Berkat Okra Merah, Devinta Jadi Wisudawan Terbaik Unair 2021

Sayur okra alias bendi mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya dapat menurunkan gula darah, menurunkan kolesterol, baik untuk ibu hamil, mencegah gangguan funsi ginjal, hingga bersifat anti kanker.
Pasalnya di dalam sayuran okra, terutama pada okra merah mengandung lebih banyak komponen bioaktif seperti quercetin-3-O-gentiobiose, isoquercetin, serta komponen polifenol dan flavonoid lainnya.
Mengetahui hal itu, Devinta Wahyu Anggraeni melakukan penelitian terkait "Potensi Ekstrak Etanol Buah Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) sebagai Anti Kanker Payudara pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Dipapar N-Methyl-Nitrosourea (MNU)".
Devinta menuturkan, menurut sebuah penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara menjadi penyakit di urutan pertama penyebab kematian tertinggi bagi kaum wanita.
Penelitian yang ia lakukan ini merupakan penelitian lanjutan saat ia menumpuh S1. Dimana ia meneliti okra sebagai pelindung kerusakan di ginjal.
"Pada penelitian saya di S1, okra yang saya gunakan bisa ampuh sekali sebagai pelindung kerusakan di ginjal. Kemudian saat menempuh pendidikan S2, saya coba ke kanker. Karena menurut literatur, di okra senyawanya ada antosianin, hingga kuercetin yang semuanya kelompok flavonoid yang bisa dimanfaatkan untuk zat anti kanker payudara," tutur perempuan 24 tahun ini ketika dihubungi Basra, Sabtu (20/3).
Dari hasil penelitian tersebut, Devinta mengungkapkan, jika ektrak dari buah okra dapat mencegah terjadinya inflamasi kanker.
"Hasilnya benar-benar untuk mencegah, tapi jalannya itu ke arah imunoterapi. Jadi mencegah seketika imunologi kankernya atau sebagai imuno terapinya. Atau modulatornya," ungkapnya.
Bahkan ke depan, ia berharap penelitian yang ia lakukan dapat terus dikembangkan dan bermanfaat untuk masyarakat luas.
"Untuk sekarang masih dalam publikasi. Selanjutnya mungkin bisa dilakukan tindak lanjut diektraksi. Saya juga sudah punya rencana untuk studi lanjut saya di bidang molekulernya. Artinya, ketika saya masukkan ke nano partikel, nantinya dibentuk sebagai serbuk atau suatu bahan yang bisa digunakan sebagai zat anti kanker," jelasnya.
Berkat penelitian tersebut, Devinta berhasil menjadi wisudawan terbaik S2 Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Devinta berhasil menyelesaikan studinya dalam kurun waktu 3 semester, dengan IPK nyaris sempurna yakni 3,95.
"Karena dalam hidup setiap harinya saya menanamkan 3S (Smart, Spirit, Success). Bekerja dengan cerdas, tetap semangat, dan kita akan meraih kesuksesan," pungkasnya.
