagi kader KSH (Kader Surabaya Hebat) atau non – KSH yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan mammografi," jelasnya.

Untuk peserta mamografi wajib mengikuti beberapa syarat yang telah ditentukan untuk menghindari hasil pemeriksaan berupa positif palsu atau hasil yang bias pada kelenjar payudara yang sulit terbaca apakah benjolannya berupa tumor atau kelenjar lemak payudara.

"Misalnya berhenti mens di hari ke-10, tidak memakai deodoran, dll," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan Emmy, dengan mammography, benjolan sebesar 2mm pada payudara bisa terdeteksi, untuk akurasi pemeriksaan AHCC memiliki alat pemeriksaan digital mammografi yang canggih dengan teknologi yang lebih cepat mendeteksi area payudara saat pemeriksaan dan juga lebih nyaman.

"Mammografi tidak sakit, tidak menakutkan, jadi para kader ini bisa mengajak warga yang lain untuk periksa juga," tandasnya.